SOLOBALAPAN.COM – Pernah melihat gaya fashion atau dekorasi yang terasa seperti keluar dari dunia dongeng? Warna-warna pastel, pita, renda, bunga, kupu-kupu, hingga aksesori berbentuk buah hadir dalam satu tampilan yang unik dan sedikit nyeleneh, tetapi justru menggemaskan.
Gaya tersebut kerap disebut whimsy atau whimsical.
Istilah ini belakangan semakin sering digunakan ketika membicarakan fashion, aksesori, dekorasi, hingga berbagai bentuk kreativitas. Secara umum, whimsy atau whimsical menggambarkan sesuatu yang unik, lucu, tidak biasa, sedikit aneh, tetapi tetap memiliki daya tarik.
Baca Juga: Bukan Sekadar Alas, Ini Alasan Nasi Gandul Khas Pati Disajikan dengan Daun Pisang
Dikutip dari Cambridge Dictionary, whimsical merujuk pada sesuatu yang tidak biasa, lucu, unik, atau sulit ditebak.
Dalam penerapannya, gaya whimsical memiliki karakter ceria, playful, bebas, dan penuh imajinasi. Tak heran jika gaya ini kerap bersinggungan dengan nuansa fairy, dunia fantasi, maupun keindahan alam.
Warna pastel, rok yang flowy, renda, pita, serta aksesori bertema alam seperti buah, bunga, dan kupu-kupu menjadi beberapa elemen yang sering muncul. Namun, whimsical tidak terbatas pada pakaian.
Baca Juga: Tren Kartu Pokemon Menular Ke Member LNGSHOT Ryul Dan Louis, Umbar Video Unboxing
Barang-barang yang digunakan sehari-hari pun dapat diberi sentuhan whimsical. Sebuah aksesori sederhana, misalnya, bisa dimodifikasi atau dibuat sendiri dengan menambahkan bentuk, warna, maupun ornamen tertentu sesuai karakter pemiliknya.
Yang menarik, whimsical justru tidak memiliki pakem yang kaku.
Tidak ada satu bentuk yang harus diikuti untuk bisa disebut whimsical. Gaya ini memberi ruang seluas-luasnya bagi seseorang untuk bereksperimen dan menerjemahkan imajinasi ke dalam benda yang dikenakan maupun digunakan.
Inspirasi bisa datang dari mana saja. Alam, karakter favorit, warna tertentu, bentuk benda, bahkan sesuatu yang terlihat sederhana di sekitar dapat diolah menjadi karya yang lebih personal.
Di sinilah daya tarik whimsical. Gaya tersebut bukan sekadar tentang bagaimana sesuatu terlihat lucu atau unik, melainkan bagaimana seseorang berani menunjukkan sisi kreatif dan imajinasinya.
Karena tidak terpaku pada satu style, whimsical dapat hadir dalam banyak bentuk. Setiap orang memiliki selera, karakter, dan estetika berbeda. Maka, setiap orang pun bisa menciptakan versi whimsical-nya sendiri.
Pada akhirnya, whimsical adalah tentang kebebasan bermain dengan imajinasi. Tidak harus sempurna, tidak harus mengikuti tren, dan tidak harus sama dengan orang lain. Selama mampu menghadirkan sesuatu yang unik, personal, dan menyenangkan, di situlah semangat whimsical menemukan bentuknya. (adhima aulia)
Editor : Kabun Triyatno