Berawal dari Tugas Kuliah, Andanu Prasetyo Bikin Kopi Tuku hingga Populerkan Kopi Susu Gula Aren

tim solobalapan • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 09:19 WIB
Andanu Prasetyo, pendiri Toko Kopi Tuku yang mengembangkan Kopi Susu Tetangga.
Andanu Prasetyo, pendiri Toko Kopi Tuku yang mengembangkan Kopi Susu Tetangga.

SOLOBALAPAN.COM - Sebelum dikenal sebagai pendiri Toko Kopi Tuku, Andanu Prasetyo sudah lebih dulu mencoba berjualan sejak masih muda. Perjalanannya di dunia usaha kemudian berkembang secara perlahan hingga akhirnya membawanya pada bisnis kopi.

Pada 2005, ketika berusia 16 tahun, Andanu membuka usaha distro dengan konsep semi-kafe. Beberapa tahun kemudian, usaha tersebut berkembang menjadi Toodz House di kawasan Cipete, Jakarta, yang juga menyediakan minuman kopi.

Dari usaha tersebut, ketertarikan Andanu terhadap kopi mulai tumbuh. Minat itu semakin serius ketika ia kuliah di Prasetiya Mulya.

Baca Juga: On This Day : Ada Apa di Tanggal 1 Oktober? Kumpulan Momen Historis Yang Bikin Kamu Geleng Geleng

Pada 2008, Andanu melakukan penelitian mengenai konsumsi kopi masyarakat Indonesia sebagai bagian dari tugas kuliahnya. Dari penelitian tersebut, ia melihat adanya peluang karena Indonesia dikenal sebagai salah satu negara penghasil kopi, sementara konsumsi kopi di dalam negeri masih berkembang.

Tugas kuliah itu kemudian tidak berhenti pada penelitian. Andanu mulai mencoba membuat racikan kopi sendiri. Ia mencari rasa yang menurutnya bisa diterima oleh banyak orang.

Prosesnya tidak langsung berhasil. Selama sekitar 2,5 tahun, Andanu mencoba berbagai jenis gula, mulai dari gula kemasan yang mudah ditemukan di supermarket hingga gula yang diperoleh dari pasar tradisional.

Dalam proses mencari racikan tersebut, ia mendapat inspirasi dari hal yang cukup sederhana. Andanu memperhatikan seorang penjual cendol yang menggunakan gula aren cair dalam minumannya.

Baca Juga: Lawan Bangladesh, John Herdman Minta Timnas Indonesia Beri Penghormatan untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Dari situ muncul ide untuk mencoba gula aren cair dalam racikan kopi. Ia kemudian menggabungkannya dengan kopi dan susu hingga mendapatkan rasa yang sesuai.

Racikan tersebut awalnya dibuat untuk orang-orang di sekitar Cipete. Karena itu, menu tersebut diberi nama Es Kopi Susu Andanu.

Namun, semakin banyak orang yang mencobanya, minuman tersebut mulai dikenal di luar lingkungan sekitar. Nama Es Kopi Susu Andanu kemudian diubah menjadi Kopi Susu Tetangga.

Baca Juga: Hasil Cek Kesehatan Gratis Nasional Bikin Kaget! Ditemukan 26,8 Ribu Kasus TBC Baru

Nama itu akhirnya menjadi salah satu menu yang paling dikenal dari Toko Kopi Tuku. Racikan kopi, susu, dan gula aren tersebut juga hadir ketika bisnis kopi susu mulai berkembang di berbagai daerah Indonesia.

Perjalanan Tuku kemudian mendapat perhatian lebih luas pada 2017. Presiden Joko Widodo bersama keluarganya datang ke gerai Tuku di Cipete. Kunjungan tersebut ramai diberitakan dan dibicarakan di media sosial, sehingga nama Tuku semakin dikenal.

Perkembangan Tuku kemudian terus meluas. Setelah berawal dari gerai pertamanya di Cipete, Tuku mulai membawa bisnisnya ke pasar luar negeri. Pada 2024, Tuku sempat membuka gerai pop-up di Gangnam, Seoul, Korea Selatan, sebelum kemudian membuka toko di Amsterdam, Belanda, pada 2025.

Baca Juga: Diam-Diam Menghanyutkan: Mengapa Buah Paling Lembek Ini Malah Buat Tubuh Makin Kokoh?

Pada 2025, Tuku dilaporkan telah memiliki puluhan gerai dengan skala produksi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan masa awal berdiri. Produksi biji kopinya mencapai ratusan kilogram, sementara kebutuhan bahan pendukung seperti gula aren juga mencapai jumlah besar setiap bulan.

Meski bisnisnya semakin besar, Cipete tetap menjadi bagian penting dalam perjalanan Tuku. Hal tersebut salah satunya terlihat dari penggunaan nama Cipete Raya TUKU pada Stasiun MRT Cipete Raya melalui kerja sama naming rights.

Kalau melihat perjalanannya, Tuku tidak langsung lahir sebagai bisnis kopi dengan jaringan besar. Awalnya hanya usaha yang dibangun Andanu sejak muda, kemudian berkembang setelah ia menemukan ketertarikan pada kopi melalui tugas kuliah.

Baca Juga: Menghidupkan Budaya dan Ekonomi Lokal: Mengenal Kampung Wisata Batik Kembang Turi di Kota Blitar

Dari penelitian, ia lanjut bereksperimen selama 2,5 tahun. Dari eksperimen itu pula muncul ide gula aren yang terinspirasi dari penjual cendol hingga akhirnya melahirkan Kopi Susu Tetangga.

Menu yang awalnya dibuat untuk orang-orang di sekitar Cipete tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan Tuku dalam berkembang dan ikut mempopulerkan kopi susu gula aren di Indonesia. (Hanifatuz Zahra)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : Berbagai Sumber, solobalapan.com
hanifatuz zahra AndanuPrasetyo KopiTuku bisnis kopi kopisusu