Makin Dewasa, Circle Pertemanan Makin Sempit? Tenang, Kamu Tetap Bisa Bersenang-senang dengan Caramu

Inayah Choirunisa • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 15:54 WIB
Penyusutan circle pertemanan saat dewasa merupakan proses alami akibat perubahan prioritas hidup. Foto: Pinterest.
Penyusutan circle pertemanan saat dewasa merupakan proses alami akibat perubahan prioritas hidup. Foto: Pinterest.

SOLOBALAPAN.COM - Pernah merasa circle pertemanan semakin kecil setelah memasuki usia dewasa? Teman yang dulu hampir setiap waktu bisa diajak bertemu kini mulai memiliki kesibukan masing-masing. Ada yang menikah dan membangun keluarga, bekerja di luar kota, pindah tempat tinggal, atau mulai memiliki prioritas yang berbeda.

Akibatnya, ajakan nongkrong yang dulu terasa mudah kini harus menyesuaikan jadwal banyak orang. Bahkan, topik pembicaraan pun bisa berubah ketika seseorang memasuki fase kehidupan yang berbeda.

Kondisi tersebut sebenarnya bukan sesuatu yang aneh. Penelitian yang dipublikasikan dalam Nature Communications pada 2024 menganalisis data dari lebih dari 2 juta orang di 168 negara dan menemukan bahwa ukuran jaringan sosial cenderung menyusut seiring bertambahnya usia.

Baca Juga: Ini Dia 5 Rekomendasi Hotel di Solo yang Cocok untuk Liburan Wisata Budaya

Penurunan tersebut terutama terlihat pada jumlah hubungan yang lebih lemah, sementara hubungan yang dianggap dekat dan penting cenderung lebih bertahan.

Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan dalam circle pertemanan merupakan bagian dari proses perkembangan sosial dan dapat dipengaruhi oleh usia, prioritas hidup, serta berbagai peristiwa kehidupan.

Penelitian lain yang membahas hubungan pertemanan sepanjang perjalanan hidup juga menemukan bahwa jaringan pertemanan dapat menjadi lebih kecil ketika seseorang mulai berpacaran dan menikah. Jumlah teman yang sama dengan pasangan juga cenderung meningkat ketika seseorang mulai hidup bersama pasangannya.

Artinya, ketika teman-teman mulai memiliki pasangan, menikah, bekerja jauh, atau mempunyai kesibukan baru, perubahan intensitas pertemanan memang dapat terjadi. Namun, circle yang semakin kecil bukan berarti kehidupan sosial juga harus berhenti.

Baca Juga: Bukan Rebahan atau Healing, Ini Cara Sebagian Mahasiswa Menghabiskan Libur Semester

Teman Punya Jalan Masing-masing

Memasuki usia dewasa membuat setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda. Ada teman yang sedang sibuk mengejar karier, ada yang memilih menikah dan memiliki anak, sementara yang lain mungkin masih ingin menikmati berbagai pengalaman sebelum memasuki fase tersebut.

Perbedaan itu tidak selalu berarti hubungan pertemanan harus berakhir. Hanya saja, kesempatan untuk bertemu dan melakukan aktivitas bersama mungkin tidak lagi sebanyak dulu.

Di sisi lain, seseorang juga tidak harus menunggu teman lama memiliki waktu luang untuk melakukan hal-hal yang disukai.

Jika ingin jalan-jalan tetapi tidak ada teman yang bisa diajak, misalnya, open trip dapat menjadi salah satu pilihan. Saat ini perjalanan bersama orang-orang yang sebelumnya tidak saling mengenal dapat mempertemukan individu dengan minat yang sama.

Begitu pula dengan berbagai komunitas. Mulai dari komunitas olahraga, fotografi, membaca, hingga kegiatan luar ruang dapat menjadi tempat bertemu orang baru. Kesamaan minat membuat interaksi terasa lebih mudah karena sudah ada topik yang dapat dibicarakan bersama.

Bahkan, melakukan aktivitas seorang diri juga bukan sesuatu yang harus dianggap menyedihkan. Pergi ke tempat yang ingin dikunjungi, menonton film, mencoba restoran baru, mengikuti kelas, atau melakukan perjalanan sendiri bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan.

Baca Juga: Liburan ke Pantai Parangtritis? Cek Jadwal KRL Solo–Jogja Rabu, 23 April 2025 di Sini!

Tidak Harus Menunggu Circle Lama

Perubahan pertemanan juga dapat menjadi kesempatan untuk mengenal diri sendiri dan menemukan lingkungan yang lebih sesuai dengan minat saat ini.

Penelitian mengenai perubahan jaringan sosial menunjukkan bahwa peristiwa kehidupan seperti pernikahan, memiliki anak, dan perubahan pekerjaan dapat berkaitan dengan perubahan jaringan sosial seseorang. Sementara itu, penelitian mengenai pertemanan orang dewasa menunjukkan bahwa meskipun jaringan pertemanan berubah, hubungan pertemanan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan.

Karena itu, menyempitnya circle tidak harus dimaknai sebagai kehilangan semua teman. Bisa jadi, seseorang hanya sedang memasuki fase ketika kualitas dan kesamaan minat menjadi lebih penting daripada jumlah teman.

Kalau teman-teman lama sudah memiliki jalan masing-masing, bukan berarti perjalanan kita harus berhenti. Masih ada banyak hal yang bisa dicoba, tempat yang bisa dikunjungi, hobi yang bisa dikembangkan, hingga orang-orang baru yang mungkin ditemui di sepanjang jalan.

Pada akhirnya, bertambah dewasa memang bisa membuat circle berubah. Namun, hidup tetap bisa dijalani dengan menyenangkan, bahkan ketika tidak semua hal harus dilakukan bersama teman lama. Kita tetap bisa bersenang-senang dengan cara sendiri. (inayah choirunisa)

Editor : Inayah Choirunisa
inayah choirunisa circle teman pertemanan hubungan