SOLOBALAPAN.COM - Buat yang tumbuh di era 2000-an, The Simpsons mungkin bukan sekadar kartun biasa. Serial animasi tentang keluarga Simpson ini sudah lama dikenal karena leluconnya yang sering menyentil kehidupan sehari-hari, politik, teknologi, hingga kejadian di dunia nyata.
Namun belakangan, pembahasan mengenai “ramalan” The Simpsons kembali muncul di media sosial. Salah satunya terlihat dalam unggahan yang membahas sejumlah adegan The Simpsons yang dianggap mirip dengan kejadian nyata.
Salah satu yang menarik perhatian adalah gambar peta Asia Tenggara dari episode lama The Simpsons. Dalam gambar tersebut, wilayah yang diberi tulisan “Singapore” terlihat jauh lebih besar dan posisinya tidak sesuai dengan bentuk Singapura yang sebenarnya.
Baca Juga: Lengkapi Kuota Pemain Asing! de Red FC Resmi Rekrut Eks Gelandang Kreatif Persis Solo Dimitri Lima
Adegan itu memang berasal dari episode The Simpsons berjudul “Bart vs. Australia” yang tayang pada 1995. Dalam episode tersebut, Singapura memang terlihat pada globe yang digunakan dalam cerita. Namun gambar tersebut bukanlah ramalan bahwa sesuatu akan terjadi di Asia Tenggara. Bahkan, peta dalam adegan itu memang digambarkan secara tidak akurat untuk kebutuhan komedi.
Contoh lain yang sering muncul dalam pembahasan mengenai “ramalan The Simpsons” adalah adegan yang dikaitkan dengan kebakaran. Gambar dari serial tersebut kerap dipasangkan dengan foto kebakaran nyata, seolah-olah The Simpsons sudah menggambarkan kejadian tersebut jauh sebelum terjadi.
Padahal, klaim semacam ini perlu diperiksa satu per satu. Dalam kasus kebakaran Los Angeles pada 2025, misalnya, PolitiFact menemukan gambar yang digunakan untuk menyebut The Simpsons telah meramalkan kebakaran ternyata dibuat atau dimanipulasi dan bukan adegan asli seperti yang diklaim.
Bukan berarti semua cerita tentang “ramalan The Simpsons” dibuat-buat. Ada beberapa contoh yang memang membuat orang bertanya-tanya karena adegannya sudah muncul bertahun-tahun sebelum kejadian nyata.
Salah satu yang paling terkenal adalah episode “Bart to the Future” yang tayang pada 2000. Episode tersebut membawa penonton ke masa depan dan memperlihatkan Lisa Simpson sebagai presiden Amerika Serikat. Dalam ceritanya, Lisa menyebut dirinya mewarisi masalah anggaran dari Presiden Trump.
Baca Juga: Selama Ini Cuma Dikenal sebagai Pangan Alternatif, Ternyata Sorgum Bisa Jadi Brownies
Donald Trump kemudian benar-benar menjadi presiden Amerika Serikat pada 2016. Karena itu, adegan tersebut kembali ramai dibicarakan dan menjadi salah satu contoh paling terkenal ketika orang menyebut The Simpsons seperti telah mengetahui masa depan.
Pencipta The Simpsons, Matt Groening, juga kembali membahas fenomena tersebut dalam sebuah podcast pada September 2026. Ia menjelaskan bahwa banyaknya lelucon dan ide yang dibuat serial tersebut membuat sebagian di antaranya pada akhirnya terlihat seperti ramalan ketika terjadi di dunia nyata.
Masalahnya, The Simpsons sudah membuat cerita dalam jumlah yang sangat banyak. Hingga Juli 2026, Disney+ mencatat sudah ada 806 episode jika termasuk episode eksklusif Disney+. Serial ini juga telah berjalan sejak 1989 dan menjadi salah satu serial televisi dengan jumlah episode terbanyak.
Dengan jumlah cerita sebanyak itu, The Simpsons telah membahas hampir segala macam hal. Teknologi, politik, selebritas, olahraga, bencana, kehidupan keluarga, hingga tren masa depan semuanya bisa menjadi bahan lelucon.
Karena itu, ketika salah satu lelucon lama kebetulan terlihat mirip dengan kejadian yang muncul bertahun-tahun kemudian, kemiripan tersebut menjadi sangat mudah diperhatikan.
Baca Juga: Guru dan Murid Remake Video STORM Yung Lean, Bawa Ompreng MBG hingga Jadi Sorotan di Threads
Apalagi sekarang potongan adegan dari serial lama bisa dengan cepat beredar kembali melalui Instagram, Threads, TikTok, maupun X. Sebuah gambar tanpa konteks episode bisa dipasangkan dengan foto kejadian nyata, kemudian terlihat seolah-olah keduanya memang berhubungan.
Padahal, ada pula kasus yang benar-benar palsu. Reuters pernah memeriksa klaim bahwa The Simpsons meramalkan runtuhnya jembatan Francis Scott Key di Baltimore pada 2024.
Gambar yang beredar memperlihatkan karakter The Simpsons menyaksikan sebuah jembatan runtuh bersama kapal kargo, tetapi adegan tersebut tidak pernah muncul dalam episode The Simpsons.
Hal serupa terjadi dengan gambar Donald Trump yang disebut-sebut sebagai ramalan kematiannya. Reuters menemukan gambar Trump di dalam peti mati yang beredar di media sosial bukan berasal dari episode The Simpsons.
Produser eksekutif Matt Selman juga mengonfirmasi bahwa gambar tersebut tidak pernah muncul dalam serial.
Jadi, mengapa The Simpsons begitu sering disebut bisa meramal masa depan?
Jawabannya mungkin justru ada pada usia dan jumlah cerita serial tersebut. The Simpsons telah hadir selama lebih dari tiga dekade dan sudah membuat ratusan episode.
Disney+ bahkan memiliki kategori khusus bernama “The Simpsons Predict the Future” yang mengumpulkan episode-episode yang sering dikaitkan dengan prediksi masa depan.
Ditambah lagi, humor The Simpsons memang sering menggunakan kejadian nyata sebagai bahan satire. Para penulisnya mencoba membayangkan situasi yang menurut mereka lucu, aneh, atau mungkin terjadi.
Ketika salah satu bayangan tersebut kemudian memiliki kemiripan dengan kejadian nyata, publik tentu lebih mudah mengingatnya sebagai “ramalan”.
Jadi, apakah The Simpsons benar-benar bisa mengetahui masa depan?
Sejauh contoh-contoh yang sudah diperiksa, lebih tepat melihatnya sebagai kumpulan satire, prediksi kreatif, kebetulan, serta beberapa klaim yang ternyata palsu.
Ada adegan yang memang benar-benar dibuat bertahun-tahun sebelum kejadian nyata, tetapi ada pula gambar yang ternyata hasil manipulasi atau diberi konteks yang keliru.
Itulah yang membuat pembahasan mengenai “ramalan The Simpsons” tidak pernah benar-benar habis. Semakin lama serial ini berjalan dan semakin banyak ceritanya dibuat, semakin banyak pula adegan lama yang bisa dibandingkan dengan kejadian baru di dunia nyata. (Luthfiana Sekar)
Editor : Luthfiana SekarSumber : Berbagai Sumber