Kenapa Kafe di Sidoarjo Terapkan Aturan No Kids? Ternyata Ini Alasannya

tim solobalapan • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 19:21 WIB
Red Coffee and Plants, coffee shop di Sidoarjo yang menerapkan aturan no kids.(RedCoffee.id/Instagram)
Red Coffee and Plants, coffee shop di Sidoarjo yang menerapkan aturan "no kids". (RedCoffee.id)

SOLOBALAPAN.COM - Sebuah coffee shop di Sidoarjo tengah ramai dibicarakan setelah menerapkan aturan "no kids" bagi pengunjung yang membawa anak kecil. Kebijakan tersebut menjadi sorotan di media sosial dan memunculkan perdebatan di kalangan warganet.

Namun, aturan tersebut ternyata tidak dibuat tanpa alasan. Pengelola memiliki sejumlah pertimbangan yang berkaitan dengan kondisi tempat sekaligus konsep yang ingin dipertahankan.

Baca Juga: Kalau Kamu Tumbuh Besar Bersama SpongeBob, Sudah Berapa Lama Kartun Ini Ada?

Red Coffee and Plants di Buduran, Sidoarjo, merupakan coffee shop yang menawarkan suasana santai dengan banyak tanaman disekitarnya. Konsepnya mengarah pada slow living, sehingga pengunjung datang bukan hanya untuk menikmati makanan dan minuman, tetapi juga untuk mencari suasana yang lebih tenang.

Lewat media sosial, pengelola mengungkapkan sejumlah pertimbangan di balik aturan pembatasan tersebut.

1. Ada kolam di area coffee shop

Area kolam juga menjadi perhatian pengelola. Area tersebut dinilai dapat membahayakan anak-anak, khususnya ketika mereka beraktivitas tanpa pengawasan di sekitarnya.

Baca Juga: Sensasi Perkampungan Eropa di Kaki Gunung: Menikmati Panorama Alam dan Kuliner di Rustic Market Trawas

2. Smoking area

Kondisi lingkungan coffee shop juga menjadi sorotan. Tempat tersebut memiliki area yang digunakan untuk aktivitas merokok, sehingga ruangnya tidak sepenuhnya ditujukan untuk anak-anak.

Hal ini menjadi salah satu alasan pengelola membatasi kehadiran anak kecil di  area coffee shop.

3. Tidak menyediakan menu khusus anak-anak

Faktor lain terdapat pada pilihan menu. Coffee shop tersebut tidak menyediakan makanan atau minuman yang secara khusus ditujukan untuk anak-anak.

Alasan tersebut membuat tempat ini lebih cocok bagi pengunjung yang ingin menikmati kopi dan makanan, serta menghabiskan waktu dalam suasana yang tenang.

4. Konsep Slow living

Konsep slow living menjadi bagian dari Red Coffee and Plants. Banyaknya tanaman dan area yang dibuat untuk bersantai memberikan kesan sebagai tempat untuk beristirahat sejenak dari aktivitas sehari-hari.

Karena itu, pengelola berusaha mempertahankan suasana tersebut melalui aturan yang dianggap sesuai dengan konsep tempat.

Meski dikenal dengan aturan no kids, coffee shop tersebut tetap terbuka bagi pengunjung. Mereka yang berusia di atas 12 tahun masih diperbolehkan datang dan menikmati area yang tersedia

Perdebatan mengenai aturan ini muncul setelah seorang pelanggan yang datang bersama anaknya memberikan rating bintang satu karena merasa kecewa. Kejadian tersebut kemudian menyebar di media sosial dan mengundang beragam tanggapan.

Baca Juga: Tempat Foto Wisuda di Solo Selain Balekambang, Mana Favoritmu?

Ada yang menilai pemilik usaha juga berhak menentukan aturan sesuai dengan kondisi dan konsep tempat. Sementara itu, sebagian lainnya mempertanyakan kebijakan tersebut karena dianggap membatasi pengunjung yang datang bersama keluarga.

Hal ini menunjukkan bahwa coffee shop kini hadir dengan beragam konsep dan suasana. Sebagian tempat mengusung konsep ramah keluarga dengan menyediakan berbagai fasilitas, sementara lainnya memilih menghadirkan suasana yang lebih tenang dan ditujukan bagi pengunjung tertentu.

Aturan no kids yang diterapkan Red Coffee and Plants menjadi bagian dari konsep yang dipilih pengelola untuk menjaga suasana di dalam coffee shop. Kebijakan tersebut juga menunjukkan bahwa setiap tempat memiliki cara berbeda dalam menentukan karakter ruang dan kenyamanan pengunjungnya.

Karena itu, informasi mengenai aturan yang berlaku menjadi penting bagi pengunjung sebelum memilih tempat untuk didatangi. Bukan sekadar soal menikmati kopi, suasana dan ketentuan yang diterapkan juga dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan tempat yang sesuai. (hanifatuz zahra)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
RedCoffee no kids viral coffee shop sidoarjo