Buat Pecinta Astronomi, Jangan Lewatkan 22 September! Venus Bakal Bersinar Terang di Langit

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Jumat, 18 September 2026 | 13:04 WIB
Venus tampak sangat terang di langit barat setelah Matahari terbenam. Pada 22 September 2026, planet ini mencapai periode kecerlangan maksimum untuk penampakan malam. (Pinterest)
Venus tampak sangat terang di langit barat setelah Matahari terbenam. Pada 22 September 2026, planet ini mencapai periode kecerlangan maksimum untuk penampakan malam. (Pinterest)

 SOLOBALAPAN.COM - Buat pecinta astronomi atau siapa pun yang suka melihat langit malam, ada satu tanggal yang layak dicatat pada September 2026. Pada 22 September, Venus akan tampak sangat terang di langit setelah Matahari terbenam.

Fenomena tersebut dikenal sebagai The Greatest Brilliancy, yakni periode ketika Venus mencapai tingkat kecerlangan yang sangat tinggi jika dilihat dari Bumi.

Baca Juga: Penuh Filosofi Alam! Kelme Ungkap Makna Bunga Melati dan Warna Biru Laut di Jersey Anyar Timnas

National Astronomical Research Institute of Thailand (NARIT) mencatat Venus akan tampak menonjol pada malam 22 September 2026 dan dapat diamati dengan mata telanjang.

Venus akan muncul di arah barat setelah Matahari terbenam. Artinya, pengamatan bisa dilakukan tanpa harus memiliki teleskop atau peralatan astronomi khusus.

Selama langit cukup cerah dan pandangan ke arah barat tidak terhalang gedung, pepohonan, atau objek lain, Venus akan terlihat sebagai titik cahaya yang sangat terang.

NARIT memperkirakan kecerlangan tampak Venus dapat mencapai magnitudo -4,6. Dalam astronomi, semakin kecil angka magnitudo, semakin terang sebuah objek terlihat dari Bumi. Dengan tingkat kecerlangan tersebut, Venus akan terlihat jauh lebih mencolok dibandingkan bintang-bintang di sekitarnya.

Menariknya, ada hal yang mungkin terdengar aneh ketika Venus diamati menggunakan teleskop. Meski terlihat sangat terang dari Bumi, planet ini justru akan tampak seperti bulan sabit.

Baca Juga: CORTIS Bikin Kaget, Album Keduanya Tembus 4 Juta Kopi Hanya dalam Hitungan Bulan

Hal tersebut berkaitan dengan posisi Venus yang mengorbit Matahari lebih dekat dibandingkan Bumi. Karena berada di dalam orbit Bumi, Venus mengalami perubahan fase seperti Bulan.

Ketika Venus berada pada posisi tertentu, bagian yang terkena cahaya Matahari dan menghadap Bumi hanya berupa sebagian permukaan sehingga bentuknya terlihat seperti sabit.

Lalu, kenapa Venus bisa terlihat sangat terang ketika bentuknya justru sabit?

Kecerlangan Venus merupakan hasil kombinasi antara ukuran bagian planet yang terlihat bercahaya dan jaraknya dari Bumi. Ketika Venus berada pada jarak yang cukup dekat dan bagian yang diterangi Matahari masih memiliki ukuran yang cukup besar, cahaya yang dipantulkan ke arah Bumi menjadi sangat kuat.

Itulah sebabnya Venus tidak harus terlihat seperti bola penuh untuk menjadi sangat terang. Bahkan, fase sabit yang cukup besar dapat membuat planet ini mencapai kecerlangan maksimum.

Venus sendiri memang dikenal sebagai objek paling terang di langit malam setelah Bulan. Planet ini juga sering disebut sebagai bintang kejora ketika terlihat menjelang Matahari terbit atau bintang fajar, sedangkan ketika muncul setelah Matahari terbenam, Venus kerap disebut bintang senja.

Baca Juga: Dikira Hawkins Sudah Aman, Ternyata Stranger Things: Tales From ’85 Punya Teror Baru

Pada 22 September nanti, pengamatan dapat dilakukan tidak lama setelah Matahari terbenam dengan mengarahkan pandangan ke langit barat. Venus akan berada relatif rendah di atas horizon sehingga lokasi dengan pandangan terbuka ke arah barat akan lebih ideal.

Tidak perlu langsung menggunakan teleskop untuk menikmati fenomena tersebut. Mata telanjang sudah cukup untuk melihat Venus sebagai titik cahaya yang sangat terang. Justru teleskop baru akan memperlihatkan detail lain yang tidak dapat dilihat langsung, yakni bentuk Venus yang menyerupai sabit.

Bagi yang ingin mencoba mengabadikannya dengan kamera atau ponsel, mencari lokasi dengan pandangan horizon yang terbuka juga akan membantu. Namun, hasil foto tentu bergantung pada kemampuan kamera, kondisi langit, dan gangguan cahaya di sekitar lokasi.

Fenomena ini juga menjadi pengingat bahwa benda langit yang terlihat seperti bintang dari Bumi sebenarnya bisa merupakan planet. Venus tampak sangat terang bukan karena menghasilkan cahaya sendiri seperti bintang, melainkan karena memantulkan cahaya Matahari.

Jadi, kalau selama ini Venus hanya terlihat sebagai satu titik putih terang di langit, 22 September bisa menjadi waktu yang menarik untuk kembali memperhatikannya. Setelah Matahari tenggelam, coba arahkan pandangan ke barat dan cari objek paling mencolok di antara cahaya senja.

Jika kondisi cuaca mendukung, Venus akan menjadi salah satu objek langit yang paling mudah dikenali malam itu. Dan bagi yang memiliki teleskop, ada bonus menarik: planet yang tampak sangat terang tersebut justru akan memperlihatkan bentuk sabit. (Luthfiana Sekar)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : NASA
venus langit fenomena september