Bulu Ketiak Tak Lagi Dicukur, Kini Diwarnai Merah Muda hingga Hijau, Tren Apa Ini?

tim solobalapan • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 22:23 WIB

r
Selebgram asal china mewarnai bulu ketek. (instgram aesteutik)

SOLOBALAPAN.COM – Tren kecantikan terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Tak jarang, sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak lazim justru kembali populer dengan sentuhan berbeda.

Salah satunya adalah tren membiarkan bulu ketiak tumbuh dan kemudian mewarnainya dengan warna-warna mencolok. Tren ini menjadi perhatian di media sosial dan disebut banyak diminati anak muda yang ingin tampil berbeda sekaligus mengekspresikan diri.

Influencer asal China, Xiaokui, turut menjadi sorotan karena penampilannya yang berkaitan dengan tren tersebut. Bulu ketiak yang biasanya identik dengan kebiasaan mencukur atau menghilangkannya, kini justru dibiarkan tumbuh dan dijadikan media berekspresi.

Warna yang digunakan pun beragam, mulai dari merah muda, kuning, biru hingga hijau. Tampilan tersebut kemudian dibagikan melalui media sosial dan memunculkan beragam respons dari warganet.

Baca Juga: Kalau Kamu Tumbuh Besar Bersama SpongeBob, Sudah Berapa Lama Kartun Ini Ada?

Dari Dianggap Mengganggu hingga Jadi Media Ekspresi

Selama ini, bulu ketiak kerap dianggap sebagai sesuatu yang perlu dihilangkan demi alasan penampilan dan kebersihan. Namun, sebagian orang kini memilih membiarkannya tumbuh dan memberikan warna sesuai dengan gaya yang diinginkan.

Bagi mereka yang mengikuti tren tersebut, mewarnai bulu ketiak bisa menjadi salah satu bentuk ekspresi diri. Pilihan warna yang berani juga dianggap dapat meningkatkan rasa percaya diri.

Meski demikian, tren ini tidak lepas dari kritik. Sebagian warganet menganggap tampilan tersebut tidak lazim, sementara lainnya justru tertarik dan membagikan pengalaman maupun tips agar proses pewarnaan tidak menyebabkan masalah pada kulit.

Namun, perlu diperhatikan bahwa kulit ketiak termasuk area yang sensitif. Penggunaan produk bleaching maupun pewarna rambut di area tersebut berpotensi menyebabkan iritasi, terutama bagi orang yang memiliki kulit sensitif.

Tips Mewarnai Bulu Ketiak agar Kulit Tetap Aman

Bagi yang tetap ingin mengikuti tren ini, beberapa hal berikut perlu diperhatikan:

1. Lakukan patch test terlebih dahulu

Sebelum menggunakan produk bleaching atau pewarna, lakukan uji tempel pada area kulit yang aman sesuai petunjuk produk. Langkah ini bertujuan mengetahui apakah muncul reaksi alergi atau iritasi.

Jika timbul kemerahan, rasa terbakar, gatal, atau reaksi lain, sebaiknya hentikan penggunaan.

2. Jangan bleaching setelah mencukur atau waxing

Hindari penggunaan bahan bleaching segera setelah bulu ketiak dicukur atau di-waxing. Kulit dapat menjadi lebih sensitif setelah proses tersebut sehingga bahan kimia berpotensi menimbulkan rasa perih atau iritasi.

3. Lindungi kulit di sekitar bulu

Produk seperti petroleum jelly dapat digunakan untuk membantu melindungi kulit di sekitar area yang akan diberi produk. Namun, pastikan penggunaannya sesuai petunjuk dan jangan sampai mengganggu proses pewarnaan.

Baca Juga: Spirit of Progress, Kereta Futuristis yang Jadi Kebanggaan Australia pada Era 1930-an

4. Perhatikan waktu penggunaan

Jangan membiarkan produk bleaching terlalu lama. Ikuti waktu yang tertera pada kemasan dan segera bilas jika muncul rasa terbakar atau panas berlebihan.

5. Segera hentikan jika terjadi iritasi

Jika kulit mengalami rasa terbakar, bengkak, ruam, atau iritasi setelah penggunaan, segera bersihkan area tersebut dan hentikan pemakaian. Jika keluhan berlanjut atau cukup berat, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis.

Tren mewarnai bulu ketiak memang menjadi salah satu bentuk ekspresi yang mencuri perhatian di media sosial. Namun, mengikuti tren kecantikan tetap perlu mempertimbangkan kondisi kulit dan keamanan produk yang digunakan. (Cindy Amelia Putri).

 

Editor : Andi Aris Widiyanto
Sumber : solobalapan.com
cindy amelia putri bulu ketek viral media sosial anak muda