SOLOBALAPAN.COM - Kalau melihat Thomas & Friends sekilas, yang terlihat memang hanya kereta-kereta yang berjalan di jalur rel, membawa penumpang, mengangkut barang, atau sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.
Namun, ada satu hal yang membuat dunia Sodor terasa berbeda dari sekadar cerita tentang kereta: hampir setiap mesin di dalamnya memiliki sifat seperti manusia.
Baca Juga: Life Jacket Ditemukan di Selat Sunda, Basarnas Cek Kepemilikan 5 Jurnalis yang Hilang
Ada yang suka bercanda, ada yang mudah terburu-buru, ada yang merasa dirinya paling hebat, ada pula yang lebih tenang dan sering membantu teman.
Thomas sendiri dikenal sebagai kereta kecil yang berani, aktif, dan terkadang terlalu bersemangat sampai justru membuat dirinya terlibat masalah.
Gordon punya karakter yang berbeda. Sebagai salah satu kereta besar yang menarik kereta ekspres, ia dikenal percaya diri dan bangga dengan kemampuannya.
Bahkan materi resmi Thomas & Friends dari Mattel menggambarkan Gordon sebagai kereta yang bangga karena menjadi salah satu yang tercepat. Sementara itu, Percy dikenal sebagai kereta kecil yang lebih usil dan sering terlibat dalam berbagai kejadian karena terlalu bersemangat.
Perbedaan sifat tersebut sebenarnya membuat Thomas & Friends terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Anak-anak tidak hanya melihat bentuk kereta atau warna yang berbeda, tetapi juga bisa mengenali bahwa setiap karakter mempunyai cara sendiri dalam menghadapi masalah.
Thomas bisa menjadi gambaran anak yang ingin mencoba banyak hal meskipun terkadang terlalu terburu-buru. Gordon bisa terasa seperti sosok yang percaya diri dan suka menunjukkan kemampuannya.
Percy lebih mudah dibayangkan sebagai teman yang suka bercanda, tetapi kadang bertindak tanpa berpikir panjang.
Dengan begitu, kereta-kereta tersebut tidak lagi terasa seperti benda mati. Mereka berubah menjadi karakter yang bisa memiliki hubungan satu sama lain.
Konsep seperti ini juga membuat anak lebih mudah menggunakan karakter tersebut dalam permainan. Sebuah kereta mainan tidak harus berhenti sebagai benda yang hanya didorong di atas rel.
Anak bisa membuat Thomas sedang membantu Percy, membayangkan Gordon sedang terburu-buru menarik kereta, atau membuat cerita sendiri tentang apa yang terjadi di stasiun.
Baca Juga: Sejarah Baru Dimulai! Indonesia Resmi Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Perdana FIFA ASEAN Cup 2026
Hal tersebut memang menjadi salah satu nilai yang ditekankan oleh Fisher-Price dalam permainan Thomas & Friends.
Dalam materi untuk orang tua, Fisher-Price menjelaskan bahwa permainan imajinatif menggunakan karakter yang sudah dikenal anak dapat membantu perkembangan bahasa, keterampilan sosial, kepercayaan diri, serta empati.
Anak juga dapat menggunakan mainan dan karakter yang mereka sukai untuk membuat cerita sendiri.
Jadi, kehadiran sifat yang berbeda-beda pada setiap kereta bukan sekadar supaya ceritanya lebih ramai. Karakterisasi membuat anak punya lebih banyak bahan untuk membangun imajinasi.
Misalnya, ketika seorang anak bermain dengan dua kereta yang memiliki sifat berbeda, ia bisa menciptakan percakapan, konflik kecil, sampai penyelesaian masalah sendiri.
Baca Juga: Efek Rumah Kaca, Indonesian Rock Indie Band Pengisi OST Film Laut Bercerita bersama Knogg
Kereta yang satu bisa dianggap terlalu percaya diri, sementara kereta lainnya menjadi teman yang membantu ketika sesuatu berjalan tidak sesuai rencana.
Menariknya, pola seperti ini sudah menjadi bagian dari Thomas sejak awal perkembangannya. Thomas & Friends berakar dari buku The Railway Series karya Pendeta Wilbert Awdry.
Cerita-cerita tersebut memang menggunakan lokomotif sebagai tokoh yang memiliki karakter dan hubungan satu sama lain, bukan sekadar kendaraan yang menjadi latar cerita.
Ketika kemudian berkembang menjadi serial televisi dan berbagai bentuk permainan, konsep tersebut tetap menjadi bagian penting dari identitas Thomas & Friends.
Bahkan hingga sekarang, Thomas tidak hanya hadir sebagai tontonan, tetapi juga sebagai mainan yang memang dirancang untuk mendorong permainan imajinatif.
Itulah sebabnya anak yang menyukai Thomas & Friends bisa saja tidak terlalu peduli dengan cerita aslinya ketika sedang bermain. Mereka bisa mengambil Thomas, Percy, Gordon atau karakter lainnya lalu membuat cerita baru sesuai imajinasi sendiri.
Di situlah menariknya karakter kereta-kereta tersebut. Anak tidak perlu memahami dunia perkeretaapian secara mendalam untuk bisa menikmati Thomas & Friends.
Cukup dengan melihat bahwa satu karakter berani, karakter lain mudah panik, ada yang suka bercanda, dan ada yang lebih serius, anak sudah mempunyai dasar untuk menciptakan cerita.
Hal ini juga menjelaskan mengapa Thomas & Friends bisa terasa berbeda bagi setiap orang yang mengenalnya sejak kecil.
Ada yang mengingat Thomas karena warna birunya, ada yang lebih ingat Percy, sementara yang lain mungkin justru teringat Gordon atau karakter lain dengan sifat yang lebih menonjol.
Pada akhirnya, Thomas & Friends bukan hanya membuat kereta terlihat seperti manusia. Karakterisasi tersebut membuat anak belajar melihat benda sederhana sebagai bagian dari sebuah cerita.
Sebuah kereta bisa menjadi teman, tokoh utama, pembuat masalah, penolong, atau bahkan sosok yang harus belajar dari kesalahannya sendiri. Dan ketika anak mulai membuat versi ceritanya sendiri, di situlah sebuah tontonan berubah menjadi bagian dari permainan sehari-hari.
Jadi, kalau dulu kita hanya melihat Thomas sebagai kereta biru dengan nomor satu, ternyata ada alasan kenapa karakter-karakter di sekitarnya dibuat memiliki sifat yang berbeda. Thomas & Friends memang tidak hanya menjual kereta, tetapi juga menjual dunia kecil tempat anak bisa membuat cerita, mengenali berbagai karakter, dan bermain dengan imajinasinya sendiri.(Luthfiana Sekar)
Editor : Luthfiana SekarSumber : Mattel