Sering Dianggap Gengsi, Benarkah Pengguna iPhone agar Terlihat Lebih Berkelas?

tim solobalapan • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 17:06 WIB
Penggunaan iPhone kerap dikaitkan dengan gengsi dan gaya hidup.(Pinterest)
Penggunaan iPhone kerap dikaitkan dengan gengsi dan gaya hidup.(Pinterest)

SOLOBALAPAN.COM - Smartphone kini sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi, ponsel juga digunakan untuk bekerja, belajar, mencari hiburan, hingga membuat konten. Karena itu, pilihan merek smartphone terkadang menjadi perhatian dan memunculkan penilaian tertentu dari orang lain.

Salah satu merek yang cukup sering mendapat anggapan tersebut adalah iPhone. Ketika melihat seseorang menggunakan produk Apple, tidak jarang muncul anggapan bahwa orang tersebut ingin terlihat lebih berkelas atau memiliki gengsi tertentu. Padahal, alasan seseorang memilih sebuah smartphone tentu tidak selalu sama.

Baca Juga: Lompatan Karier Fantastis! Dari Klub Liga 4, Yohanes Baghi Resmi Berbaju Persis Solo

Penelitian Fictor Ampuan Sahala Situmeang dari Universitas Diponegoro pada 2023 terhadap 100 pengguna iPhone di Kota Semarang menemukan bahwa citra merek dan kualitas produk menjadi beberapa faktor yang memengaruhi keputusan pembelian. Artinya, memilih iPhone tidak selalu hanya soal fungsi atau spesifikasi, tetapi juga bisa dipengaruhi oleh bagaimana konsumen memandang merek tersebut.

Sebuah merek memang bisa memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar produknya. Smartphone yang digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari juga dapat menjadi bagian dari cara seseorang menunjukkan gaya dan identitas dirinya.

Bagi sebagian orang, iPhone dianggap memiliki kesan premium dan prestisius. Penggunaan merek tersebut kemudian kerap dikaitkan dengan gaya hidup, tren, bahkan status sosial. Apalagi, smartphone kini mudah terlihat dalam kehidupan sehari-hari maupun di media sosial.

Dari sinilah anggapan bahwa pengguna iPhone identik dengan gengsi bisa muncul. Ketika seseorang menggunakan perangkat yang dianggap mahal dan memiliki citra tertentu, orang lain dapat memberikan penilaian berdasarkan merek yang terlihat, meskipun belum tentu mengetahui alasan sebenarnya di balik pilihan tersebut.

Baca Juga: Pulang ke Indonesia, Agnez Mo Disambut Fans hingga Dapat Hadiah Kerambit

Di sisi lain, tidak semua pengguna iPhone memilih perangkat tersebut untuk menunjukkan gengsi. Ada yang mempertimbangkan kebutuhan pekerjaan, kualitas kamera, sistem operasi, keamanan, atau sekadar merasa nyaman dengan perangkat yang digunakan.

Perbedaan antara alasan seseorang membeli dan cara orang lain memandang pilihannya menjadi bagian yang menarik. Seseorang mungkin melihat iPhone sebagai perangkat untuk menunjang aktivitas, sementara orang lain melihatnya sebagai simbol gaya hidup.

Media sosial turut membuat citra tersebut semakin mudah terlihat. Saat seseorang mengambil foto, merekam video, atau membuat konten, perangkat yang digunakan terkadang ikut muncul dan menjadi bagian dari gambaran dirinya di ruang digital.

Pada akhirnya, anggapan bahwa pengguna iPhone identik dengan gengsi tidak bisa berlaku untuk semua orang. Pandangan tersebut lebih menunjukkan bahwa sebuah merek dapat memiliki citra tertentu yang kemudian memengaruhi cara masyarakat melihat penggunanya.

Baca Juga: Alasan Pembahasan RUU Perampasan Aset Alot Terkuak! DPR Sebut Beda Konsep dari KUHAP dan UU Polri

Bagi satu orang, iPhone mungkin hanya sebuah alat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Bagi orang lain, perangkat yang sama bisa dipandang sebagai simbol gaya hidup atau prestise. Barangnya sama, tetapi makna yang diberikan bisa berbeda.

Jadi, ketika melihat seseorang menggunakan iPhone, apakah kita benar-benar tahu alasan di balik pilihannya, atau justru kita yang terlalu cepat memberikan penilaian?(hanifatuz zahra)

Editor : Kabun Triyatno
Sumber : Berbagai Sumber
tren teknologi smartphone Gengsi gaya hidup