SOLOBALAPAN.COM - Bagi sebagian orang, pagi belum benar-benar dimulai sebelum menyeruput secangkir kopi. Ada pula yang mengandalkannya untuk menemani pekerjaan hingga larut malam.
Kopi memang sudah begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Namun, tahukah kamu bahwa minuman yang sering dianggap sekadar pengusir kantuk ini memiliki peran yang jauh lebih besar?
Setiap 1 Oktober diperingati sebagai International Coffee Day atau Hari Kopi Internasional. Peringatan tersebut bukan hanya menjadi momen untuk merayakan minuman yang populer di berbagai belahan dunia, tetapi juga mengingatkan masyarakat tentang orang-orang dan berbagai proses yang berada di balik secangkir kopi.
Menariknya, pada 2026, Hari Kopi Internasional memiliki status yang semakin kuat. Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menetapkan 1 Oktober sebagai International Coffee Day melalui Resolusi 80/248 yang disahkan pada 10 Maret 2026.
Dalam resolusi tersebut, PBB menyoroti kopi sebagai komoditas yang memiliki peran ekonomi, sosial dan lingkungan. Kopi juga disebut menjadi sumber penghidupan bagi jutaan rumah tangga serta memberikan pemasukan penting bagi sejumlah negara berkembang.
Baca Juga: Kok Bisa Wajah Orang Dibuat Seolah-olah Ada di Foto Lain? Begini Cara AI Deepfake Bekerja
Artinya, ketika seseorang membeli secangkir kopi di kafe atau membuatnya sendiri di rumah, ada perjalanan panjang yang sudah dilalui sebelum minuman tersebut sampai ke meja.
Perjalanan itu bermula dari perkebunan. Tanaman kopi harus dirawat hingga menghasilkan buah yang kemudian dipanen. Buah kopi selanjutnya diproses, dikeringkan dan disiapkan sebelum bijinya diperdagangkan. Setelah melewati proses pemanggangan dan pengolahan, barulah kopi bisa dinikmati konsumen.
Di setiap tahapan tersebut ada orang-orang yang menggantungkan kehidupan mereka pada kopi. PBB menyebut hingga 25 juta rumah tangga petani, yang sebagian besar berada di negara berkembang, menghasilkan sekitar 80 persen kopi dunia.
Karena itu, perhatian terhadap kopi tidak berhenti pada rasa atau jenis minumannya. Kondisi petani, pekerja, lingkungan perkebunan hingga pembagian nilai ekonomi dalam rantai pasok juga menjadi bagian dari pembahasan Hari Kopi Internasional.
Baca Juga: Kenapa Kematian Ibu Bambi Jadi Salah Satu Adegan Disney Paling Membekas?
Food and Agriculture Organization (FAO) juga menilai kopi memiliki peran penting dalam penghidupan masyarakat. Komoditas ini dapat membantu menopang pendapatan, pekerjaan dan perkembangan ekonomi di wilayah pedesaan.
Namun, perjalanan kopi juga tidak selalu mudah. Petani dapat menghadapi perubahan cuaca, kenaikan biaya produksi, hama, penyakit tanaman serta perubahan harga di pasar. Kondisi tersebut membuat keberlangsungan industri kopi tidak hanya bergantung pada seberapa banyak kopi yang diminum masyarakat.
Ada pula persoalan lingkungan yang ikut diperhatikan. Produksi kopi berkaitan dengan tanah, air, hutan dan keanekaragaman hayati. Karena itu, praktik pertanian yang lebih berkelanjutan menjadi salah satu bagian penting dalam pembahasan masa depan kopi.
Pada peringatan Hari Kopi Internasional 2026, FAO mengangkat tema “Celebrating Coffee, Honouring the People Behind Every Cup”. Tema tersebut menyoroti sisi kopi yang sering luput dari perhatian, yakni orang-orang yang bekerja di sepanjang rantai kopi.
Mulai dari petani yang menanam dan memanen, pekerja yang mengolah biji, pelaku perdagangan, pemanggang kopi, pemilik kedai hingga barista, semuanya memiliki bagian dalam perjalanan yang berakhir pada satu cangkir kopi.
Indonesia sendiri bukan negara yang asing dengan kopi. Berbagai daerah memiliki tradisi dan produk kopi dengan karakteristik masing-masing. Kopi tidak hanya menjadi komoditas pertanian, tetapi juga berkembang menjadi bagian dari budaya minum dan aktivitas sosial masyarakat.
Tidak heran jika kedai kopi dapat ditemukan dengan mudah di berbagai kota. Minum kopi juga tidak selalu dilakukan untuk menghilangkan rasa kantuk. Bagi banyak orang, kedai kopi menjadi tempat bertemu, bekerja, berbincang atau sekadar menghabiskan waktu.
Inilah yang membuat kopi memiliki cerita lebih panjang daripada sekadar minuman berkafein.
Jadi, pada 1 Oktober ini, Hari Kopi Internasional bukan hanya tentang mengangkat cangkir dan menikmati aroma kopi. Peringatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa di balik minuman yang terlihat sederhana, terdapat jutaan orang, perjalanan panjang, budaya, perekonomian dan lingkungan yang ikut terhubung.
Secangkir kopi yang diminum pagi ini mungkin hanya bertahan beberapa menit. Namun, perjalanan yang membuatnya sampai ke tangan konsumen bisa melibatkan proses panjang dari kebun hingga meja.(lut)
Editor : Luthfiana SekarSumber : PBB