SOLOBALAPAN.COM - Merajut sering kali identik dengan kegiatan yang dilakukan oleh para lansia. Tidak sedikit yang menyebutnya sebagai “grandma hobby”, karena aktivitas ini kerap terlihat dilakukan oleh generasi yang lebih tua untuk mengisi waktu luang. Namun, seiring berkembangnya tren handmade dan craft, merajut kini mulai banyak dilakukan oleh generasi muda.
Merajut merupakan kegiatan membuat berbagai macam benda menggunakan benang dan jarum rajut. Dari kegiatan tersebut, seseorang dapat menghasilkan berbagai produk seperti syal, sweater, tas, topi, boneka, hingga aksesori. Selain menghasilkan benda yang dapat digunakan, proses merajut juga membutuhkan ketelitian dan kesabaran.
Baca Juga: K-Beauty Mulai Berubah, Kenapa Produk Korea Kini Dituntut Lebih Ramah untuk Semua Warna Kulit?
Salah satu hal yang membuat merajut menarik adalah prosesnya yang dilakukan secara bertahap. Benang dirangkai menjadi satu pola melalui gerakan tangan yang dilakukan berulang. Bagi sebagian orang, aktivitas tersebut dapat menjadi kegiatan untuk mengisi waktu luang sekaligus memberikan kesempatan untuk beristirahat sejenak dari aktivitas sehari-hari.
Merajut juga dapat menjadi salah satu aktivitas yang melatih konsentrasi dan keterampilan motorik halus. Gerakan tangan ketika memegang jarum dan mengatur benang membutuhkan koordinasi antara mata dan tangan. Penelitian mengenai aktivitas merajut juga menunjukkan bahwa kegiatan knitting melibatkan kemampuan kognitif, motorik, dan sensorik secara bersamaan.
Baca Juga: Tren Wisata 2026 Berubah, Kini Ada yang Liburan Justru untuk Tidur
Tidak hanya berkaitan dengan keterampilan tangan, merajut juga sering dilakukan sebagai kegiatan yang memberikan rasa tenang. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam “British Journal of Occupational Therapy” terhadap lebih dari 3.500 orang yang melakukan kegiatan merajut menemukan adanya hubungan antara aktivitas tersebut dengan perasaan tenang dan bahagia.
Sebagian besar responden dalam penelitian tersebut juga menyatakan bahwa merajut membantu mereka merasa lebih rileks. Aktivitas merajut juga dapat memberikan ruang bagi seseorang untuk berkreasi.
Baca Juga: Diam-Diam Menghanyutkan: Mengapa Buah Paling Lembek Ini Malah Buat Tubuh Makin Kokoh?
Pemilihan warna benang, jenis pola, hingga bentuk benda yang ingin dibuat dapat disesuaikan dengan keinginan masing-masing. Dengan begitu, satu pola dasar dapat menghasilkan karya yang berbeda tergantung pada kreativitas orang yang membuatnya.
Manfaat lainnya dapat terlihat dari rasa puas ketika sebuah karya berhasil diselesaikan. Membuat sebuah produk rajutan membutuhkan waktu dan beberapa tahapan.
Baca Juga: Rahasia Rasa Umami Sehat: Kaldu Jamur Wajib Ada di Dapur
Ketika rangkaian benang akhirnya berubah menjadi benda yang dapat digunakan, proses tersebut dapat memberikan perasaan berhasil menyelesaikan sesuatu.
Merajut juga dapat menjadi kegiatan sosial. Hobi ini tidak selalu dilakukan seorang diri. Komunitas merajut dapat menjadi tempat bagi para penggemar hobi ini untuk bertukar pola, belajar teknik baru, maupun berbagi hasil karya.
Dalam beberapa tahun terakhir, perkembangan media sosial juga membuat komunitas knitting semakin mudah ditemukan oleh generasi muda. Meskipun sering disebut sebagai “grandma hobby”, merajut sebenarnya tidak memiliki batas usia.
Kegiatan ini dapat dilakukan siapa saja yang ingin mempelajari keterampilan baru, mengembangkan kreativitas, atau sekadar mencari kegiatan untuk mengisi waktu luang.
Baca Juga: ,Kuliner Tradisional : Kue Gandos Nostalgia Jajanan Tradisional Khas Jawa yang Gurih
Dari seutas benang dan sepasang jarum, merajut dapat menghasilkan lebih dari sekadar sebuah benda. Prosesnya dapat menjadi kesempatan untuk melatih ketelitian, mengembangkan kreativitas, serta menikmati kegiatan yang dilakukan secara perlahan. Tidak mengherankan jika hobi yang dahulu identik dengan nenek ini kini kembali mendapatkan perhatian dari generasi muda. (Adhima Aulia)
Editor : Andi Aris WidiyantoSumber : British Journal Of Occupational Therapy: The Benefits of Knitting For Personal and Social Wellbeing in Adulthood, Cloth and Culture: Knitting and Well-being, solobalapan.com