Bukan Cuma Soal Pasangan, Survei Buktikan Pria Bisa Merasa “Selingkuh” Saat Ganti Barber

tim solobalapan • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 19:20 WIB
Barber melayani pelanggan yang sudah terbiasa dengan potongan gaya rambut langganannya.(Barbertopia)
Barber melayani pelanggan yang sudah terbiasa dengan gaya potongan rambutnya.

SOLOBALAPAN.COM - Barber langganan ternyata memiliki tempat tersendiri bagi sebagian pria. Bukan hanya soal hasil potongan, hubungan yang terbentuk dari kunjungan berulang membuat pelanggan bisa bertahan cukup lama dengan orang yang sama.

Fakta unik mengenai hal tersebut terlihat dalam survei Capital Hair & Beauty terhadap 2.000 konsumen di Inggris. Dikutip dari hasil survei tersebut, 28 persen pria tidak akan menggunakan barber lain. Sementara pada perempuan, angkanya 15 persen.

Baca Juga: Bukan untuk Konser, Yeji ITZY Tiba di Jakarta untuk Hadiri Acara Ini

Temuan lain bahkan menunjukkan tingkat keterikatan yang lebih menarik. Sebanyak 48 persen pria mengaku akan merasa lebih bersalah ketika mencoba barber lain dibandingkan dengan melakukan hal serupa terhadap pasangan romantis.

Istilah “selingkuh” digunakan dalam konteks survei untuk menggambarkan pelanggan yang mencoba jasa profesional rambut lain setelah memiliki langganan tetap. Jadi, angka tersebut tidak menunjukkan perselingkuhan dalam hubungan, melainkan gambaran loyalitas pelanggan terhadap barber atau profesional rambut yang sudah biasa mereka datangi.

Loyalitas dapat terbentuk saat proses berulang. Semakin sering pelanggan datang, semakin banyak hal yang dipahami barber tentang gaya rambut dan keinginan pelanggannya.

Kecocokan tersebut membuat pelanggan tidak selalu menjelaskan detail potongan dari awal. Barber sudah mengetahui model yang biasa dipilih, sementara pelanggan juga sudah memiliki gambaran tentang hasil yang akan diperoleh.

Baca Juga: Jasad ABK Surakman Ditemukan, PFI Desak Basarnas Buka Lagi Operasi SAR Jurnalis Hilang di Selat Sunda!

Hubungan antara keduanya juga dapat berkembang melalui interaksi selama berada di barbershop. Dikutip dari jurnal BJPsych Open, barbershop tidak hanya menjadi tempat untuk mendapatkan layanan rambut, tetapi juga dapat berfungsi sebagai ruang sosial bagi pelanggan.

Kajian tersebut menggambarkan bagaimana percakapan dan hubungan yang terbentuk selama kunjungan dapat membuat barber dan pelanggan jadi akrab. Interaksi semacam ini menjadi bagian dari pengalaman pelanggan saat datang ke barbershop.

Gambaran mengenai hubungan jangka panjang juga muncul dalam jurnal Journal of Community Health yang terbit pada 2026. Kajian terhadap 34 pelanggan pria dan 29 barber di South Carolina mencatat para pelanggan rata-rata telah menggunakan barber yang sama selama 8,3 tahun.

Sebanyak 80 persen pelanggan memberikan penilaian tinggi terhadap seberapa baik barber mengenal mereka dan seberapa nyaman mereka membicarakan persoalan kesehatan. Namun, responden berasal dari kelompok yang spesifik sehingga hasil tersebut tidak dapat digunakan untuk menggambarkan seluruh pria.

Baca Juga: Motif Polkadot Kembali Tren di 2026: Tampil Lebih Modern, Segar, dan Jauh dari Kesan Kuno

Meski loyalitas dapat terbentuk cukup kuat, pelanggan tetap memiliki alasan untuk berganti. Survei Capital Hair & Beauty mencatat pengalaman buruk sebagai salah satu penyebab utama pelanggan mencari profesional rambut lain.

Selain itu, sulit mendapatkan jadwal, keinginan mengubah penampilan, ketidakcocokan dengan produk, dan kenaikan harga juga menjadi alasan seseorang berpindah.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa hubungan dengan barber tidak hanya ditentukan oleh hasil akhir sebuah potongan rambut. Kebiasaan, rasa nyaman, komunikasi, serta pemahaman terhadap gaya pelanggan ikut berperan dalam membuat seseorang bertahan.

Baca Juga: Debut di Asian Games Langsung Medali, Ini Sosok Luluk Diana yang Bawa Pulang Perunggu

Ganti barber berarti harus kenalan lagi dari awal, mulai dari gaya rambut sampai kebiasaan kecil saat cukur. Mungkin itu juga yang bikin sebagian pria lebih nyaman tetap dengan barber yang sudah mereka kenal. (Hanifatuz Zahra)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
hanifatuz zahra pria fakta unik barbershop potong rambut