Anak Orangutan Ini Tak Mau Lepas dari Induknya Saat Dievakuasi, Ternyata Bukan Sekadar Manja

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 06:14 WIB
Anak orangutan ini terlihat memeluk erat induknya saat dievakuasi dari area terdampak karhutla di Ketapang, Kalimantan Barat. Ternyata, kedekatan anak dan induk orangutan memang sangat kuat sejak lahir. (IG : International _animal_rescue)
Anak orangutan ini terlihat memeluk erat induknya saat dievakuasi dari area terdampak karhutla di Ketapang, Kalimantan Barat. Ternyata, kedekatan anak dan induk orangutan memang sangat kuat sejak lahir. (IG : International _animal_rescue)

SOLOBALAPAN.COM - Foto seekor anak orangutan yang memeluk erat induknya saat dievakuasi dari area terdampak kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kalimantan Barat belakangan menjadi perhatian.

Dalam foto tersebut, sang induk terlihat mendapatkan bantuan oksigen, sementara anaknya tetap menempel erat di tubuh sang induk.

Momen itu terjadi ketika tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) menyelamatkan induk dan anak orangutan dari Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan BaratBaca Juga: Pedro Acosta Raih Kemenangan Perdana MotoGP di Austria, Martin dan Bezzecchi Lengkapi Podium

Keduanya ditemukan bertahan di atas pohon akasia pada lahan sekitar 400 meter persegi yang dikelilingi perkebunan kelapa sawit.

Area tersebut terdampak kebakaran dan tidak memiliki sumber pakan yang cukup sehingga keduanya harus dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis. Proses penyelamatan dilakukan pada Jumat, 18 September 2026.

Foto yang tersebar di media sosial memperlihatkan anak orangutan memeluk induknya ketika sang induk mendapatkan bantuan oksigen.

Sekilas, perilaku tersebut memang terlihat seperti anak yang sedang mencari perlindungan dari induknya. Namun, bagi orangutan, kedekatan seperti ini sebenarnya merupakan bagian penting dari kehidupan mereka.

Anak orangutan memang menghabiskan waktu yang sangat lama bersama induknya. Orangutan Foundation International menjelaskan bahwa selama sekitar dua tahun pertama kehidupannya, anak orangutan sangat bergantung kepada induk untuk mendapatkan makanan dan berpindah tempat.

Baca Juga: Lawan Tabu Sosial, Nam Ji-hyun dan Kim Jae-yeong Bintangi Drakor 'Make Me Tingle'

Mereka biasanya menempel di bagian perut, samping tubuh, atau punggung induknya ketika sang induk bergerak di antara pepohonan.

Bahkan, hubungan tersebut tidak berhenti setelah anak mulai bisa bergerak sendiri. Anak orangutan dapat tetap berada dekat dengan induknya selama bertahun-tahun.

Pedoman konservasi IUCN menyebut bayi dan orangutan muda bergantung kepada induknya rata-rata sekitar delapan tahun atau lebih, termasuk untuk belajar makanan apa yang bisa dimakan serta kapan dan di mana makanan tersebut ditemukan.

Inilah yang membuat pelukan anak orangutan dalam foto evakuasi tersebut bukan sekadar tingkah lucu. Bagi anak orangutan, tubuh induk merupakan tempat berlindung sekaligus sumber berbagai kebutuhan penting selama masa pertumbuhannya.

Anak orangutan juga belajar banyak hal dengan mengikuti induknya. Mereka mengamati bagaimana induk mencari makanan, berpindah di antara pepohonan, membuat sarang, hingga mengenali lingkungan sekitar.

Baca Juga: Karna Tanding: Kisah Pertarungan Dua Saudara dalam dalam Perang Baratayuda

Orangutan Republik Foundation mencatat anak orangutan bahkan dapat tetap berada dalam jarak sekitar 10 meter dari induknya hingga berusia setidaknya enam tahun.

Karena itu, ketika berada dalam kondisi yang membuatnya terancam, sangat masuk akal jika anak orangutan tetap berada sedekat mungkin dengan induknya. Namun, kita juga tidak bisa memastikan kondisi emosional spesifik anak dalam foto hanya dari ekspresinya.

Yang dapat dijelaskan dari perilaku alami mereka adalah bahwa kontak fisik dan kedekatan dengan induk memang merupakan bagian penting dari masa perkembangan orangutan.

Kedekatan tersebut juga terlihat dalam pengamatan di alam. Smithsonian National Zoo menyebut bayi orangutan sudah mulai menempel pada induknya sejak lahir ketika sang induk bergerak di antara pepohonan. Mereka juga memiliki salah satu periode ketergantungan terpanjang terhadap induk di antara mamalia darat.

Sementara itu, kasus di Ketapang menunjukkan bagaimana kebakaran dan perubahan habitat dapat membuat satwa liar masuk ke situasi yang semakin berisiko.

Induk dan anak orangutan tersebut tidak hanya berada di area yang terdampak kebakaran, tetapi juga ditemukan di lahan yang dikelilingi perkebunan sawit dan tidak memiliki sumber pakan.

Setelah dievakuasi keduanya menjalani pemeriksaan dan perawatan medis. YIARI juga mencatat hingga pertengahan September 2026 sudah ada 21 orangutan yang dievakuasi akibat terdampak karhutla di Kalimantan Barat.

Foto anak orangutan yang memeluk induknya akhirnya menjadi lebih dari sekadar gambar mengharukan. Di balik momen tersebut ada fakta bahwa orangutan muda memang membutuhkan induknya dalam waktu yang sangat panjang.

Pelukan itu menjadi gambaran kecil dari hubungan induk dan anak yang membantu mereka bertahan hidup sekaligus belajar menjadi orangutan mandiri. (Luthfiana Sekar)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : Berbagai Sumber
orangutan kalimantan orangutan