SOLOBALAPAN.COM - Sebelum memasak nasi, mencuci beras biasanya menjadi langkah yang tidak dilewatkan. Namun, kebiasaan tersebut tidak berlaku untuk musenmai, jenis beras dari Jepang yang bisa langsung dimasak tanpa perlu dibilas terlebih dahulu.
Musenmai bukan beras yang sengaja dibiarkan tanpa dicuci. Beras ini memang sudah melalui proses khusus sebelum dipasarkan. Lapisan dedak halus yang masih menempel pada permukaan beras dibersihkan di tempat pengolahan sehingga konsumen tidak perlu mencucinya lagi di rumah.
Baca Juga: 7 Childhood Crush yang Dulu Dianggap Boyfriend Goals, Sekarang Malah Kelihatan Red Flag
Proses tersebut membuat musenmai bisa langsung dimasukkan ke dalam rice cooker. Selain lebih praktis, penggunaan air untuk mencuci beras juga bisa dikurangi karena tahap pembilasan sudah dilakukan saat proses pengolahan.
Lalu, bagaimana lapisan yang biasanya dibersihkan ketika mencuci beras itu bisa dihilangkan ?
Salah satu teknologi yang digunakan adalah metode BG atau Bran and Grind. Proses ini memanfaatkan sifat lapisan dedak halus yang masih menempel pada beras. Beras diproses menggunakan mesin dengan permukaan berbahan stainless steel, sehingga melalui gesekan, lapisan tersebut dapat terlepas dan menempel pada bagian mesin.
Dengan cara tersebut, lapisan hada-nuka yang biasanya ikut terbuang bersama air ketika beras dicuci sudah dipisahkan sebelum beras dikemas. Karena itu, musenmai dapat digunakan tanpa proses pencucian tambahan.
Selain metode BG, ada pula metode yang memanfaatkan tapioka. Dalam proses ini, sisa lapisan dedak dibuat menempel pada bahan tapioka sehingga lebih mudah dipisahkan dari beras.
Penghilangan lapisan dedak juga berkaitan dengan kualitas beras selama penyimpanan. Lapisan tersebut mengandung komponen yang dapat mengalami oksidasi dan memengaruhi kualitas beras. Karena itu, proses pengolahannya tidak hanya bertujuan membuat beras siap masak, tetapi juga membantu menjaga kualitasnya.
Dari sisi nutrisi, tidak mencuci beras juga dapat mengurangi hilangnya beberapa zat yang larut dalam air. Vitamin seperti B1 dan niasin dapat ikut berkurang ketika beras dicuci berulang kali. Namun, hal tersebut tidak berarti musenmai otomatis memiliki kandungan gizi yang jauh lebih tinggi daripada semua beras biasa.
Baca Juga: Merajut Sering Dijuluki Grandma Hobby, Ternyata Baik Untuk Kesehatan Mental Begini Penjelasannya !
Cara memasak musenmai sebenarnya tidak jauh berbeda. Beras dapat langsung dimasukkan ke dalam rice cooker dan diberi air sesuai petunjuk produk.
Jumlah air perlu sedikit diperhatikan karena beras yang sudah melalui proses penghilangan dedak memiliki ciri berbeda. Pada metode BG, tambahan sekitar 1-2 sendok makan air untuk setiap satu cangkir beras dapat digunakan agar nasi tidak terlalu keras.
Beras juga bisa direndam terlebih dahulu sebelum dimasak. Waktu perendaman yang disarankan sekitar 30 menit saat cuaca hangat dan lebih lama, sekitar satu jam, ketika cuaca dingin.
Baca Juga: Absedon Bawa Koreografi Semut “Unity Colony” untuk Dukung ABBS di DBL 2026
Jadi, musenmai bukan sekadar beras yang tidak dicuci. Ada proses pengolahan khusus yang membuat lapisan dedak halus sudah dibersihkan dari pabrik.
Kebiasaan memasak yang terlihat sederhana tersebut ternyata melibatkan teknologi pengolahan pangan. Bagi konsumen, hasil akhirnya cukup praktis: beras bisa langsung dimasak, penggunaan air berkurang, dan beberapa zat yang larut dalam air tidak ikut terbuang saat proses pencucian. (Hanifatuz Zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber