“Bagusn't” dan “Keren't”, Gaya Baru Warganet Menulis “Nggak”

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 16:44 WIB
Fenomena bagusn
Fenomena bagusn't dan keren't menjadi permainan bahasa baru warganet di media sosial.

SOLOBALAPAN.COM - Pernah melihat komentar seperti “bagusn't” atau “keren't” di media sosial? Sekilas, tulisan tersebut terlihat seperti kata bahasa Indonesia yang mengalami typo.

Namun, jika sudah terbiasa melihat bahasa warganet, maksudnya justru mudah dipahami. “Bagusn't” berarti tidak bagus, sedangkan “keren't” digunakan untuk menyampaikan bahwa sesuatu tidak keren.

Fenomena tersebut merupakan salah satu bentuk permainan bahasa yang berkembang di media sosial. Warganet mengambil unsur bahasa Inggris, yakni -n't, lalu menempelkannya pada kata bahasa Indonesia untuk membentuk makna negasi atau “tidak”.

Dalam bahasa Inggris, -n't sebenarnya merupakan bentuk kontraksi dari not. Bentuk ini dapat ditemukan dalam kata seperti isn't (is not), don't (do not), can't (cannot), dan won't (will not). Jadi, -n't bukanlah akhiran yang secara bebas dapat ditempelkan pada semua kata dalam tata bahasa Inggris.

Baca Juga: Bikin Bingung Orang Tua! Ini 8 Istilah Gaul Generasi Z yang Lagi Ngetren Banget

Namun, di media sosial, aturan tersebut justru dimainkan. Kata bahasa Indonesia seperti “bagus”, “keren”, “mau”, “bisa”, atau “setuju” dapat diberi tambahan -n't sehingga menghasilkan bentuk seperti “bagusn't”, “keren't”, “mau't”, “bisa't”, dan “setuju't”.

Bukan Bahasa Inggris yang Salah Ketik

Kalau dilihat dari tata bahasa Inggris, bentuk seperti “bagusn't” tentu tidak tepat. Kata “bagus” bukan kosakata bahasa Inggris dan -n't tidak digunakan dengan cara tersebut.

Akan tetapi, tujuan penggunaan bentuk ini memang bukan untuk mengikuti tata bahasa Inggris. Warganet sedang menciptakan bentuk baru dengan memanfaatkan sesuatu yang sudah mereka kenal dalam bahasa Inggris. Maknanya kemudian ditangkap berdasarkan konteks.

Misalnya, seseorang mengunggah foto makanan dan mendapat komentar, “Enakn't.” Pembaca kemungkinan besar langsung memahami bahwa komentator sedang mengatakan makanan tersebut tidak enak. Begitu pula dengan “mau't” yang dapat dimaknai sebagai “tidak mau” atau “keren't” sebagai “tidak keren”.

Baca Juga: “Dorothea” Jadi Istilah untuk Teman Lama yang Tak Lagi Dekat, Apa Maksudnya?

Inilah yang membuat permainan bahasa semacam ini menarik. Secara struktur, bentuknya tidak mengikuti aturan baku bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia. Namun, secara komunikasi, pesannya tetap dapat dipahami.

Kok Bisa Warganet Memilih -n't?

Salah satu alasannya adalah karena bentuk tersebut terasa singkat sekaligus lucu. Daripada menulis “nggak bagus”, seseorang cukup menuliskan “bagusn't”. Bentuk yang tidak lazim itu kemudian menghasilkan efek humor karena pembaca mengenali pola bahasa Inggris yang sengaja ditempelkan pada kata Indonesia.

Fenomena ini juga memperlihatkan bagaimana pengguna media sosial tidak hanya menggunakan bahasa untuk menyampaikan informasi, tetapi juga bermain dengan bentuk kata. Dalam kajian linguistik, praktik semacam ini dapat berkaitan dengan campur kode, yaitu penggunaan unsur dari bahasa berbeda dalam satu tuturan.

Meski begitu, “bagusn't” tidak sekadar mencampurkan dua bahasa. Ada unsur kreativitas karena pola -n't yang sebenarnya berasal dari sistem bahasa Inggris digunakan dengan fungsi baru pada kata bahasa Indonesia. Karena itu, bentuk tersebut lebih tepat dipahami sebagai slang atau permainan bahasa di internet, bukan sebagai bentuk bahasa Indonesia atau bahasa Inggris yang baku.

Bahasa Internet Memang Suka “Nakal”

Kemunculan “bagusn't”, “keren't”, dan bentuk sejenis menunjukkan bahwa bahasa di media sosial memiliki ruang yang luas untuk bereksperimen. Pengguna dapat mengambil potongan kata, singkatan, istilah asing, bahkan aturan bahasa tertentu, kemudian menggunakannya dengan cara yang berbeda.

Selama orang lain dapat menangkap maksudnya, bentuk tersebut bisa menyebar dan menjadi kebiasaan di kelompok pengguna tertentu. Hal serupa juga terlihat pada berbagai slang internet lain yang awalnya terasa aneh, tetapi lama-kelamaan mudah dipahami karena sering muncul dalam percakapan.

Jadi, jika suatu hari melihat komentar “bagusn't” atau “keren't”, jangan buru-buru menganggapnya sebagai salah ketik. Bisa jadi, warganet memang sedang sengaja mengubah cara menulis “nggak” menjadi lebih singkat, kreatif, dan tentu saja sedikit usil. (ina)

Editor : Inayah Choirunisa
permainan bahasa warganet media sosial inggris