SOLOBALAPAN.COM - Bagi Upin dan Ipin, bermain bersama teman-teman menjadi salah satu bagian yang sering terlihat dalam keseharian mereka di Kampung Durian Runtuh. Berbagai permainan sederhana dilakukan bersama, mulai dari berlarian hingga menghabiskan waktu di luar rumah.
Hal tersebut mungkin terlihat biasa bagi anak-anak yang tumbuh di lingkungan kampung. Namun, kebiasaan bermain seperti itu sebenarnya bisa menjadi salah satu cara sederhana untuk membuat anak lebih aktif bergerak.
Baca Juga: Komisi XIII DPR Sidak Langsung ke Lapas Cibinong, Desak 10 Bangunan Mewah Dibongkar
Di tengah keseharian anak yang juga semakin dekat dengan berbagai perangkat digital, aktivitas fisik tidak selalu harus dilakukan melalui olahraga yang terstruktur.
Bermain pun dapat menjadi bentuk aktivitas fisik, terutama jika permainan membuat anak berjalan, berlari, melompat atau melakukan berbagai gerakan tubuh.
WHO merekomendasikan anak dan remaja berusia 5 sampai 17 tahun melakukan setidaknya rata-rata 60 menit aktivitas fisik intensitas sedang hingga berat setiap hari.
Aktivitas tersebut tidak harus selalu berupa olahraga formal karena bermain, permainan, rekreasi, berjalan kaki hingga bersepeda juga termasuk aktivitas fisik.
Salah satu permainan sederhana yang bisa dilakukan adalah kejar-kejaran. Permainan ini tidak membutuhkan perlengkapan khusus dan bisa dilakukan bersama beberapa anak. Ketika bermain, anak akan berlari, berhenti, mengubah arah dan menyesuaikan gerakan dengan posisi teman.
Baca Juga: Hari Tanpa Bayangan 2026 di Solo, Kapan Terjadi dan Bagaimana Cara Melihatnya?
Selain menyenangkan, permainan aktif seperti ini membuat tubuh lebih banyak bergerak dibandingkan kegiatan yang dilakukan sambil duduk. Orang tua pun tidak harus selalu menyediakan permainan khusus agar anak mau aktif.
Permainan petak umpet juga bisa menjadi pilihan. Anak perlu berpindah tempat untuk mencari lokasi persembunyian, berjalan atau berlari ketika mencari teman, kemudian bergerak kembali saat permainan berlangsung.
Permainan tradisional seperti engklek juga dapat dicoba. Anak harus melompat menggunakan satu kaki pada bagian tertentu sehingga permainan ini melibatkan gerakan tubuh sekaligus membutuhkan keseimbangan dan koordinasi.
Ada pula lompat tali yang bisa dilakukan secara individu maupun berkelompok. Gerakannya memang sederhana, tetapi dilakukan secara berulang sehingga tubuh tetap aktif. Permainan ini juga tidak membutuhkan tempat yang terlalu luas selama dilakukan di area yang aman.
Bermain bola bersama teman juga bisa menjadi pilihan. Anak dapat melakukan aktivitas seperti menendang, melempar, menangkap atau mengejar bola. Bentuk permainan bisa disesuaikan dengan usia dan kemampuan anak sehingga tidak harus selalu berupa pertandingan.
Baca Juga: Ingat Adegan Lightning McQueen Dikelilingi Mobil Modifikasi? 20 Tahun Kemudian Dibuat Nyata Toyota
Pilihan lainnya adalah bersepeda. Anak bisa berkeliling di area yang aman dengan pengawasan orang dewasa. Selain membuat anak bergerak, kegiatan ini juga dapat menjadi kesempatan untuk menghabiskan waktu di luar rumah.
Menurut CDC, aktivitas fisik pada anak memiliki berbagai manfaat, mulai dari mendukung kesehatan otak, kemampuan mengingat dan perhatian, kebugaran otot serta jantung dan paru-paru hingga kesehatan tulang. Aktivitas fisik juga berhubungan dengan berbagai manfaat kesehatan jangka panjang.
WHO juga menyebut permainan dan waktu di luar rumah sebagai salah satu cara untuk membantu anak tetap aktif. Anak dapat didorong untuk bermain, melakukan hobi dan menghabiskan waktu di luar, selama aktivitas tersebut sesuai dengan usia serta dilakukan dalam kondisi yang aman.
Menariknya, aktivitas fisik anak tidak harus dikumpulkan dalam satu sesi olahraga panjang. Berbagai kegiatan yang dilakukan sepanjang hari dapat berkontribusi terhadap aktivitas fisik harian.
Karena itu, bermain sebentar di pagi hari, berjalan kaki, bermain bersama teman setelah sekolah atau bersepeda pada sore hari bisa menjadi bagian dari rutinitas aktif.
Seperti yang terlihat dari keseharian Upin dan Ipin, permainan yang sederhana justru tidak selalu membutuhkan biaya besar atau peralatan canggih. Yang terpenting adalah anak memiliki kesempatan untuk bergerak, bermain dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
Orang tua juga dapat membuat aktivitas tersebut terasa seperti permainan, bukan kewajiban olahraga. Dengan begitu, anak bisa menikmati kegiatan fisik tanpa merasa sedang menjalani latihan yang berat.
Pada akhirnya, tidak semua aktivitas untuk menjaga anak tetap aktif harus terlihat seperti olahraga. Berlari mengejar teman, melompat, bermain bola atau bersepeda pun dapat menjadi bagian dari keseharian yang membuat tubuh lebih banyak bergerak. Persis seperti dunia Upin dan Ipin, terkadang permainan sederhana di luar rumah sudah cukup untuk membuat waktu bermain menjadi lebih aktif dan menyenangkan.(lut)
Editor : Luthfiana SekarSumber : Berbagai Sumber