SOLOBALAPAN.COM – EVOS Divine mengawali FFWS SEA 2026 Fall dengan hasil yang kurang memuaskan.
Setelah week 1 yang dimulai sejak 14 Agustus 2026, tim tersebut hanya mampu menempati peringkat ke-15, sehingga progres tim belum berjalan mulus.
Hasil ini menjadi sorotan, karena EVOS Divine datang dengan status juara Esports World Cup (EWC) Free Fire 2025.
Setahun setelah mengangkat trofi dunia di Riyadh, Arab Saudi, peforma EVOS mengalami penurunan.
Pada EWC 2026, EVOS memang sempat mencatat dua booyah beruntun di fase grup, tetapi akhirnya hanya finis di posisi ke-10.
Perubahan komposisi menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan EVOS menuju musim Fall.
Rasyah dan Reyy memilih rehat dari roster, sementara tim mendatangkan Faizz dan IKAL untuk mengisi komposisi baru.
Perubahan tersebut membuat EVOS harus kembali membangun keseimbangan permainan bersama pemain-pemain yang berbeda.
Namun, persoalan EVOS tidak hanya berkaitan dengan absennya Rasyah dan Reyy.
Manay juga sudah tidak berada dalam struktur EVOS, sehingga perubahan yang terjadi menyentuh lebih dari sekadar komposisi pemain.
Kondisi tersebut dinilai turut memengaruhi lingkungan yang sebelumnya menjadi bagian dari perjalanan tim.
Caster Adji Sven menilai, Manay memiliki pengaruh besar terhadap EVOS, baik dari sisi in-game maupun out-game.
Menurutnya, Manay juga berperan dalam membantu membangun belief system tim ketika berada dalam situasi sulit.
Karena itu, kehilangan figur tersebut dinilai memberikan dampak yang cukup terasa bagi EVOS.
Di sisi lain, kehadiran Faizz dan IKAL tidak bisa langsung dinilai sebagai solusi instan.
Roster baru membutuhkan proses untuk membangun chemistry, komunikasi, pola permainan, hingga kepercayaan diri.
Perubahan pemain dalam waktu berdekatan membuat proses tersebut menjadi bagian dari pekerjaan EVOS pada musim ini.
Adji Sven menilai situasi tersebut perlu dilihat sebagai proses membangun kembali kekuatan tim.
Absennya Rasyah dan Reyy menjadi bagian dari perubahan roster, tetapi bukan satu-satunya faktor yang dapat menjelaskan posisi EVOS di klasemen.
Performa tim juga berkaitan dengan bagaimana komposisi baru tersebut menemukan pola permainan yang sesuai.
Menurut Adji Sven, Faizz dan IKAL mungkin membutuhkan satu hingga dua musim untuk benar-benar menunjukkan dampak maksimal bersama EVOS Divine.
Penilaian tersebut bukan berarti keduanya gagal pada musim ini, melainkan menunjukkan bahwa membentuk tim kompetitif membutuhkan waktu dan proses adaptasi.
Kini, EVOS Divine menghadapi tantangan untuk menemukan kembali identitas permainan di tengah perjalanan FFWS SEA 2026 Fall.
Posisi ke-15 pada Week 1 menjadi catatan awal.
Sementara perubahan roster dan struktur tim membuat proses berikutnya akan menjadi bagian penting dalam upaya EVOS kembali bersaing di level teratas. (monique millania)
Editor : Ferry Ardi Susanto