Kebon Coffe: Oase Hijau Tersembunyi di Jebres, Tempat Sempurna Memperlambat Waktu di Tengah Kota

tim solobalapan • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 13:57 WIB
Foto kebon coffe dengan suasana tenang dan slow (Foto:pribadi/aditya)
Foto kebon coffe dengan suasana tenang dan slow (Aditya/solobalapan.com)

SOLOBALAPAN.COM – Di tengah riuhnya aktivitas Kota Surakarta, ada sebuah tempat ngopi yang justru menawarkan suasana berbeda. Berada di sebuah gang kecil di kawasan Jebres, Kebon Coffe menjadi ruang sederhana bagi mereka yang ingin berhenti sejenak dari padatnya aktivitas kota.

Di kawasan yang lebih ramai, deretan kedai kopi dapat dengan mudah ditemui, terutama di sepanjang Jalan Slamet Riyadi dan sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas anak muda.

Namun, Kebon Coffe menawarkan pengalaman yang sedikit berbeda. Pengunjung perlu masuk ke sebuah gang untuk menemukan tempat ini, jauh dari lalu lalang kendaraan dan keramaian jalan utama.

Kehadiran tempat-tempat ngopi seperti ini memang sudah menjadi bagian dari gaya hidup anak muda di Solo. Kedai kopi tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat untuk membeli minuman, tetapi juga menjadi ruang untuk bertemu, bertukar cerita, mengerjakan tugas, hingga mencari suasana baru di sela aktivitas sehari-hari.

Tetapi ada sebuah tempat kopi di gang kecil daerah jebres tidak jauh dari kampus (ISI Solo) dan (UNS), tempat jauh dari riuh kota, dengan tempat yang dipenuhi tanaman hijau, memanjakan mata, dengan lampu kuning remang-remang menambah suasana menjadi tenang, cocok untuk ngobrol-ngobrol santai, mengerjakan tugas kuliah, ataupun hanya ingin menikmati kopi.

Baca Juga: Dari Nongkrong ke Literasi, Coffee Shop Rasa Perpustakaan Makin Menjamur di Solo

Kebon Coffe mengusung konsep slow bar, sebuah konsep yang membuat aktivitas menikmati kopi terasa lebih dekat dan tidak terburu-buru.

“Tujuanku buat tempat coffe, yaitu buat tempat wadah pencinta kopi, bukan hanya itu juga buat tempat untuk saling ngobrol ngalor-ngidul, bertanya tentang kopi, bahas negara, seni, menikmati kopi sampai malam” itu yang dikatakan Sule atau kerap di panggil Mas Ule, pemilik/owner Kebon Coffe.

Kebon Coffe buka mulai pukul 17:00 sore sampai 00:00 Malam, menyediakan waktu untuk para pengunjung untuk menimati kopi dengan secara perlahan dan menikmati setiap tegukan kopi.

Pengunjung dapat menikmati proses penyajian kopi sembari berbincang dengan teman atau sekadar duduk menikmati suasana di sekitarnya.

Begitu memasuki area Kebon Coffe, suasananya terasa lebih teduh. Tanaman hijau mengisi sejumlah sudut ruang dan memberikan kesan seperti berada di sebuah kebun kecil yang tersembunyi di tengah kawasan perkotaan. Pada malam hari, cahaya lampu berwarna kuning yang temaram semakin memperkuat suasana tenang tersebut.

Alih-alih menghadirkan tempat yang ramai dan penuh aktivitas, Kebon Coffe justru memberikan ruang untuk menikmati waktu secara perlahan.

Pengunjung dapat duduk bersama teman, berbicara tentang berbagai hal, mengerjakan tugas kuliah, atau hanya menikmati secangkir kopi tanpa harus terburu-buru meninggalkan tempat.

Bagi mahasiswa, suasana semacam ini menjadi salah satu alasan mengapa kedai kopi tidak pernah kehilangan tempat dalam keseharian.

Setelah menjalani aktivitas perkuliahan, mencari tempat yang nyaman untuk melepas penat menjadi bagian dari rutinitas. Kopi kemudian menjadi pelengkap dari aktivitas tersebut.

Kebon Coffe hadir dengan kesederhanaan itu. Tidak berada di jalan utama, tidak pula menawarkan hiruk-pikuk pusat kota. Justru lokasinya yang tersembunyi menjadi bagian dari daya tariknya.

Baca Juga: Pesona Malam Kota Solo, Tempat Nongkrong Murah Meriah dan Ramah Keluarga

Hal sederhana tersebut justru menjadi bagian dari daya tarik Kebon Coffe. Di tengah kebiasaan masyarakat kota yang bergerak cepat, tempat seperti ini memberikan ruang untuk memperlambat ritme, meski hanya selama beberapa jam.

Di sebuah gang kecil kawasan Jebres, tempat ini memperlihatkan sisi lain dari budaya ngopi di Surakarta. Ketika sebagian orang mencari kedai dengan suasana ramai, sebagian lainnya justru mencari tempat yang memungkinkan mereka duduk lebih lama, berbicara lebih pelan, dan menikmati waktu tanpa banyak gangguan.

Pada akhirnya, Kebon Coffe bukan sekadar tempat untuk menikmati kopi. Ia menjadi salah satu ruang kecil di tengah kota yang menawarkan kesempatan untuk berhenti sejenak dari riuhnya Surakarta, menikmati suasana hijau, cahaya lampu yang hangat, dan percakapan sederhana yang terkadang justru menjadi alasan seseorang memilih untuk kembali. (Aditya VA/solobalapan.com)

 

Editor : Andi Aris Widiyanto
aditya vinda atqia slowbar nongkrong kopi coffee