SOLOBALAPAN.COM – Pernah melihat foto jalanan Jakarta zaman dulu dan bertanya-tanya, “Kendaraan yang bentuknya aneh itu namanya apa, ya?”
Sebelum jalanan dipenuhi mobil pribadi, bus, taksi, hingga transportasi berbasis aplikasi seperti sekarang, Indonesia punya berbagai moda transportasi yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Beberapa di antaranya bahkan begitu ikonik sampai namanya masih dikenal, meski kendaraannya sudah tidak lagi berseliweran di jalan.
Ada bajaj oranye, bemo, helicak, lori wagon, hingga oplet. Sebagian hilang karena digantikan kendaraan yang dianggap lebih sesuai dengan perkembangan kota, sementara lainnya berhenti beroperasi karena kebijakan pemerintah.
Berikut lima transportasi yang kini sudah menjadi bagian dari sejarah.
Baca Juga: Dorm Du Episode 3: Keteguhan Agrin Mempertahankan Hijab, Cerita Makin Menegangkan!
1. Bajaj Oranye
Generasi yang tumbuh di Jakarta pada era 1980-an atau 1990-an mungkin masih akrab dengan suara khas bajaj oranye. Kendaraan roda tiga dengan mesin bensin dua tak ini dulu menjadi salah satu angkutan umum yang mudah ditemukan di jalanan Ibu Kota.
Namun, keberadaannya perlahan digantikan bajaj biru berbahan bakar gas atau BBG. Pada 2015, Pemprov DKI Jakarta mencatat sekitar 7.000 dari total 14.000 bajaj oranye telah diremajakan menjadi bajaj biru.
Proses penggantian dilakukan bertahap. Bajaj oranye yang masih nekat beroperasi juga terancam tidak mendapatkan izin kelayakan.
Jadi, kalau sekarang melihat bajaj berwarna biru di Jakarta, kendaraan tersebut merupakan bagian dari proses peremajaan yang perlahan menghilangkan bajaj oranye dari jalanan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Nutrisi Tambahan, Ini Manfaat Hair Tonic untuk Kesehatan Kulit Kepala
2. Bemo
Bemo alias becak bermotor mulai digunakan sebagai angkutan umum di Jakarta sejak 1962. Kendaraan roda tiga ini menjadi salah satu moda transportasi jarak dekat yang cukup populer.
Tetapi perjalanan bemo di Ibu Kota akhirnya berakhir. Dinas Perhubungan DKI Jakarta secara resmi melarang bemo beroperasi mulai 6 Juni 2017 melalui Surat Edaran Nomor 84 Tahun 2017.
Sebagai gantinya, pemerintah menyiapkan program peremajaan angkutan lingkungan, termasuk penggunaan bajaj roda empat. Bahkan pada Juli 2017, sejumlah bemo yang telah dikandangkan mulai dihancurkan atau scraping.
Baca Juga: Bukan Cuma Bumbu, Ini Alasan Ayam Goreng Fast Food Punya Rasa yang Konsisten
3. Helicak
Kalau melihat bentuknya, helicak mungkin menjadi salah satu kendaraan paling unik yang pernah ada di Jakarta.
Nama helicak merupakan gabungan dari kata “helikopter” dan “becak”. Kendaraan ini mulai beroperasi pada 1971 pada masa Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin. Penumpang duduk di bagian depan dalam kabin, sedangkan pengemudi berada di belakang. Basis kendaraannya menggunakan skuter Lambretta dari Italia.
Sayangnya, usia helicak tidak panjang. Kendaraan ini akhirnya dilarang beroperasi oleh Pemprov DKI Jakarta pada 1987. Salah satu persoalan yang menjadi sorotan adalah faktor keselamatan karena posisi penumpang berada di bagian depan kendaraan.
Kini, helicak lebih sering muncul dalam foto-foto arsip transportasi Jakarta daripada di jalan raya.
4. Lori Wagon
Jauh sebelum kendaraan bermotor mendominasi jalanan, ada pula moda transportasi yang bentuknya mungkin akan membuat anak zaman sekarang bingung.
Namanya lori wagon. Kendaraan ini pernah digunakan di Aceh sekitar 1930-an. Bentuknya disebut menyerupai becak, tetapi lebih sederhana. Lori wagon digunakan oleh masyarakat pribumi maupun orang-orang Belanda pada masa tersebut.
Berbeda dengan bajaj atau bemo yang menggunakan mesin, lori wagon dioperasikan dengan cara dikayuh oleh pengemudi. Penumpang duduk di bangku terbuka sehingga kendaraan ini terlihat sangat berbeda jika dibandingkan dengan angkutan umum masa kini.
Karena sudah tidak digunakan sebagai moda transportasi umum seperti pada masanya, lori wagon kini lebih banyak dikenal melalui dokumentasi sejarah.
5. Oplet
Terakhir, ada kendaraan yang namanya mungkin langsung mengingatkan kita pada Si Doel Anak Sekolahan: oplet.
Oplet merupakan mobil penumpang berukuran kecil yang sudah digunakan sebagai angkutan umum di Jakarta sejak sekitar 1930. Kendaraan ini awalnya beroperasi di Jakarta Timur sebelum kemudian meluas ke wilayah lain.
Pada 1960-an hingga 1970-an, oplet menjadi salah satu angkutan umum yang populer di Jakarta. Namun, usia kendaraan yang semakin tua dan perkembangan moda transportasi membuat keberadaannya perlahan berakhir.
Pada 1979, Pemprov DKI Jakarta mengeluarkan kebijakan untuk menghapus oplet dan menggantinya dengan mikrolet.
Kini, oplet lebih banyak hidup dalam foto-foto lama, cerita orang yang pernah menaikinya, serta tayangan televisi yang menggambarkan Jakarta tempo dulu.
Dari bajaj oranye sampai oplet, hilangnya kendaraan-kendaraan tersebut sebenarnya menunjukkan bagaimana wajah transportasi Indonesia terus berubah. Kendaraan yang dulu menjadi bagian dari rutinitas harian akhirnya berubah menjadi benda nostalgia ketika kota membutuhkan moda transportasi yang berbeda.
Kalau kamu pernah melihat salah satu kendaraan ini secara langsung, berarti kamu punya pengalaman dengan bagian sejarah transportasi Indonesia yang mungkin sudah tidak dirasakan generasi sekarang.
Editor : Inayah Choirunisa