Bukan Editan, Matahari Pernah ‘Digigit’ Bulan pada 11 September 2007

Luthfiana Sekar • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 12:59 WIB
Gerhana Matahari sebagian pada 11 September 2007 terlihat dari wilayah Amerika Selatan. Bulan menutupi sebagian piringan Matahari sehingga bentuknya tampak seperti sedang “digigit”. (Wikimedia)
Gerhana Matahari sebagian pada 11 September 2007 terlihat dari wilayah Amerika Selatan. Bulan menutupi sebagian piringan Matahari sehingga bentuknya tampak seperti sedang “digigit”. (Wikimedia)

SOLOBALAPAN.COM - Pernah melihat foto Matahari yang bentuknya seperti sedang digigit dari salah satu sisinya? Pemandangan seperti itu bukan hasil editan.

Pada 11 September 2007, fenomena tersebut benar-benar terjadi ketika Bulan melintas di depan Matahari dan membuat sebagian permukaannya terlihat tertutup dari Bumi.

Baca Juga: Bukan Cuma Pengganti Susu Sapi, Ini Efek Positif Susu Kedelai untuk Tubuh

Peristiwa itu dikenal sebagai gerhana Matahari sebagian. NASA mencatat gerhana tersebut sebagai gerhana Matahari terakhir yang terjadi pada 2007.

Fenomenanya berlangsung selama lebih dari empat jam secara global, mulai sekitar pukul 10.25 UTC hingga 14.36 UTC. Titik gerhana terbesar terjadi sekitar 12.31 UTC dengan magnitudo gerhana 0,7505. 

Lalu, sebenarnya apa maksudnya Matahari seperti “digigit” Bulan?

Istilah tersebut tentu bukan berarti Bulan benar-benar menggigit Matahari. “Gigitan” yang terlihat dari Bumi merupakan bagian dari piringan Matahari yang tertutup oleh Bulan.

Saat ketiga benda langit itu berada pada posisi yang tepat, Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Dari wilayah tertentu di Bumi, posisi tersebut membuat Bulan tampak melintas di depan Matahari.

Pada gerhana 11 September 2007, yang terjadi bukan gerhana total. Bulan hanya menggigit sebagian piringan Matahari.

Karena itu, dari Bumi Matahari tetap terlihat, tetapi bentuknya berubah seperti lingkaran yang bagian pinggirnya diambil sebagian. Inilah yang kemudian secara sederhana bisa digambarkan seperti Matahari sedang “digigit” Bulan.

Yang menarik, gerhana tersebut tidak bisa dilihat dari seluruh dunia. NASA mencatat wilayah yang berada dalam jalur gerhana sebagian meliputi sebagian Amerika Selatan, Antarktika dan Samudra Atlantik bagian selatan.

Baca Juga: Spider-Man: Brand New Day Tembus US$2,4 Miliar, Kok Bisa Film Tom Holland Masih Diburu Penonton?

Beberapa wilayah di Argentina, Brasil, Chile, Bolivia, Paraguay, Peru dan Uruguay termasuk daerah yang dapat menyaksikan fenomena tersebut.

Di Buenos Aires, Argentina, misalnya, gerhana mulai terlihat sekitar pukul 07.42 waktu setempat. Puncaknya terjadi sekitar pukul 08.48 ketika sekitar 40 persen piringan Matahari tertutup Bulan.

Besarnya bagian yang tertutup memang berbeda-beda tergantung lokasi pengamat. Semakin dekat suatu wilayah dengan jalur maksimum gerhana, semakin besar bagian Matahari yang terlihat tertutup.

Di beberapa wilayah Argentina lainnya, penampakannya bahkan lebih dramatis. Dari sekitar Ushuaia, misalnya, lebih dari 60 persen piringan Matahari dapat tertutup pada saat maksimum.

Karena itu, bentuk “gigitan” yang terlihat dari satu kota tidak selalu sama dengan yang terlihat dari kota lainnya.

Fenomena ini sebenarnya terjadi karena bayangan Bulan jatuh ke permukaan Bumi. Namun, karena posisi Bulan saat itu tidak membuat bayangan pusatnya melewati permukaan Bumi, tidak ada wilayah yang mengalami Matahari tertutup sepenuhnya.

Yang mencapai permukaan Bumi adalah bagian luar bayangan Bulan atau penumbra. Pengamat yang berada di dalam wilayah tersebut akan melihat gerhana Matahari sebagian. 

Ada alasan lain kenapa gerhana seperti ini tidak terjadi setiap kali Bulan memasuki fase Bulan Baru. Orbit Bulan mengelilingi Bumi ternyata sedikit miring dibandingkan bidang orbit Bumi mengelilingi Matahari.

Akibatnya, sebagian besar waktu Bulan Baru lewat sedikit di atas atau di bawah posisi Matahari jika dilihat dari Bumi. Hanya ketika posisi ketiganya cukup sejajar, bayangan Bulan bisa mengenai Bumi dan menghasilkan gerhana Matahari.

Baca Juga: Efek Rumah Kaca, Indonesian Rock Indie Band Pengisi OST Film Laut Bercerita bersama Knogg

Jadi, “Matahari digigit Bulan” sebenarnya adalah cara sederhana untuk menggambarkan salah satu fenomena astronomi yang paling menarik. Pada 11 September 2007, Bulan tidak benar-benar menghilangkan Matahari, tetapi melintas tepat di depannya sehingga sebagian piringan Matahari tertutup.

Dan karena posisi setiap pengamat berbeda, bentuk “gigitan” itu pun bisa terlihat berbeda-beda. Ada yang hanya melihat sedikit bagian Matahari tertutup, sementara wilayah lain bisa melihat lebih dari separuh piringannya menghilang di balik siluet Bulan.(Luthfiana Sekar)

Editor : Luthfiana Sekar
Sumber : NASA
2007 gerhana matahari argentina