
SOLOBALAPAN.COM – Minum air putih biasanya tidak dianggap sebagai sesuatu yang menarik untuk dibuat konten. Namun, di TikTok, kebiasaan sederhana seperti minum air hangat justru ikut menjadi bagian dari tren Chinamaxxing.
Sejumlah pengguna media sosial di luar China mulai memperlihatkan rutinitas minum air hangat sebagai bagian dari gaya hidup yang mereka asosiasikan dengan kebiasaan masyarakat China.
Sekilas memang terdengar sederhana. Tinggal mengganti air dingin dengan air hangat. Lantas, kenapa kebiasaan ini bisa sampai dianggap sebagai bagian dari budaya China dan masuk dalam tren Chinamaxxing?
Baca Juga: TheMilo, Band Asal Bandung yang Menjadi Bagian Perjalanan Dream pop dan Shoegaze di Indonesia.
Minum Air Hangat Bukan Sekadar Tren TikTok
Kebiasaan minum air hangat sebenarnya bukan sesuatu yang baru muncul karena TikTok.
Dalam pengobatan tradisional China, makanan dan minuman kerap dipandang berdasarkan sifatnya terhadap tubuh. Konsep tersebut membuat minuman hangat memiliki tempat dalam sejumlah kebiasaan sehari-hari.
Air hangat juga telah lama menjadi bagian dari rutinitas masyarakat di China. Karena itu, ketika pengguna TikTok dari negara lain mulai mengadopsi kebiasaan tersebut, aktivitas yang sebenarnya sederhana kemudian diberi label Chinamaxxing.
Tren media sosial hanya membuat kebiasaan yang sudah lama ada tersebut mendapatkan kemasan baru.
Baca Juga: Bukan Cuma Mitos Istana Raja: Ini Alasan Ginseng Jadi 'Pengisi Baterai' Alami Tubuh Modern
Kenapa Air Hangat Dianggap Lebih “Chinese”?
Salah satu hal yang membuat kebiasaan ini menarik adalah perbedaan dengan rutinitas minum yang populer di sejumlah negara Barat.
Di banyak konten media sosial, minuman dingin dengan es sering diasosiasikan dengan gaya hidup modern dan menyegarkan. Sementara itu, pengguna Chinamaxxing justru menunjukkan kebiasaan minum air hangat sebagai sesuatu yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari di China.
Dari sinilah muncul unsur budaya dalam tren tersebut.
Pengguna tidak hanya mengatakan bahwa air hangat terasa nyaman. Mereka juga mengaitkannya dengan kebiasaan yang mereka lihat dari orang China, kemudian menjadikannya bagian dari identitas atau persona dalam konten.
Bahkan, beberapa pengguna membuat video dengan gaya bercanda seolah-olah satu kebiasaan tersebut sudah cukup untuk membuat mereka masuk ke “Chinese era”.
Baca Juga: Rahasia Perut Happy: Buah Plum Harus Jadi 'Bestie' Baru
Benarkah Air Hangat Lebih Sehat?
Nah, bagian ini perlu dibedakan dari tren TikToknya.
Air putih tetap merupakan bagian penting dari kebutuhan cairan tubuh, tetapi tidak berarti air hangat otomatis memiliki manfaat kesehatan yang jauh lebih besar dibandingkan air dengan suhu lain.
Air hangat mungkin terasa lebih nyaman bagi sebagian orang, terutama ketika diminum pada kondisi tertentu. Namun, klaim bahwa air hangat dapat menyembuhkan berbagai penyakit atau memberikan manfaat kesehatan luar biasa tidak bisa begitu saja dianggap benar hanya karena sering muncul di media sosial.
Artinya, mengikuti tren Chinamaxxing tidak harus berarti mempercayai semua klaim kesehatan yang muncul bersamanya.
Kalau seseorang lebih suka minum air hangat karena terasa nyaman, kebiasaan tersebut pada dasarnya bisa menjadi pilihan pribadi.
Dari Kebiasaan Sehari-hari Jadi Konten Viral
Yang menarik justru bagaimana kebiasaan sederhana dapat berubah menjadi fenomena internet.
Tidak diperlukan produk khusus, tempat mahal, atau kemampuan tertentu untuk mengikuti tren minum air hangat. Cukup menyiapkan air dengan suhu yang nyaman, kemudian membagikan rutinitas tersebut di media sosial.
Kesederhanaan inilah yang membuat tren seperti Chinamaxxing mudah ditiru.
Satu pengguna mencoba minum air hangat. Pengguna lain melihatnya dan ikut mencoba. Setelah itu, muncul video baru dengan gaya, alasan, atau kebiasaan tambahan yang berbeda.
Lama-kelamaan, aktivitas biasa mendapatkan label baru dan menjadi bagian dari percakapan di TikTok.
Pada akhirnya, tren minum air hangat dalam Chinamaxxing bukan semata-mata soal apakah air hangat lebih baik daripada air dingin.
Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana kebiasaan sehari-hari dari suatu budaya dapat dikenali, ditiru, lalu diberi makna baru ketika masuk ke media sosial global.
Dari segelas air hangat saja, pengguna TikTok ternyata bisa menemukan pintu masuk untuk membicarakan budaya China dengan cara yang jauh lebih ringan.
Editor : Inayah Choirunisa