SOLOBALAPAN.COM - Strawberry Shortcake mungkin masih diingat sebagai gadis kecil dengan topi stroberi, pakaian bernuansa merah muda, dan dunia yang dipenuhi kue serta buah-buahan.
Sekilas, konsepnya memang terlihat sederhana. Namun, kalau diperhatikan lebih jauh, karakter ini sebenarnya punya identitas yang jauh lebih kuat daripada sekadar tokoh kartun anak-anak.
Hampir semua hal yang melekat pada Strawberry Shortcake terasa manis. Namanya sendiri diambil dari salah satu makanan penutup, teman-temannya menggunakan nama seperti Blueberry Muffin, Lemon Meringue, Orange Blossom hingga Raspberry Tart, sementara dunianya dipenuhi kegiatan memasak, membuat kue, berkebun, bermain, dan menghabiskan waktu bersama teman.
Baca Juga: Sejarah Baru Dimulai! Indonesia Resmi Ditunjuk Jadi Tuan Rumah Perdana FIFA ASEAN Cup 2026
Konsep tersebut ternyata memang sudah menjadi bagian dari Strawberry Shortcake sejak awal kemunculannya. Karakter ini pertama kali diperkenalkan melalui kartu ucapan American Greetings pada 1973.
Beberapa tahun kemudian, penampilannya berkembang menjadi karakter yang lebih dikenal publik dan pada 1980 hadir boneka Strawberry Shortcake yang terkenal dengan aroma stroberi. Pada tahun yang sama, serial animasinya juga mulai diperkenalkan.
Artinya, identitas Strawberry Shortcake sejak awal tidak hanya dibangun melalui cerita. Ada unsur yang sengaja dibuat bisa dirasakan dan diingat lewat benda-benda di sekitarnya.
Aroma menjadi salah satu contohnya. Boneka Strawberry Shortcake dari era awal dikenal memiliki wangi khas yang membuat karakter tersebut terasa berbeda dari mainan anak-anak pada umumnya.
Elemen seperti ini membuat pengalaman mengenal Strawberry Shortcake tidak berhenti pada melihat gambar atau menonton cerita.
Dunia Strawberry Shortcake juga dibuat seperti sebuah tempat yang memang ingin ditinggali. Strawberryland digambarkan sebagai tempat kecil yang penuh kebun stroberi, rumah berbentuk stroberi, teman-teman dengan nama makanan, serta berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Spider-Man: Brand New Day Tembus US$2,4 Miliar, Kok Bisa Film Tom Holland Masih Diburu Penonton?
Strawberry sendiri digambarkan sebagai sosok yang optimistis, suka membantu, berusaha melakukan hal yang benar, dan tidak takut mencoba meski terkadang melakukan kesalahan.
Hal tersebut membuat karakter Strawberry Shortcake terasa dekat dengan konsep lifestyle yang sederhana. Ada kegiatan membuat makanan, merawat tanaman, berkumpul dengan teman, bermain bersama hewan peliharaan, hingga membuat sesuatu dengan tangan sendiri.
Baking bahkan masih menjadi bagian dari identitas Strawberry Shortcake sampai sekarang. Di situs resminya, terdapat “The Berry Best Baking Show” yang mengajak penonton mengikuti resep-resep yang terinspirasi dari karakter dan teman-temannya.
Ada pula resep yang bisa diikuti oleh pemula, sehingga aktivitas membuat makanan tidak hanya menjadi bagian dari cerita, tetapi juga dibuat menjadi kegiatan nyata.
Menariknya, identitas tersebut juga tidak berhenti di dunia makanan. Situs resmi Strawberry Shortcake saat ini memiliki bagian khusus bernama “Lifestyle” yang menampilkan berbagai produk, aktivitas, hewan peliharaan, hingga kolaborasi.
Ada konten tentang membaca, aksesori, kegiatan bersama hewan, permainan, sampai berbagai produk bernuansa Strawberry Shortcake.
Jadi, kalau sekarang Strawberry Shortcake terlihat cocok dengan tren benda-benda lucu, baking, warna pastel, hingga berbagai produk bertema nostalgia, sebenarnya karakter tersebut memang sudah mempunyai fondasi seperti itu sejak lama.
Yang membuatnya semakin menarik adalah bagaimana konsep tersebut bisa berubah mengikuti zaman tanpa kehilangan identitas utamanya.
Baca Juga: Avengers: Doomsday Makin Dekat, Siapa Saja yang Akan Muncul di Film Avengers Terbaru?
Ketika kembali diperkenalkan kepada generasi baru lewat serial “Berry in the Big City” pada 2021, Strawberry Shortcake tetap membawa unsur yang sudah melekat sejak dulu, seperti dunia stroberi, persahabatan, baking, dan karakter yang ceria. Namun, kemasannya dibuat lebih sesuai dengan cara anak-anak menikmati konten saat ini.
Bahkan menurut WildBrain, ketika Strawberry Shortcake kembali diperkenalkan untuk generasi baru, unsur seperti baking, aroma, persahabatan, dan petualangan tetap dipertahankan karena dianggap sebagai bagian penting dari identitas karakter tersebut.
Itulah sebabnya Strawberry Shortcake terasa lebih seperti sebuah “dunia” daripada sekadar satu karakter. Ada makanan, warna, aroma, hewan peliharaan, kegiatan membuat sesuatu, persahabatan, hingga berbagai produk yang bisa membawa karakter tersebut ke kehidupan sehari-hari.
Mungkin itu juga yang membuat Strawberry Shortcake tetap mudah dikenali setelah puluhan tahun. Karakter ini tidak hanya menawarkan cerita untuk ditonton, tetapi juga menawarkan sebuah suasana: dunia yang manis, penuh warna, dekat dengan makanan, dan selalu punya sesuatu untuk dilakukan.
Dari sebuah karakter di kartu ucapan pada 1973, Strawberry Shortcake akhirnya berkembang menjadi dunia yang bisa masuk ke mainan, buku, televisi, resep, permainan, hingga berbagai aktivitas lifestyle. Jadi, kalau selama ini Strawberry Shortcake cuma dikenal sebagai “kartun anak-anak yang ada stroberinya”, ternyata konsep di baliknya jauh lebih luas dari itu.(Luthfiana Sekar)
Editor : Luthfiana Sekar