SOLOBALAPAN.COM - Kalau baru pertama kali ke Jepang, jangan kaget kalau menemukan banyak kebiasaan yang berbeda dari Indonesia. Ada beberapa hal yang mungkin dianggap biasa di sini, tetapi sebaiknya tidak dilakukan sembarangan saat berada di Jepang.
Sebenarnya, tidak semuanya merupakan larangan resmi. Sebagian lebih berkaitan dengan tata krama dan kebiasaan masyarakat setempat. Lantas, apa saja “jangan” yang perlu diketahui wisatawan?
Baca Juga: 21 Pemain Garuda Sudah Tiba di Jakarta! Luke Vickery Tak Sabar Jalani Debut di FIFA ASEAN Cup 2026
1.Jangan Asal Memberi Tip
Memberikan tip bukan kebiasaan yang umum di Jepang. Harga yang dibayar biasanya sudah mencakup pelayanan, sehingga wisatawan tidak perlu merasa harus memberikan uang tambahan setelah makan, menginap di hotel, atau naik taksi.
2. Jangan Menelepon di Kereta
Kereta di Jepang dikenal dengan suasananya yang tenang. Berbicara tetap boleh, tetapi menelepon dengan suara keras sebaiknya dihindari karena bisa mengganggu penumpang lain.
Jika harus menerima telepon saat perjalanan tertentu, seperti Shinkansen, penumpang dapat menggunakan area di antara gerbong.
Baca Juga: Di Tengah Gelombang El Nino, BMKG Rilis Peringatan Hujan di Deretan Kota Besar Hari Ini!
3. Jangan Sembarangan Makan Sambil Jalan
Makan sambil berjalan bukan kebiasaan yang umum dilakukan, terutama di kawasan yang ramai. Biasanya makanan dinikmati di tempat yang sudah disediakan atau setelah menemukan lokasi yang tidak mengganggu orang lain.
4. Jangan Buang Sampah Sembarangan
Baca Juga: Merayakan Hari Badak Sedunia, Badak Jawa Cuma Bisa Ditemukan di Satu Tempat
Tempat sampah di sejumlah kawasan Jepang memang tidak selalu mudah ditemukan. Namun, kondisi tersebut bukan berarti orang bebas meninggalkan sampah.
Banyak orang memilih membawa sampahnya sendiri sampai menemukan tempat pembuangan yang tersedia.
5. Jangan Berlebihan di Ruang Publik
Berpelukan atau berciuman di depan umum bukan sesuatu yang secara umum dilarang, tetapi menunjukkan kasih sayang secara berlebihan cenderung dihindari. Volume suara juga perlu dijaga, terutama di tempat yang tenang.
Baca Juga: Mahfud MD Soroti Sikap Defensif Presiden: Kritik Akademisi Jangan Diserang Balik
6. Jangan Nyebrang Sembarangan
Meski jalan sedang kosong, masyarakat tetap terbiasa menunggu lampu penyeberangan dan menggunakan zebra cross. Wisatawan juga sebaiknya mengikuti kebiasaan tersebut demi menjaga keselamatan dan keteraturan.
7. Jangan Lupa Lepas Sepatu
Sepatu biasanya dilepas sebelum masuk rumah, penginapan bergaya Jepang, ruangan bertatami, atau tempat tertentu. Area khusus untuk meletakkan alas kaki biasanya tersedia di pintu masuk.
Baca Juga: 21 Tahun Berlalu, Fin.K.L Akhirnya Comeback Lagi! Begini Nasib 4 Membernya Sekarang
8. Jangan Berisik di Tempat yang Tenang
Suasana tenang cukup dijaga di sejumlah ruang publik. Di dalam lift, misalnya, orang sering memilih diam atau berbicara seperlunya. Bukan aturan tertulis, tetapi lebih kepada kebiasaan untuk menjaga kenyamanan bersama.
Kalau diperhatikan, sebagian besar “jangan” tersebut sebenarnya bukan untuk membatasi orang. Kebiasaan itu lebih banyak berkaitan dengan cara menghargai ruang dan kenyamanan orang lain.
Membawa kembali sampah, menjaga suara di kereta, menunggu lampu penyeberangan, hingga melepas sepatu sebelum masuk ruangan menjadi kebiasaan kecil yang membuat kehidupan sehari-hari di Jepang tetap tertib. (Hanifatuz Zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber