SOLOBALAPAN.COM - Manusia sekarang hidup lebih lama dibanding beberapa dekade lalu. Hal tersebut bukan sekadar perubahan angka dalam statistik, tetapi juga menandakan adanya perubahan besar dalam kehidupan manusia.
Pada 1 Oktober, dunia memperingati International Day of Older Persons atau Hari Lansia Internasional. Tahun ini, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengangkat tema “The Age of Longevity: Rethinking Systems for Longer Lives” atau era umur panjang dan perlunya memikirkan kembali sistem kehidupan untuk menghadapi usia yang semakin panjang.
Baca Juga: ,Kuliner Tradisional : Kue Gandos Nostalgia Jajanan Tradisional Khas Jawa yang Gurih
Tema tersebut muncul di tengah perubahan jumlah penduduk lanjut usia yang terus meningkat. Berdasarkan data PBB, jumlah orang berusia 60 tahun ke atas telah meningkat lebih dari dua kali lipat, dari sekitar 541 juta pada 1995 menjadi 1,2 miliar pada 2025. Jumlah tersebut diproyeksikan mencapai 2,1 miliar pada 2050.
Tidak hanya jumlah lansia yang bertambah, usia harapan hidup manusia secara global juga meningkat. PBB mencatat harapan hidup global mencapai 73,5 tahun pada 2025, atau naik sekitar 8,6 tahun dibandingkan 1995.
Lantas, mengapa manusia sekarang dapat hidup lebih lama?
Tidak ada satu penyebab tunggal yang membuat usia manusia bertambah. Perubahan tersebut berkaitan dengan berbagai kemajuan dalam kehidupan manusia, termasuk membaiknya kondisi kesehatan dan meningkatnya perlindungan sosial di berbagai negara.
Baca Juga: Ingat Adegan Lightning McQueen Dikelilingi Mobil Modifikasi? 20 Tahun Kemudian Dibuat Nyata Toyota
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut meningkatnya umur panjang sebagai salah satu pencapaian besar zaman ini. Menurutnya, peningkatan tersebut menjadi tanda adanya perbaikan kesehatan dan perlindungan sosial di banyak bagian dunia.
Perkembangan layanan kesehatan membuat manusia memiliki kesempatan lebih besar untuk mencegah, mendeteksi dan menangani berbagai penyakit. Di sisi lain, perubahan kondisi sosial juga ikut memengaruhi bagaimana seseorang menjalani kehidupan hingga usia lanjut.
Namun, hidup lebih lama tidak selalu berarti seseorang otomatis hidup dalam kondisi sehat.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa bertambahnya usia harus diikuti dengan upaya agar tambahan tahun kehidupan tersebut tetap menjadi tahun-tahun yang sehat. Dalam rangka memperingati Hari Lansia Internasional 2026, WHO bahkan mengadakan dialog dengan tema yang sama, yaitu “The Age of Longevity: Rethinking Systems for Longer Lives.”
Hal tersebut menjadi penting karena usia panjang membawa perubahan pada kebutuhan masyarakat. Ketika semakin banyak orang mencapai usia lanjut, sistem kesehatan harus mampu menghadapi kebutuhan populasi yang menua. Begitu pula dengan sistem perawatan jangka panjang, perlindungan sosial, pekerjaan, perumahan hingga lingkungan tempat tinggal.
Baca Juga: Aneh tapi Punya Manfaat, Mengenal Kefir: Minuman Fermentasi yang Dipenuhi Bakteri Baik
Dengan kata lain, bertambahnya usia manusia membuat dunia tidak bisa menggunakan sistem yang sama seperti ketika jumlah penduduk lanjut usia masih jauh lebih sedikit.
PBB memperkirakan jumlah penduduk berusia 60 tahun ke atas akan mencapai 2,1 miliar pada 2050. Angka tersebut setara dengan sekitar 20 persen populasi dunia.
Perubahan ini juga membuat cara pandang terhadap usia lanjut ikut perlu bergeser. Orang yang berusia 60 atau 70 tahun tidak selalu berarti sudah tidak mampu beraktivitas atau hanya membutuhkan bantuan.
WHO menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang memungkinkan orang lanjut usia tetap sehat, mandiri dan dapat berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat. Kondisi seseorang ketika menua juga tidak hanya ditentukan oleh tubuhnya, tetapi turut dipengaruhi lingkungan sosial dan fisik di sekitarnya.
Bahkan, PBB memperkirakan pada 2080 jumlah orang berusia 65 tahun ke atas akan melampaui jumlah anak di bawah usia 18 tahun. Hal tersebut menunjukkan betapa besar perubahan demografi yang sedang berlangsung.
Karena itu, konsep umur panjang sebenarnya tidak hanya berkaitan dengan orang yang sudah lanjut usia. Anak-anak dan orang dewasa saat ini juga akan menjadi bagian dari populasi yang menua di masa mendatang.
Cara manusia bekerja, menjaga kesehatan, menyiapkan kehidupan finansial, membangun lingkungan tempat tinggal hingga mempertahankan hubungan sosial semuanya dapat ikut menentukan bagaimana seseorang menjalani masa tuanya.
Inilah alasan tema “The Age of Longevity” tidak hanya berbicara mengenai berapa lama manusia dapat hidup. Pertanyaannya juga bergeser menjadi bagaimana manusia dapat menjalani usia yang panjang tersebut dengan sehat, aman, memiliki pilihan dan tetap berperan di tengah masyarakat.
Sebab, bertambahnya usia harapan hidup memang merupakan pencapaian. Namun, semakin panjang kehidupan manusia juga berarti semakin banyak hal yang harus dipersiapkan.
Pada akhirnya, Hari Lansia Internasional 1 Oktober menjadi pengingat bahwa masa tua bukan sesuatu yang hanya perlu dipikirkan ketika seseorang sudah memasuki usia lanjut. Era umur panjang sedang berlangsung sekarang, dan generasi yang masih muda pun merupakan bagian dari perubahan tersebut.(lut)
Editor : Luthfiana SekarSumber : PBB, WHO