Tak Perlu Olahraga Lama, Jalan Singkat Setelah Makan Bisa Bantu Kendalikan Gula Darah

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 15:55 WIB
Jalan kaki singkat setelah makan terbukti membantu mengendalikan kenaikan gula darah dan respons insulin.
Jalan kaki singkat setelah makan terbukti membantu mengendalikan kenaikan gula darah dan respons insulin. (Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Setelah makan, rasanya memang paling nikmat kalau langsung duduk santai atau rebahan. Apalagi setelah makan siang saat tubuh mulai mengantuk. Namun, kebiasaan langsung diam dalam waktu lama setelah makan ternyata bisa diganti dengan aktivitas sederhana, yakni berjalan kaki sebentar.

Tidak harus jogging, pergi ke gym, atau berjalan sampai ribuan langkah. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa aktivitas fisik ringan dalam durasi singkat setelah makan dapat membantu mengendalikan kenaikan gula darah setelah makan.

Salah satu penelitian yang terbit dalam Scientific Reports pada 2025 menguji efek berjalan kaki selama 10 menit segera setelah mengonsumsi glukosa.

Baca Juga: Fenomena Outfit The Nuruls: Ketika Gaya Hijab Santai Menjadi Identitas Baru Gen Z

Penelitian tersebut melibatkan 12 orang dewasa muda sehat yang menjalani tiga kondisi berbeda, yakni beristirahat, berjalan selama 10 menit segera setelah konsumsi glukosa, dan berjalan selama 30 menit mulai 30 menit setelah konsumsi glukosa.

Hasilnya, berjalan selama 10 menit segera setelah konsumsi glukosa menghasilkan kadar glukosa rata-rata dan area di bawah kurva glukosa selama dua jam yang lebih rendah dibandingkan kondisi istirahat. Kadar puncak glukosa juga lebih rendah pada kelompok yang berjalan 10 menit segera setelah konsumsi glukosa.

Gerak Singkat Tetap Berarti

Temuan tersebut sejalan dengan penelitian lain yang lebih besar. Meta-analisis yang diterbitkan dalam Obesity Reviews pada 2026 menganalisis 53 penelitian dan memasukkan 39 penelitian ke dalam meta-analisis. Penelitian-penelitian tersebut membandingkan efek aktivitas singkat dengan duduk dalam waktu lama terhadap kadar glukosa dan insulin setelah makan.

Baca Juga: Bahaya Diet Terlalu Ketat: Waspadai Munculnya "Crab Face" yang Bikin Wajah Tampak Kusam dan Boros

Hasilnya menunjukkan bahwa jeda aktivitas dapat menurunkan respons glukosa dan insulin setelah makan. Di antara berbagai jenis aktivitas yang diteliti, berjalan kaki memberikan efek paling besar terhadap penurunan area di bawah kurva glukosa dan insulin.

Peneliti juga menemukan bahwa jeda aktivitas yang dilakukan secara berkala memberikan manfaat lebih besar dibandingkan terus duduk. Namun, penelitian tersebut tetap perlu dibaca secara proporsional karena sebagian besar studi yang dianalisis mengamati efek jangka pendek dalam kondisi terkontrol.

Artinya, jalan kaki sebentar setelah makan bukan berarti otomatis mencegah diabetes. Manfaat yang paling jelas dari penelitian tersebut adalah membantu mengendalikan respons gula darah setelah makan.

Tidak Harus Menunggu Lama

Penelitian lain yang diterbitkan dalam Journal of Sports Sciences pada 2024 juga memberikan gambaran serupa. Studi tersebut mengamati perempuan muda yang kurang aktif secara fisik dan membandingkan kondisi ketika mereka melakukan jalan cepat setelah makan dengan aktivitas sehari-hari seperti biasa.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa berjalan setelah makan menurunkan rata-rata kadar glukosa selama tiga jam setelah makan serta respons glukosa selama periode tersebut. Efek paling besar ditemukan setelah makan malam. Namun, penelitian itu tidak menemukan perubahan signifikan terhadap kendali glukosa selama 24 jam.

Temuan ini penting karena menunjukkan bahwa manfaat berjalan setelah makan tidak harus diterjemahkan sebagai perubahan besar terhadap kondisi kesehatan secara keseluruhan. Efeknya lebih terlihat pada bagaimana tubuh merespons makanan dalam beberapa jam setelah makan.

Bisa Dimulai dari Jalan Santai

Kalau selama ini olahraga sering terasa berat karena membutuhkan waktu khusus, berjalan setelah makan bisa menjadi pilihan aktivitas sederhana. Tidak perlu langsung memasang target ribuan langkah. Berjalan santai di sekitar rumah, kantor, atau lingkungan tempat tinggal selama beberapa menit pun dapat menjadi cara untuk mengurangi waktu duduk setelah makan.

Bagi orang yang memiliki diabetes atau kondisi kesehatan tertentu, aktivitas fisik tetap perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing dan anjuran tenaga kesehatan. Jalan kaki setelah makan juga bukan pengganti pola makan seimbang, olahraga rutin, obat-obatan, atau perawatan medis.

Jadi, setelah makan berikutnya, tidak ada salahnya memberi tubuh sedikit waktu untuk bergerak sebelum kembali duduk lama. Tidak perlu olahraga berat. Jalan sebentar pun bisa menjadi langkah kecil untuk membantu tubuh mengelola kenaikan gula darah setelah makan. (inayah choirunisa)

Editor : Inayah Choirunisa
inayah choirunisa glukosa berjalan rebahan makan