Belajar Frugal Living dari Upin-Ipin, 5 Kebiasaan Sederhana yang Masih Relevan

tim solobalapan • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 19:35 WIB
Keseharian Upin dan Ipin yang ternyata bisa jadi contoh buat kita.(Geotimes)
Keseharian Upin dan Ipin yang ternyata bisa jadi contoh buat kita.(Geotimes)

SOLOBALAPAN.COM - Upin dan Ipin dikenal lewat cerita keseharian mereka bersama teman-teman di Kampung Durian Runtuh. Meski dikemas sebagai tontonan anak-anak, berbagai cerita di dalamnya tak jarang menyelipkan pelajaran sederhana tentang kehidupan.

Salah satunya berkaitan dengan cara menggunakan uang dan barang. Jika diperhatikan, kehidupan dalam serial tersebut cukup dekat dengan prinsip frugal living, yakni menjalani hidup secara hemat dengan mempertimbangkan kebutuhan sebelum mengeluarkan uang.

Baca Juga: Liburan Keluarga Lebih Seru di LuxCamp Selo: Glamping Nyaman dengan Berbagai Aktivitas Seru untuk Anak

Konsep tersebut tidak berarti mengurangi semua pengeluaran. Frugal living mengajarkan seseorang untuk menggunakan sumber daya yang dimiliki secara bijak.

Beberapa kebiasaan dalam kehidupan Upin dan Ipin yang masih dapat diterapkan dalam keseharian.

1. Menikmati waktu luang tanpa harus belanja

Keseharian Upin, Ipin dan teman-temannya lebih banyak diisi dengan kegiatan sederhana. Mereka bermain, berkumpul dan melakukan berbagai aktivitas bersama tanpa harus pergi ke tempat yang membutuhkan banyak biaya.

Baca Juga: 4 Aroma yang Bisa Dicoba untuk Membuat Tikus Enggan Masuk Rumah

Kebiasaan tersebut bisa menjadi pengingat bahwa bersenang-senang tidak selalu membutuhkan uang. Menghabiskan waktu bersama keluarga, berolahraga, membaca buku atau sekadar berkumpul dengan teman dapat menjadi pilihan hiburan yang lebih hemat.

2. Tidak buru-buru mengganti barang

Kebiasaan menggunakan barang yang masih layak juga menjadi bagian dari pola hidup hemat. Barang yang belum rusak tentu tidak harus langsung diganti hanya karena muncul model baru.

Prinsip ini cukup relevan di tengah kebiasaan belanja yang semakin mudah dilakukan. Sebelum membeli barang pengganti, seseorang dapat mempertimbangkan kondisi barang yang sudah dimiliki.

Baca Juga: EVOS Divine Terpuruk di FFWS SEA 2026 Fall, Hilangnya Rasyah dan Manay Jadi Sorotan

Jika masih dapat digunakan, mempertahankannya bisa menjadi pilihan. Sementara jika mengalami kerusakan ringan, memperbaikinya terlebih dahulu juga dapat mengurangi pengeluaran.

3. Memanfaatkan barang yang masih ada

Kehidupan di Kampung Durian Runtuh juga menunjukkan bagaimana berbagai kegiatan dapat dilakukan dengan memanfaatkan apa yang ada di sekitar.

Hal serupa bisa diterapkan di rumah. Tidak semua kebutuhan harus dipenuhi dengan membeli barang baru. Barang yang masih tersedia dapat digunakan kembali selama kondisinya memungkinkan.

Selain membantu menghemat uang, kebiasaan tersebut juga membuat seseorang lebih bijak dalam menggunakan barang dan mengurangi kebiasaan membuang sesuatu sebelum waktunya.

Baca Juga: Megawati Hangestri Bikin Geger Cetak 38 Poin dan MVP Bawa Suwon Hyundai Hillstate Bungkam Klub Jepang

4. Menghargai uang sebelum membelanjakannya

Pesan mengenai pentingnya mengelola uang juga muncul dalam cerita Upin dan Ipin. Salah satunya melalui episode Rajin "Menyimpan, Bijak Belanja" yang mengangkat pengalaman mereka dalam mendapatkan dan menggunakan uang.

Dari cerita tersebut, ada pelajaran bahwa uang yang dimiliki sebaiknya tidak langsung dihabiskan. Menyisihkan sebagian dan memikirkan tujuan penggunaannya dapat menjadi kebiasaan yang baik.

Dalam kehidupan sehari-hari, prinsip ini bisa dimulai dari hal sederhana, misalnya membuat batas pengeluaran atau menyisihkan uang sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya.

Baca Juga: Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Laos Kualifikasi Piala Asia 2027: Misi Garuda Muda Rebut Poin Penuh

5. Membiasakan diri membedakan kebutuhan dan keinginan

Salah satu bagian penting dalam frugal living adalah kemampuan menentukan prioritas. Tidak semua barang yang menarik perhatian harus langsung dibeli.

Sebelum mengeluarkan uang, seseorang bisa mempertimbangkan apakah barang tersebut memang diperlukan atau hanya muncul sebagai keinginan sesaat.

Kebiasaan membedakan kebutuhan dan keinginan dapat membantu mengurangi pembelian yang tidak diperlukan. Uang yang tersisa pun bisa dialihkan untuk kebutuhan lain atau ditabung.

Pada akhirnya, gaya hidup hemat tidak harus dilakukan dengan cara terpaksa. Kebiasaan kecil dalam menggunakan uang dan barang justru bisa menjadi langkah awal untuk mengatur keuangan dengan lebih baik.

Cerita Upin dan Ipin menunjukkan bahwa hidup sederhana tidak selalu menghilangkan kesenangan. Ada banyak cara untuk menikmati keseharian tanpa mengeluarkan biaya lebih, selama seseorang mampu menentukan prioritas dan menggunakan apa yang dimilikinya dengan bijak. (hanifatuz zahra)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
frugalliving hidup hemat inspirasi upin dan ipin lifestyle