SOLOBALAPAN.COM — Chat setiap hari, saling perhatian, sering pergi berdua, bahkan mungkin sudah saling cemburu. Namun, ketika ada yang bertanya, “Kalian pacaran?” jawabannya justru, “Enggak, cuma dekat.” Hubungan seperti ini kini semakin sering disebut dengan satu istilah: situationship.
Istilah situationship digunakan untuk menggambarkan hubungan romantis atau seksual yang terasa seperti hubungan pacaran, tetapi tidak memiliki status, batasan, atau komitmen yang jelas. Dalam kajian tentang istilah hubungan modern, situationship juga dipahami sebagai hubungan yang tidak memiliki kesepakatan bersama mengenai arah hubungan dalam waktu dekat.
Secara sederhana, orang-orang yang berada dalam situationship bisa melakukan banyak hal yang biasanya dilakukan pasangan. Mereka dapat saling mengirim pesan setiap hari, bertemu, berkencan, memberikan perhatian, atau membangun kedekatan emosional. Bedanya, hubungan tersebut tidak secara jelas disebut sebagai pacaran dan belum tentu memiliki kesepakatan tentang masa depan.
Baca Juga: Makin Dewasa, Circle Pertemanan Makin Sempit? Tenang, Kamu Tetap Bisa Bersenang-senang dengan Caramu
Bukan Istilah yang Lahir dari TikTok
Kemunculan situationship sering dikaitkan dengan TikTok karena istilah ini memang sangat populer dalam konten bertema percintaan atau yang sering disebut DatingTok. Namun, TikTok bukan tempat lahirnya istilah tersebut.
Merriam-Webster mencatat penggunaan pertama situationship pada 2008. Sementara itu, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Contexts menunjukkan bahwa istilah tersebut telah digunakan setidaknya sejak awal 2010-an. Popularitasnya meningkat secara perlahan hingga sekitar 2022, kemudian melonjak dan semakin dikenal luas.
TikTok kemudian berperan sebagai salah satu media yang mempercepat penyebarannya.
Penelitian tersebut menemukan bahwa pola popularitas situationship di TikTok dalam beberapa tahun terakhir memiliki kecenderungan yang serupa dengan peningkatan pencarian istilah tersebut di Google. Artinya, TikTok bukan pencipta katanya, melainkan menjadi ruang penting yang membuat istilah tersebut semakin akrab bagi pengguna internet.
Baca Juga: Anak Muda Suka Berburu Tempat Estetik, Tidak Melulu Soal Foto
Mengapa Perlu Ada Istilah Situationship?
Munculnya istilah ini berkaitan dengan semakin beragamnya bentuk hubungan romantis. Hubungan tidak selalu berjalan dari tahap berkenalan, pacaran, kemudian menikah. Ada berbagai kondisi di antara tahapan tersebut yang sulit dijelaskan hanya dengan istilah “pacaran” atau “teman”.
Karena itu, situationship memberikan label untuk hubungan yang berada di wilayah abu-abu. Seseorang bisa merasa dekat dan memiliki ikatan emosional dengan orang lain, tetapi keduanya belum memiliki definisi hubungan yang sama.
Dalam bahasa Indonesia, istilah ini sekilas mirip dengan HTS atau hubungan tanpa status. Keduanya memang memiliki kemiripan, tetapi situationship biasanya digunakan secara lebih spesifik untuk hubungan romantis atau seksual yang memiliki kedekatan seperti pasangan, tetapi belum dianggap sebagai hubungan formal.
Popularitas istilah ini juga menunjukkan bahwa bahasa terus mengikuti perubahan cara manusia membangun hubungan. Penelitian sosiologi tentang istilah percintaan modern menyebutkan bahwa istilah seperti situationship muncul karena kosakata hubungan yang sudah ada tidak selalu cukup untuk menggambarkan pengalaman anak muda saat ini.
Jadi, jika seseorang berkata, “Kami dekat, sering jalan bareng, tapi bukan pacaran,” mungkin hubungan itu tidak lagi harus dijelaskan dengan kalimat panjang. Ada satu istilah yang kini semakin populer untuk menggambarkannya: situationship. (ina)
Editor : Inayah Choirunisa