12 September 1940, Seekor Anjing Membawa Empat Remaja ke Gua Misterius. Isinya Bikin Geger Dunia

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 15:05 WIB
Gua Lascaux di Prancis terkenal dengan lukisan dan ukiran prasejarahnya. Tempat ini ditemukan empat remaja pada 12 September 1940 setelah sebelumnya seekor anjing menemukan sebuah lubang di bukit. (Lascaux)
Gua Lascaux di Prancis terkenal dengan lukisan dan ukiran prasejarahnya. Tempat ini ditemukan empat remaja pada 12 September 1940 setelah sebelumnya seekor anjing menemukan sebuah lubang di bukit. (Lascaux)

SOLOBALAPAN.COM - Kalau seekor anjing tiba-tiba menghilang ke sebuah lubang di tanah, mungkin kebanyakan orang akan memilih untuk memanggilnya kembali. Namun, apa yang terjadi pada September 1940 justru berujung pada salah satu penemuan arkeologi paling terkenal di Prancis.

Anjing tersebut bernama Robot. Pada 8 September 1940, Robot sedang berjalan bersama pemiliknya, Marcel Ravidat, di sebuah bukit dekat Montignac, Dordogne, Prancis. Tiba-tiba Robot masuk ke sebuah lubang di tanah yang terbuka di lereng bukit.

Baca Juga: Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda! Tim SAR Gempur Jalur Laut dan Udara

Marcel kemudian menyadari bahwa lubang tersebut mungkin mengarah ke sebuah rongga di bawah tanah. Ia bahkan mencoba memasukkan batu ke dalamnya dan mendengar batu itu jatuh cukup jauh.

Namun, saat itu ia belum bisa mengeksplorasinya karena tidak memiliki peralatan yang cukup.

Empat hari kemudian, tepat pada 12 September 1940, Marcel kembali ke lokasi tersebut. Kali ini ia tidak datang sendirian. Ia mengajak tiga temannya, yakni Jacques Marsal, Georges Agniel, dan Simon Coencas.

Mereka memperbesar lubang tersebut dan mulai masuk ke dalamnya dengan peralatan seadanya. Dari sinilah petualangan mereka berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar rasa penasaran anak-anak muda.

Di dalam gua, mereka menemukan ruang yang dindingnya dipenuhi gambar. Ada kuda, banteng, rusa, dan berbagai hewan lainnya. Lukisan-lukisan tersebut ternyata merupakan karya manusia pada masa prasejarah.

Salah satu bagian yang mereka temukan bahkan menggambarkan sosok manusia yang berhadapan dengan seekor bison. Penemuan itu kemudian dikenal sebagai Gua Lascaux.

Baca Juga: “Aku yang Pink, Kamu yang Ungu!” Kenapa Barbie Begitu Melekat dengan Masa Kecil?

Situs resmi Kementerian Kebudayaan Prancis mencatat bahwa empat remaja tersebut menemukan lukisan pertama ketika mereka menjelajahi lorong gua dengan bantuan lampu sederhana yang dibuat seadanya.

Mereka kemudian memberi tahu guru mereka, Léon Laval, yang masuk ke gua beberapa hari setelah penemuan tersebut.

Kisahnya menjadi semakin menarik karena Robot memang berperan dalam awal mula penemuan itu. Situs resmi Lascaux mencatat bahwa pada 8 September, Marcel sedang berjalan bersama anjingnya ketika Robot menemukan lubang di bukit. Empat hari kemudian, Marcel kembali bersama tiga temannya dan menemukan lukisan-lukisan di dalam gua.

Jadi, kalau ditarik dari awal ceritanya, semuanya bermula dari seekor anjing yang masuk ke sebuah lubang.

Gua tersebut ternyata bukan tempat biasa. Lascaux memiliki ratusan lukisan dan ribuan ukiran yang memberikan gambaran mengenai kehidupan serta ekspresi manusia pada masa prasejarah.

Situs resmi Lascaux menyebut usia dekorasi gua tersebut lebih dari 21.000 tahun, sementara UNESCO memasukkan Lascaux sebagai bagian dari kawasan situs prasejarah dan gua berhias di Lembah Vézère yang memiliki nilai luar biasa bagi sejarah seni prasejarah.

Baca Juga: Dulu Kita Punya Tugas Sendiri Saat Nonton Dora the Explorer:Cari Swiper, Lihat Peta, sampai Teriak No Swiping!

Popularitas Lascaux kemudian berkembang sangat cepat. Gua tersebut dibuka untuk pengunjung pada 1948 dan didatangi begitu banyak orang hingga keberadaan manusia di dalam gua mulai mengancam kelestarian lukisan. Pada 1963, Lascaux akhirnya ditutup untuk umum agar lukisan-lukisan di dalamnya dapat dilindungi.

Sekarang pengunjung tidak bisa bebas masuk ke gua aslinya. Sebagai gantinya, terdapat replika seperti Lascaux II dan Lascaux IV yang memungkinkan orang melihat kembali gambaran gua tanpa mempertaruhkan kondisi situs aslinya.

Menariknya, empat remaja yang menemukan Lascaux juga kemudian memiliki hubungan panjang dengan gua tersebut. Marcel Ravidat dan Jacques Marsal bahkan menjadi pemandu ketika Lascaux dibuka untuk umum pada 1948.

Namun, bagian paling tidak terduga dari seluruh cerita mungkin tetap berada di awal.

Bukan arkeolog yang menemukan Lascaux. Bukan pula ilmuwan yang sedang melakukan ekspedisi. Semua bermula dari seekor anjing bernama Robot masuk ke sebuah lubang. (Luthfiana Sekar)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : Lascaux, Kementerian budaya prancis
12 September Gua Lascaux prananda prabowo