SOLOBALAPAN.COM - Siapa yang akhir-akhir ini sering banget dengar istilah gyaru? Sebenarnya gyaru tuh apa, sih? Baju loreng macan? Makeup baddie? Atau apa? Kalau melihat tampilannya sekilas, gyaru memang identik dengan makeup yang bold, eyeliner tebal, rambut bervolume, kulit tan, sampai pakaian bermotif leopard.
Istilah gyaru diambil dari kata gal, slang dalam bahasa Inggris yang berarti perempuan atau gadis. Gyaru sendiri merupakan salah satu subkultur fashion Jepang yang berkembang kuat di kawasan seperti Shibuya dan kemudian memiliki berbagai gaya dengan ciri khas masing-masing.
Baca Juga: Tiga Hari Digarap, Koreo Gatotkaca Brada Sista SMA Warga Jadi Senjata di Tribun DBL 2026
Gyaru berkembang semakin kuat di Jepang pada era 1990-an. Salah satu bentuk awal yang dikenal adalah kogyaru, yang banyak muncul di kalangan siswi sekolah melalui modifikasi seragam, perubahan warna rambut, dan penggunaan makeup yang lebih tegas.
Gaya tersebut kemudian berkembang dengan tampilan yang lebih berani, mulai dari makeup mencolok, rambut yang diubah, kulit tan, hingga pakaian yang lebih ekspresif. Di tengah standar kecantikan yang berkembang saat itu, gyaru menjadi salah satu cara perempuan muda Jepang mengekspresikan diri melalui penampilan.
Karena itu, gyaru sering dikaitkan dengan kebebasan berekspresi dan usaha untuk tampil sesuai keinginan sendiri. Meski begitu, tidak semua orang yang mengikuti gyaru tentu memiliki alasan yang sama. Bagi sebagian orang, gaya ini juga menjadi bagian dari fashion dan identitas yang mereka pilih.
Baca Juga: Tari Remo Branjang Kawat, Inovasi Tari Remo yang Menghidupkan Kembali Remo Tobong dan Remo Teropan
Gyaru juga tidak memiliki satu tampilan yang benar-benar baku. Perkembangannya justru melahirkan berbagai substyle yang memiliki karakter berbeda.
Ganguro
Ganguro menjadi salah satu gaya gyaru yang paling dikenal karena tampilannya yang cukup ekstrem. Ciri khasnya adalah kulit yang sengaja dibuat tan, rambut yang biasanya berwarna terang, serta makeup dengan kontras tinggi.
Bagian mata dibuat sangat menonjol menggunakan eyeliner tebal dan highlight putih di sekitar mata serta hidung. Untuk bagian bibir, warna pucat atau putih juga sering digunakan sehingga terlihat kontras dengan warna kulit.
Baca Juga: Bukan Cuma Teman Begadang, Ini Alasan 1 Oktober Diperingati sebagai Hari Kopi Internasional
Kogal atau Kogyaru
Kogal atau kogyaru merupakan gaya yang banyak mengambil inspirasi dari pakaian siswi sekolah Jepang. Seragam sekolah dimodifikasi dengan berbagai cara, sementara makeup lebih berfokus pada bagian mata.
Eyeliner tebal dan bulu mata menjadi bagian yang cukup menonjol. Berbeda dengan ganguro, gaya ini cenderung mempertahankan warna kulit yang lebih alami.
Baca Juga: Batik Lumintu Gagrak Semarangan: Identitas Budaya Kabupaten Semarang dalam Motif dan Makna
Agejo
Kalau ingin melihat gyaru dengan tampilan yang lebih glamor, ada agejo. Gaya ini biasanya ditandai dengan rambut yang dibuat sangat bervolume, bulu mata palsu yang tebal, serta penggunaan softlens dengan warna yang mencolok.
Penampilannya cenderung feminin dan mewah. Karena itu,Agejo terlihat cukup berbeda dari gaya gyaru lain yang lebih kasual atau menonjolkan kesan eksperimental.
Baca Juga: Kuliner Tradisional : Dari Mana Asal Nasi Liwet? Ini Sejarah Versi Solo dan Sunda
Hime Gyaru
Sesuai namanya,Hime gyaru mengambil inspirasi dari penampilan seorang putri. Gaya ini banyak menggunakan warna pink, dress feminin, aksesori yang terlihat mewah, serta rambut yang dibuat besar dan bervolume.
Walaupun tampilannya terlihat lebih manis, makeup mata tetap dibuat cukup bold. Perpaduan tersebut membuat hime gyaru tetap memiliki ciri khas gyaru meskipun tampilannya lebih feminin.
Walaupun memiliki banyak substyle, gyaru tetap punya beberapa ciri yang cukup mudah dikenali. Salah satunya adalah makeup mata yang cukup ekstrem, seperti eyeliner hitam tebal, cat eye, bulu mata dramatis, atau teknik makeup yang membuat mata terlihat lebih besar.
Baca Juga: Karakter Kartun yang Dianggap Red Flag Versi Netizen, Tingkahnya Bikin Geregetan
Bagian hidung juga biasanya diberi contour dan highlight terang untuk membuat bentuknya terlihat lebih tegas. Sementara itu, warna bibir yang sering muncul dalam berbagai gaya gyaru antara lain pale nude, pink pucat, atau warna frosty.
Jadi, kalau selama ini gyaru hanya dianggap sebagai makeup baddie atau gaya berpakaian leopard, sebenarnya cakupannya jauh lebih luas. Gyaru merupakan subkultur fashion Jepang yang berkembang menjadi berbagai gaya dengan ciri khas masing-masing.
Di balik tampilannya yang mencolok, gyaru menjadi salah satu cara anak muda Jepang mengekspresikan diri lewat pakaian, rambut, dan makeup. Gaya tersebut terus mengalami perubahan, tetapi karakter utamanya tetap terlihat dari keberanian untuk tampil berbeda dan menentukan gaya sesuai pilihan sendiri.(Hanifatuz Zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber