Jangan Langsung Dibuang! Ampas Kopi Bikin Tanamanmu Melek dan Senyam-Senyum

Ferry Ardi Susanto • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 18:33 WIB
ilusIlustrasi,manfaat ampas kopi untuk tanaman.(Google).
IlusIlustrasi pemanfaatan ampas kopi untuk kesuburan tanaman. (Google)

SOLOBALAPAN.COM - Bagi sebagian besar penikmat kopi, limbah ampas hitam yang tersisa di dasar cangkir kerap dianggap sampah tak berguna dan langsung dibuang.

Padahal, bagi koleksi tanaman hias dan sayuran di pekarangan rumah, ampas kopi adalah "nutrisi emas" yang sanggup membuat pertumbuhan daun makin segar dan lebat.

Meningkatnya tren berkebun di area perkotaan turut mempopulerkan kembali ampas kopi sebagai pupuk organik cair maupun padat.

Lantas, apa rahasia di balik limbah hitam ini hingga mampu membuat tanaman seolah "melek" dan tumbuh subur?

Baca Juga: Lamalera Punya Tradisi Berburu Paus, tapi Ada Satu Jenis yang Tak Boleh Diburu

Meski telah melewati proses penyeduhan dengan air panas, ampas kopi masih menyimpan beragam unsur hara makro dan mikro yang sangat dibutuhkan oleh tanah dan tanaman.

Di antaranya kandungan nitrogen, unsur utama yang merangsang pertumbuhan vegetatif, memicu pembentukan daun hijau yang lebat, serta memperkuat batang.

Selanjutnya senyawa fosfor dan kalium, membantu perkembangan sistem perakaran serta memperkuat daya tahan tanaman terhadap penyakit.

Berikutnya magnesium dan kalsium, membantu memperbaiki struktur tanah dan menunjang proses fotosintesis secara maksimal.

Ampas kopi juga mengandung bahan organik sebagai sumber makanan bagi mikroorganisme baik dan cacing tanah, yang berfungsi menggeburkan tanah.

Baca Juga: Sebelum Pinterest, Ada Majalah GADIS. Begini Cara Anak Muda Cari Inspirasi Dulu

1. Penyubur Tanah

Ampas kopi tergolong sebagai bahan organik kaya nitrogen (green matter).

Menambahkan ampas kopi ke dalam tumpukan kompos akan mempercepat proses pembusukan bahan kering (seperti dedaunan gugur) dan menghasilkan pupuk kompos berkualitas tinggi yang kaya nutrisi.

2. Mengundang Cacing Tanah

Cacing tanah sangat menyukai mikroorganisme yang tumbuh pada ampas kopi yang mulai terurai.

Keberadaan cacing tanah di dalam pot atau bedengan akan membuat struktur tanah tetap gembur, memiliki rongga udara yang baik, serta kaya akan kasgot (bekas cacing) yang menyuburkan.

3. Usir Hama

Tekstur ampas kopi yang kasar serta aroma tajam yang tersisa cukup dibenci oleh hama moluska seperti siput telanjang (slug) dan bekicot.

Menaburkan ampas kopi kering di sekeliling pangkal tanaman efektif membentuk benteng pertahanan alami agar daun tidak digerogoti.

4. Menjaga Kelembapan Tanah

Ampas kopi memiliki kemampuan menyerap dan menahan air dengan baik.

Ketika dicampurkan ke dalam media tanam dengan porsi yang tepat, ampas kopi membantu tanah mempertahankan kelembapan lebih lama, sehingga tanaman tidak cepat layu saat cuaca panas.

Baca Juga: Tencent Siapkan ECS Untuk Amankan 11 Nomor Esports Asian Games 2026

Catatan penting, hindari menyiramkan ampas kopi basah yang masih panas atau menggelembungkan ampas kopi tebal-tebal langsung di atas tanah pot.

Sebab ini dapat memicu pertumbuhan jamur liar dan mengikat kadar air berlebih.

Sebaiknya, angin-anginkan atau jemur ampas kopi hingga benar-benar kering sebelum ditaburkan tipis-tipis di atas media tanam.

Selanjutnya, campurkan ampas kopi kering dengan tanah humus atau sekam dengan perbandingan maksimal 10–20 persen dari total volume media tanam.

Tips selanjutnya, rendam dua cangkir ampas kopi bekas ke dalam satu ember air (sekitar 5 liter) selama 24 jam.

Gunakan air saringannya untuk menyiram area perakaran tanaman seminggu sekali. (cindy amelia putri)

Editor : Ferry Ardi Susanto
cindy amelia putri tanaman ampas kopi manfaat khasiat