SOLOBALAPAN.COM - Sekilas, kawasan hijau di Pirangi do Norte, Brazil, tampak seperti hutan kecil yang dipenuhi pepohonan. Namun, pemandangan tersebut ternyata berasal dari satu pohon jambu mete yang tumbuh dengan bentuk tidak biasa.
Pohon tersebut dikenal sebagai Cajueiro de Pirangi. Lokasinya berada di Parnamirim, negara bagian Rio Grande do Norte, dan keberadaannya telah menjadi salah satu daya tarik di kawasan Pirangi do Norte.
Bukan batangnya yang membuat pohon ini terlihat berbeda. Justru cabang-cabangnya tumbuh melebar ke berbagai arah hingga menutupi area yang sangat luas.
Guinness World Records mencatat Cajueiro de Pirangi memiliki bentangan sekitar 8.500 meter persegi. Beberapa cabangnya bahkan dapat menjalar hingga sekitar 50 meter dari bagian utama pohon.
Ukuran tersebut membuat wujudnya tidak lagi terlihat seperti pohon jambu mete pada umumnya. Dari kejauhan, bagian yang tampak justru menyerupai kumpulan pohon yang tumbuh berdekatan.
Padahal, batang dan cabang yang memenuhi kawasan tersebut masih berasal dari satu pohon yang sama.
Baca Juga: Jadwal, Format, dan Prize Pool pada PMGO Season 2 Main Event
Bentuk unik itu berkaitan dengan cara tumbuh cabangnya. Sebagian cabang Cajueiro de Pirangi berkembang menyamping sehingga terus memanjang sebelum akhirnya melengkung ke bawah.
Ketika cabang mencapai permukaan tanah, bagian tersebut dapat menumbuhkan akar. Akar baru itu kemudian membuat cabang seolah-olah berubah menjadi batang tersendiri.
Proses tersebut tidak berhenti pada satu cabang. Pertumbuhan yang sama terjadi berulang sehingga pohon perlahan mengambil ruang yang semakin luas.
Baca Juga: IHSG Turun, Haruskah Kita Ikut Panik? Ternyata Begini Dampaknya ke Kehidupan Sehari-hari
Inilah yang membuat Cajueiro de Pirangi terlihat seperti hutan ketika dilihat dari dalam. Pengunjung dapat menemukan bagian-bagian pohon yang tampak seperti batang berbeda, meski semuanya masih terhubung dengan tanaman yang sama.
Ada cabang yang tumbuh mendatar, ada yang melengkung hingga menyentuh tanah, sementara bagian lainnya kembali tumbuh ke atas setelah membentuk akar.
Kondisi tersebut juga membuat batang utama pohon tidak mudah dikenali. Pertumbuhan cabang yang terus melebar menjadikan struktur Cajueiro de Pirangi terlihat seperti kumpulan pohon yang saling berhimpitan.
Keunikan pertumbuhannya turut membuat pohon ini tercatat dalam Guinness World Records sebagai pohon jambu mete terbesar di dunia berdasarkan luas bentangannya.
Baca Juga: Duka Pers Solo Memuncak! PFI, AJI, dan PWI Gelar Aksi Menyalakan Lilin Doakan 5 Jurnalis Hilang
Cajueiro de Pirangi juga memiliki sejarah yang cukup panjang. Pohon tersebut disebut ditanam pada 1888 oleh seorang nelayan setempat bernama Luiz Inácio de Oliveira.
Lebih dari satu abad kemudian, pohon itu masih terus tumbuh dan memperluas cabangnya. Usianya yang panjang membuat bentuk Cajueiro de Pirangi semakin jauh dari gambaran pohon jambu mete biasa.
Pertumbuhannya yang terus berlangsung tentu membutuhkan pengelolaan. Cabang-cabang yang semakin melebar perlu diperhatikan agar tetap dapat berkembang tanpa mengganggu kawasan di sekitarnya.
Bagi kawasan Pirangi do Norte, keberadaan pohon tersebut bukan sekadar soal ukuran. Cajueiro de Pirangi telah menjadi bagian dari identitas tempat dan menarik perhatian karena bentuknya yang sulit ditemukan pada pohon jambu mete lain.
Menariknya, kesan pertama saat melihatnya justru bisa membuat orang salah mengira. Kawasan yang tampak seperti hutan ternyata hanya berasal dari satu pohon yang tumbuh dengan cara berbeda.
Cabang yang menjalar, menyentuh tanah, lalu membentuk akar baru membuat satu pohon tersebut terus berkembang hingga memenuhi area yang sangat luas.
Dari sinilah keunikan Cajueiro de Pirangi terlihat. Bukan karena terdapat ribuan pohon yang tumbuh berdampingan, melainkan karena satu pohon jambu mete mampu membentuk lanskap hijau seluas ribuan meter persegi.
Jadi, ketika melihat kawasan hijau di Brasil yang sekilas tampak seperti hutan, bisa jadi pemandangan tersebut bukan kumpulan pepohonan. Di Pirangi do Norte, semua itu berasal dari satu pohon jambu mete bernama Cajueiro de Pirangi. (Hanifatuz Zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber