SOLOBALAPAN.COM - Gelombang solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di Indonesia terus bermunculan.
Band metal asal Solo Down For Life, turut mengambil bagian dengan menggelar aksi penggalangan dana melalui lelang sejumlah merchandise dan koleksi mereka.
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) serta masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Seluruh keuntungan yang diperoleh dari kegiatan lelang akan disalurkan sebagai donasi kepada para korban.
Informasi mengenai lelang tersebut disampaikan Down For Life melalui akun Instagram resminya.
Baca Juga: Rayakan Satu Dekade Berkarya, The Panturas Gelar “California Tour 2026”
Dalam unggahan tersebut, band yang dikenal sebagai salah satu nama penting dalam skena musik keras Solo itu memperlihatkan sejumlah barang yang dapat di ikuti dalam sesi lelang.
Beberapa barang yang ditawarkan antara lain kemeja, poster, hingga piringan hitam.
Koleksi tersebut menjadi bagian dari upaya Down For Life untuk mengajak para penggemar sekaligus masyarakat umum berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan.
Sesi lelang dimulai pada Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 15.00 WIB dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026 pukul 24.00 WIB.
“Untuk korban gempa bumi Nusa Tenggara Timur dan korban kebakaran hutan dan lahan Kalimantan,” tulis Down For Life dalam unggahannya.
Dalam informasi yang dibagikan, Down For Life juga menjelaskan bahwa seluruh keuntungan dari hasil lelang akan dibagi menjadi dua bagian.
Donasi tersebut nantinya disalurkan melalui @floresadotco untuk membantu korban gempa bumi di NTT dan @walhikalteng untuk mendukung penanganan dampak kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan.
Langkah tersebut menjadi bentuk keterlibatan Down For Life dalam merespons persoalan kemanusiaan melalui jalur yang dekat dengan aktivitas mereka, yakni musik dan komunitas.
Para penggemar tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk memiliki koleksi dari band, tetapi juga dapat berkontribusi terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.
Baca Juga: Didoakan Netizen Dapat Pelangi Setelah Badai, Prilly Justru Heran: “Perasaan Hidupku Lagi Tenang"
Aksi lelang ini menjadi penanda bahwa skena musik keras tidak hanya menjadi ruang untuk berkarya dan berekspresi.
Di tengah kondisi tertentu, jejaring antara musisi, penggemar dan komunitas juga dapat menjadi kekuatan untuk menggalang dukungan bagi mereka yang membutuhkan.
Melalui lelang tersebut, Down For Life berharap semakin banyak pihak yang ikut berpartisipasi dan membantu meringankan beban masyarakat terdampak bencana.
Hingga penutupan pada 31 Agustus mendatang, seluruh proses lelang menjadi bagian dari gerakan solidaritas yang menghubungkan skena musik Solo dengan aksi kemanusiaan di NTT dan Kalimantan. (ramadhan pujo kusumo)
Editor : Ferry Ardi Susanto