Di Balik Second Account Instagram, Mengapa Remaja Memilih Menampilkan Sisi Lain di Ruang Digital?

tim solobalapan • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 08:11 WIB
Second account Instagram menjadi ruang berbagi yang lebih personal dengan lingkaran pengikut terbatas.(Digital Marketing Skill Institute)
Second account Instagram menjadi ruang berbagi yang lebih personal dengan lingkaran pengikut terbatas.(Digital Marketing Skill Institute)

SOLOBALAPAN.COM - Punya dua akun Instagram kini bukan hal yang asing bagi sebagian pengguna muda. Satu akun terlihat lebih rapi dan terkurasi, sementara akun lainnya justru berisi unggahan yang lebih spontan dan personal.

Second account atau akun kedua biasanya memiliki lingkaran pengikut yang lebih terbatas. Kondisi tersebut membuat penggunanya lebih leluasa membagikan cerita sehari-hari, foto random, hingga hal-hal yang tidak selalu ingin ditampilkan di akun utama.

Baca Juga: Prompt Tren Foto 80-an Anti Gagal di ChatGPT, Siap Pakai Tanpa Ubah Wajah Asli Paling Realistis

Berbeda dengan akun utama yang cenderung menjadi tempat untuk menampilkan citra diri. Foto bersama teman, kegiatan, pencapaian, hingga momen tertentu biasanya dipilih terlebih dahulu sebelum diunggah.

Bukan berarti semua unggahan di akun utama dibuat-buat. Hanya saja, ada pertimbangan mengenai siapa yang akan melihat dan kesan seperti apa yang ingin ditampilkan.

Sementara itu, second account memiliki karakter yang lebih tertutup. Pengikutnya bisa berasal dari teman dekat atau orang-orang tertentu yang dianggap cukup mengenal pemilik akun.

Gambaran tersebut terlihat dalam penelitian Sumaiyah Menjamin dan Khairany Amelia Putri yang terbit di Journal of Sumatera Sociological Indicators pada 2026. Penelitian terhadap 28 pengguna Instagram aktif berusia 13–20 tahun menemukan 25 responden atau 82,1 persen memiliki akun kedua. Akun utama lebih banyak digunakan untuk menampilkan identitas yang telah dikurasi, sedangkan akun kedua cenderung digunakan untuk ekspresi yang lebih pribadi.

Baca Juga: Mengenal Sea Moss Gel, Superfood Viral Kaya Nutrisi Untuk Kesehatan Tubuh Dan Kulit

Angka 82,1 persen tersebut tentu tidak bisa diartikan sebagai gambaran seluruh remaja. Jumlah responden dalam penelitian itu terbatas sehingga hasilnya lebih tepat dibaca sebagai gambaran dari kelompok yang diteliti.

Menariknya, perbedaan penggunaan dua akun tersebut tidak hanya berkaitan dengan jenis unggahan, tetapi juga dengan siapa yang menjadi penontonnya.

Di akun utama, audiens bisa jauh lebih beragam. Ada teman sekolah, keluarga, kenalan, bahkan orang yang tidak terlalu dekat. Karena itu, pengguna biasanya lebih mempertimbangkan unggahan yang akan dibagikan.

Pada second account, batas tersebut menjadi lebih kecil. Ketika hanya orang-orang tertentu yang mengikuti, pengguna memiliki ruang yang lebih longgar untuk menunjukkan sisi lain dari kesehariannya.

Baca Juga: Kenapa Juicy Luicy Viral Batal Manggung di Batam? Ini Duduk Perkara Polemik Over Bagasi vs Tagihan Hotel

Jika dilihat melalui teori dramaturgi Erving Goffman, kondisi ini cukup menarik. Goffman menggambarkan kehidupan sosial seperti sebuah panggung. Cara seseorang menampilkan dirinya dapat berubah bergantung pada situasi dan siapa yang berada di hadapannya.

Akun utama dapat dianalogikan sebagai front stage atau panggung depan. Di tempat ini, pengguna lebih memperhatikan bagaimana dirinya terlihat oleh orang lain.

Sedangkan second account dapat mendekati konsep back stage atau panggung belakang. Bukan berarti pengguna sepenuhnya menjadi “diri asli”, tetapi ada kebebasan yang lebih besar karena penontonnya sudah dibatasi.

Artinya, memiliki dua akun tidak otomatis menunjukkan seseorang mempunyai dua kepribadian. Bisa jadi, pengguna hanya memilih panggung yang berbeda untuk audiens yang berbeda.

Baca Juga: Avengers: Doomsday Makin Dekat, Siapa Saja yang Akan Muncul di Film Avengers Terbaru?

Bahkan pada akun kedua pun tetap ada proses memilih. Pemilik akun menentukan siapa yang boleh mengikuti, apa yang akan diunggah, dan hal apa yang masih ingin disimpan untuk diri sendiri.

Karena itu, second account juga tidak bisa dianggap sebagai satu-satunya cara untuk mendapatkan ruang pribadi di media sosial. Pengguna tetap bisa memakai satu akun, memanfaatkan fitur close friends, atau memilih tidak membagikan kehidupan pribadi secara berlebihan.

Pada akhirnya, dua akun Instagram lebih banyak berbicara tentang cara seseorang mengatur batas antara ruang yang ingin dibagikan kepada banyak orang dan ruang yang hanya ingin diketahui oleh lingkaran tertentu.

Bukan soal memiliki dua sisi, melainkan soal memilih kepada siapa sisi tertentu ingin diperlihatkan. (Hanifatuz Zahra)

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : Berbagai Sumber, solobalapan.com
second account media sosial instagram gaya hidup remaja