Dikira Kucing Biasa, Hewan Ini Ternyata Spesies Baru yang Baru Ditemukan Setelah 100 Tahun

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 06:33 WIB
Leopardus tilcayo, spesies kucing liar baru dari hutan awan Yungas, Bolivia, berukuran lebih kecil dari kucing rumahan dengan pola bulu menyerupai macan tutul. (novataxa blog)
Leopardus tilcayo, spesies kucing liar baru dari hutan awan Yungas, Bolivia, berukuran lebih kecil dari kucing rumahan dengan pola bulu menyerupai macan tutul. (novataxa blog)

SOLOBALAPAN.COM - Seekor kucing kecil di Bolivia ternyata menyimpan sebuah rahasia yang baru terungkap setelah bertahun-tahun. Hewan yang sempat dikira kucing rumahan itu ternyata merupakan spesies kucing liar yang sebelumnya belum pernah secara resmi dikenal oleh ilmu pengetahuan.

Hewan tersebut kini diberi nama Leopardus tilcayo. Peneliti menyebutnya sebagai spesies kucing hidup baru pertama yang secara formal dideskripsikan dalam lebih dari satu abad.

Penemuan ini menjadi semakin menarik karena hewan tersebut sebenarnya sudah lama diketahui oleh masyarakat lokal.

Baca Juga: 7 Tips Berburu Tiket Pesawat Hemat Semarang ke Bali: Dari Perhitungan Waktu hingga Opsi Transit

Kisahnya bermula pada 2016 ketika seorang warga Bolivia menemukan seekor anak kucing di dekat kawasan hutan. Karena bentuk tubuhnya kecil, hewan itu sempat dibawa pulang dan dianggap sebagai kucing biasa.

Namun setelah dipelihara sekitar setahun, pemiliknya menyadari bahwa hewan tersebut ternyata merupakan satwa liar dan menyerahkannya ke Senda Verde Animal Refuge.

Di tempat tersebut, biolog Paola Nogales-Ascarrunz mulai memperhatikan ada sesuatu yang berbeda. Bentuk wajahnya kecil, telinganya pendek dan membulat, sementara tubuhnya memiliki pola roset besar yang lebih mirip macan tutul kecil daripada kucing rumahan.

Pada awalnya, peneliti mengira hewan tersebut termasuk kelompok tiger cat yang sudah dikenal dengan nama Leopardus tigrinus. Dugaan itu kemudian mulai diragukan ketika Nogales-Ascarrunz menyadari pola tubuh kucing tersebut tidak sesuai dengan referensi yang selama ini digunakan untuk mengenali spesies tersebut.

Untuk memastikan identitasnya, para peneliti kemudian menggunakan analisis genetik. Tim membandingkan genom lengkap dari 38 individu dalam genus Leopardus, termasuk beberapa spesimen yang berasal dari museum.

Baca Juga: Karakter Cewek Bisa Dilihat dari Kebiasaan Dandan dan Sehari-hari, Kamu Termasuk yang Mana?

Hasilnya mengejutkan. Kelompok kucing yang selama ini dianggap sebagai satu kelompok ternyata memiliki perbedaan genetik yang cukup besar dan terdiri dari lima spesies yang berbeda. Salah satunya adalah kucing dari Bolivia yang kemudian diberi nama Leopardus tilcayo.

Nama “tilcayo” sendiri bukan nama yang dibuat secara sembarangan oleh peneliti. Masyarakat lokal di wilayah tersebut memang sudah menggunakan sebutan tersebut secara turun-temurun untuk kucing liar ini. Peneliti akhirnya mempertahankan nama lokal itu sebagai nama spesies.

Secara fisik, Tilcayo memiliki ukuran yang cukup mungil. Panjang tubuhnya sekitar 45–46 sentimeter, sementara beratnya hanya sekitar 1,4 kilogram. Ukuran tersebut bahkan lebih kecil daripada rata-rata kucing rumahan.

Bulunya berwarna cokelat muda dengan pola roset gelap yang tidak beraturan. Penampilannya sekilas membuat hewan ini terlihat seperti macan tutul yang dibuat dalam ukuran mini.

Namun yang paling mengejutkan bukan ukurannya. Analisis genetik menunjukkan bahwa garis keturunan Leopardus tilcayo telah terpisah dari kelompok tiger cat lainnya sekitar 1,4 juta tahun lalu.

Artinya, hewan ini bukan spesies yang baru muncul beberapa tahun terakhir. Ia sudah memiliki sejarah evolusi yang sangat panjang, hanya saja baru sekarang berhasil dikenali secara resmi sebagai spesies tersendiri.

Baca Juga: Mengenal Dusun Pinal, Kampung Cantik di Tepian Danau Toba yang Belum Banyak Diketahui

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Current Biology pada 17 September 2026 tersebut juga mengubah pemahaman ilmuwan mengenai kelompok tiger cat di Amerika Selatan. Selain menemukan Leopardus tilcayo, penelitian itu mengidentifikasi satu subspesies baru di wilayah Yungas, Peru.

Sampai sekarang, kehidupan Tilcayo masih menyimpan banyak misteri. Peneliti belum mengetahui secara pasti berapa jumlah populasinya di alam liar, bagaimana pola reproduksinya, atau seberapa luas wilayah yang ditempatinya.

Bukti awal dari kamera jebak menunjukkan kucing ini kemungkinan lebih aktif pada malam hari. Sementara itu, sisa hewan pengerat yang ditemukan dalam sampel kotorannya menjadi petunjuk bahwa hewan pengerat kemungkinan termasuk makanannya.

Peneliti juga baru memiliki data langsung dari sangat sedikit individu hidup. Karena itu, masih banyak hal tentang spesies ini yang perlu dipelajari.

Tilcayo diketahui hidup di kawasan Yungas, hutan awan di lereng timur Pegunungan Andes, Bolivia. Kawasan tersebut memiliki keanekaragaman hayati tinggi, tetapi juga menghadapi tekanan seperti deforestasi, perluasan pertanian, kebakaran dan aktivitas pertambangan.

Penemuan ini akhirnya menunjukkan bahwa dunia satwa ternyata masih menyimpan banyak kejutan. Bahkan hewan yang selama bertahun-tahun bisa saja terlihat oleh manusia ternyata belum tentu sudah benar-benar dipahami oleh ilmu pengetahuan.

Leopardus tilcayo bukan kucing yang tiba-tiba muncul di hutan Bolivia. Ia sudah berevolusi selama jutaan tahun dan telah lama dikenal oleh masyarakat setempat. Yang baru adalah pengakuan ilmiahnya.

Jadi, di balik seekor “kucing kecil” yang awalnya dianggap biasa, ternyata tersimpan sebuah cabang baru dalam pohon keluarga kucing yang baru berhasil ditemukan dan diberi nama setelah lebih dari 100 tahun. (Luthfiana Sekar)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : Berbagai Sumber
bolivia leopardus tilcayo hewan kucing