SOLOBALAPAN.COM - Thailand punya banyak destinasi yang terkenal karena pantai, pulau, dan kehidupan kotanya. Namun, di bagian selatan negara ini terdapat kawasan dengan pemandangan yang jauh berbeda. Hutan hujan lebat, pegunungan batu kapur, dan sebuah danau luas membentuk lanskap yang membuat Khao Sok terlihat seperti dunia tersendiri.
Kawasan tersebut adalah Khao Sok National Park, taman nasional yang berada di Provinsi Surat Thani. Di dalamnya terdapat Cheow Lan Lake, danau besar yang terbentuk setelah pembangunan Bendungan Ratchaprapha pada awal 1980-an.
Baca Juga: Siapa Arka? Sosok Kekasih Zahra Karyawan Vilmei yang Diburu Usai Uang Rp1,2 Miliar Raib
Pemandangan danau dengan air berwarna hijau kebiruan yang dikelilingi tebing-tebing batu kapur menjadi salah satu ciri khas Khao Sok. Namun, keindahan kawasan ini sebenarnya hanyalah sebagian kecil dari cerita tentang hutan yang memiliki sejarah sangat panjang.
Khao Sok dikenal sebagai salah satu kawasan hutan hujan yang sangat tua di dunia. Menurut Department of National Parks, Wildlife and Plant Conservation Thailand, kawasan ini memiliki sejarah geologis dan ekologis yang panjang dan menjadi bagian dari kompleks hutan hujan di Semenanjung Malaya yang telah bertahan selama jutaan tahun.
Kondisi tersebut membuat Khao Sok memiliki ekosistem yang sangat beragam. Pepohonan tinggi, tanaman tropis, sungai, gua, pegunungan, dan berbagai jenis satwa hidup di dalam kawasan taman nasional.
Baca Juga: Toronto Union Station: Bertemunya Sejarah, Arsitektur Megah, dan Transportasi Modern
Karena itu, Khao Sok bukan sekadar tempat dengan pemandangan hijau. Kawasan ini merupakan salah satu habitat penting bagi keanekaragaman hayati di Thailand.
Salah satu hal paling menarik dari Khao Sok justru adalah danau yang terlihat begitu alami. Namanya Cheow Lan Lake, tetapi danau tersebut sebenarnya merupakan waduk buatan manusia.
Danau ini terbentuk setelah Bendungan Ratchaprapha dibangun dan Sungai Phasaeng dibendung. Pembangunan bendungan dimulai pada 1982, kemudian air memenuhi kawasan lembah yang sebelumnya merupakan bagian dari lanskap Khao Sok.
Air yang menggenangi lembah menciptakan danau dengan banyak teluk kecil serta pulau-pulau yang dikelilingi tebing batu kapur. Hasilnya adalah pemandangan yang kini menjadi salah satu ikon Khao Sok.
Tebing-tebing tinggi muncul dari permukaan air, sementara hutan mengelilingi hampir seluruh kawasan. Dari kejauhan, perpaduan tersebut membuat Cheow Lan Lake terlihat seperti danau alami yang sudah ada sejak lama.
Cheow Lan Lake memiliki karakter yang cukup berbeda dari danau pada umumnya. Di berbagai bagian danau, tebing batu kapur menjulang tinggi dari permukaan air dan membentuk lanskap yang dramatis.
Bentuk pegunungan tersebut terbentuk melalui proses geologi yang berlangsung sangat lama. Pegunungan dan batu kapur sudah menjadi bagian dari kawasan ini jauh sebelum danau terbentuk.
Ketika lembah kemudian terisi air akibat pembangunan bendungan, bagian-bagian pegunungan yang lebih tinggi tetap muncul sebagai pulau dan tebing di tengah danau. Perpaduan antara hutan, air, dan batu kapur inilah yang membuat pemandangan Khao Sok begitu khas.
Baca Juga: Ini Stasiun atau Istana ? Mengintip Megahnya Stasiun Kereta Api Milano Centrale di Italia
Pengalaman mengunjungi Cheow Lan Lake juga berbeda dari wisata danau biasa. Di beberapa bagian danau terdapat floating raft houses, atau penginapan terapung yang berada langsung di atas air.
Wisatawan dapat bermalam di atas danau dan menikmati suasana kawasan tanpa harus kembali ke daratan pada hari yang sama. Tidak ada gedung tinggi atau pusat perbelanjaan di sekitarnya.
Yang terlihat justru air danau, tebing batu kapur, serta hutan yang membentang di sekelilingnya. Bagi pengunjung, pengalaman tersebut membuat Khao Sok terasa sangat jauh dari suasana kota.
Meskipun Cheow Lan Lake menjadi salah satu daya tarik terbesar, Khao Sok National Park sebenarnya jauh lebih luas daripada kawasan danaunya. Taman nasional ini memiliki hutan hujan, sungai, air terjun, gua, dan berbagai jalur trekking.
Berbagai jenis satwa juga hidup di kawasan tersebut. Di antaranya terdapat gajah liar, rusa, monyet, babi hutan, serta berbagai jenis burung dan reptil.
Khao Sok juga menjadi salah satu habitat penting bagi Rafflesia kerrii, spesies bunga berukuran sangat besar yang dapat ditemukan di wilayah selatan Thailand. Kemunculan bunga tersebut tidak selalu dapat diprediksi karena memiliki waktu mekar yang terbatas.
Hal itu membuat keberadaan Rafflesia menjadi salah satu daya tarik khusus bagi wisatawan yang tertarik dengan alam. Mereka tidak hanya datang untuk melihat danau, tetapi juga ingin menjelajahi hutan dan menemukan berbagai kehidupan yang ada di dalamnya.
Keanekaragaman Khao Sok tidak hanya terlihat dari tumbuh-tumbuhan. Hutan ini menjadi habitat bagi berbagai spesies yang bergantung pada ekosistem hutan hujan.
Baca Juga: Baby Jack Blues Bieber Genap 2 Tahun, Penampilannya Disebut Makin Mirip Justin Bieber
Suasana taman nasional juga berbeda tergantung bagian yang dikunjungi. Ada kawasan yang dapat dijelajahi melalui jalur darat, sementara bagian lain lebih mudah diakses menggunakan perahu.
Perbedaan tersebut membuat pengalaman menjelajahi Khao Sok tidak hanya berupa satu jenis aktivitas. Pengunjung dapat berjalan di tengah hutan, menyusuri sungai, mengunjungi gua, atau naik perahu melewati Cheow Lan Lake.
Di balik keindahan Cheow Lan Lake, terdapat sejarah pembangunan bendungan yang juga penting untuk diketahui. Pembangunan Ratchaprapha Dam dilakukan untuk menghasilkan listrik serta mendukung pengelolaan sumber daya air di wilayah tersebut.
Namun, pembangunan waduk juga mengubah lanskap asli kawasan. Lembah dan wilayah yang sebelumnya dihuni masyarakat kemudian tergenang air, sehingga sejumlah penduduk harus dipindahkan dari kawasan yang akan menjadi waduk.
Karena itu, danau yang kini menjadi daya tarik wisata tersebut juga merupakan hasil dari perubahan besar terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat. Pemandangan yang terlihat sekarang merupakan perpaduan antara bentang alam asli dan perubahan yang dilakukan manusia.
Salah satu alasan Khao Sok terlihat begitu berbeda adalah kondisi geografis kawasan tersebut. Khao Sok berada di bagian selatan Thailand yang memiliki iklim tropis dan curah hujan tinggi, sehingga kondisi lingkungannya mendukung keberadaan hutan hujan yang lebat.
Pegunungan batu kapur juga menjadi bagian penting dari lanskapnya. Ketika lembah di antara pegunungan kemudian dipenuhi air setelah pembangunan bendungan, terbentuklah pemandangan yang sangat khas berupa danau luas dengan pulau-pulau dan tebing batu kapur yang muncul dari permukaannya.
Itulah sebabnya foto Khao Sok sering terlihat seperti kawasan yang jauh dari peradaban, meskipun tempat tersebut sebenarnya berada di salah satu negara wisata paling populer di Asia.
Khao Sok memperlihatkan bahwa Thailand tidak hanya tentang Bangkok, kuil, pasar malam, atau pantai. Di bagian selatan negara ini terdapat kawasan hutan yang menawarkan pengalaman yang sangat berbeda.
Kehadiran Cheow Lan Lake membuat kawasan tersebut semakin unik. Danau buatan itu kini menjadi salah satu lanskap paling dikenal dari Khao Sok, sementara hutan hujan di sekitarnya tetap menjadi bagian penting dari ekosistem kawasan.
Wisatawan dapat datang untuk menikmati pemandangan, tetapi keberadaan taman nasional juga mengingatkan bahwa kawasan tersebut bukan sekadar tempat berfoto. Khao Sok adalah rumah bagi berbagai jenis tumbuhan dan satwa yang bergantung pada keberadaan hutan.
Khao Sok menjadi menarik karena tiga hal bertemu di satu tempat: alam, perubahan manusia, dan pariwisata. Hutannya telah bertahan dalam waktu yang sangat panjang, kemudian pembangunan bendungan mengubah salah satu lembah menjadi danau, dan kini kawasan tersebut menjadi tujuan wisata yang didatangi orang dari berbagai negara.
Cheow Lan Lake mungkin terlihat seperti danau alami yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Padahal, keberadaannya berkaitan dengan proyek pembangunan yang baru berlangsung beberapa dekade lalu.
Sementara itu, hutan yang mengelilinginya memiliki sejarah yang jauh lebih tua. Khao Sok akhirnya menjadi contoh bagaimana sebuah lanskap dapat berubah, tetapi tetap menyimpan kehidupan alam yang luar biasa di dalamnya. (Luthfiana Sekar)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber