Sunday Scaries, Rasa Cemas yang Datang Menjelang Senin

Adi Pras • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:21 WIB
Minggu malam dan rutinitas Senin yang kembali menanti. (AI Generated)
Minggu malam dan rutinitas Senin yang kembali menanti. (AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM - Minggu belum benar-benar selesai, tetapi pikiran sudah sampai di Senin. Besok harus bangun pagi.

Ada kelas yang harus diikuti, pekerjaan yang menunggu, tugas yang belum selesai, atau rapat yang sudah masuk jadwal.

Sisa akhir pekan yang tadinya ingin dinikmati perlahan berubah menjadi waktu untuk memikirkan apa saja yang harus dilakukan esok hari.

Rasa tidak tenang menjelang kembalinya rutinitas ini punya sebutan: Sunday Scaries. Istilah tersebut menggambarkan kecemasan atau kekhawatiran yang muncul ketika akhir pekan hampir selesai dan seseorang mulai membayangkan kesibukan pada hari-hari berikutnya.

Baca Juga: Dikenal dengan Nama Berbeda, 5 Kuliner Ini Punya Banyak Sebutan di Berbagai Daerah

Bagi mahasiswa, perasaan itu bisa muncul dari hal yang sebenarnya sederhana. Minggu malam membuka laptop hanya untuk mengecek jadwal kuliah, lalu baru teringat ada tugas yang belum dikerjakan.

Dari situ, pikiran bisa melebar ke presentasi, jadwal kuliah pagi, sampai alarm yang harus dipasang sebelum tidur.

Pekerja muda pun bisa mengalami hal serupa. Sudah selesai makan malam dan ingin menikmati sisa waktu, tetapi tiba-tiba teringat pekerjaan yang belum beres atau rapat yang harus dihadapi besok.

Baca Juga: Patah Hati, Lalu Lari: Ketika Olahraga Jadi Cara Mengalihkan Diri

Tidak ada masalah baru yang sedang terjadi malam itu. Hanya saja, kepala sudah lebih dulu sibuk menghadapi hari esok.

Bukan Sekadar Tidak Suka Hari Senin

Merasa malas kembali kuliah atau bekerja setelah akhir pekan tentu bukan hal yang aneh. Kadang seseorang memang hanya ingin punya waktu libur sedikit lebih lama.

Sunday Scaries lebih berkaitan dengan rasa khawatir yang muncul sebelum rutinitas dimulai. Pikiran terus berjalan ke berbagai hal yang belum terjadi, sementara waktu istirahat yang sedang dimiliki ikut tersita.

Perubahan suasana dari akhir pekan menuju Senin bisa membuat perasaan itu semakin terasa. Saat libur, waktu biasanya lebih longgar. Tidak harus bangun pada jam tertentu atau berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lain sesuai jadwal.

Baca Juga: Di Balik “Laut Bercerita”, Dua Fotografer Senior Bantu Hidupkan Suasana 1998

Senin membawa ritme yang berbeda. Alarm berbunyi lebih pagi, jadwal kembali padat, dan berbagai tanggung jawab mulai menunggu.

Bagi sebagian orang, perpindahan itu terasa berat. Baru saja punya waktu untuk bernapas, tiba-tiba harus kembali menyesuaikan diri dengan ritme yang lebih sibuk.

Minggu Sore yang Tiba-Tiba Berubah

Ada momen yang cukup familiar: Minggu sore masih santai, lalu tanpa sadar sudah malam.

Jumat malam terasa jauh dari Senin. Sabtu juga seperti masih punya banyak waktu. Namun Minggu datang, dan tiba-tiba akhir pekan tinggal beberapa jam.

Baca Juga: Prilly Latuconsina Resmi Sandang Gelar M.I.Kom, Lulus S2 dengan Predikat Summa Cum Laude

Seseorang mungkin sedang menonton film atau bermain ponsel ketika melihat jam. Bukannya kembali menikmati malam, yang muncul justru hitungan sederhana: masih berapa jam sebelum tidur, lalu berapa jam lagi sebelum harus bangun?

Dari situ, pikiran bisa mulai ke mana-mana.

Laptop sudah ditutup, tetapi pekerjaan yang belum selesai masih teringat. Buku sudah disimpan, tetapi tugas yang belum dikerjakan muncul lagi. Waktu yang seharusnya dipakai untuk beristirahat akhirnya terasa seperti ruang tunggu sebelum kembali sibuk.

Itulah yang membuat Sunday Scaries bukan sekadar soal tidak suka hari Senin. Ada rasa sulit melepaskan akhir pekan karena pikiran sudah lebih dulu masuk ke rutinitas berikutnya.

Siapkan yang Perlu, Setelah Itu Istirahat

Menghadapi rasa cemas menjelang Senin tidak berarti seluruh Minggu harus diisi dengan persiapan.

Kalau ada sesuatu yang memang perlu dibereskan, lakukan seperlunya. Cek jadwal untuk besok, siapkan barang yang dibutuhkan, atau catat tugas yang harus dikerjakan agar semuanya tidak terus berputar di kepala.

Baca Juga: “Here’s to Forever with You”, Leonardo Edwin Resmi Melamar Catharina Benita

Setelah itu, berhenti.

Minggu masih boleh menjadi hari untuk beristirahat. Menonton film, membaca, berjalan-jalan, memasak, bermain bersama teman, atau sekadar tidur lebih cukup bukan berarti membuang waktu.

Justru, waktu tanpa tuntutan dibutuhkan supaya tubuh dan pikiran punya kesempatan untuk lepas sejenak dari urusan kuliah atau pekerjaan.

Yang sering membuat Minggu terasa melelahkan adalah ketika semua urusan Senin dibawa ke malam sebelumnya. Belum tentu ada masalah yang sedang terjadi, tetapi pikiran sudah sibuk membuat daftar kemungkinan.

Baca Juga: Sosok Cerry M, Kepala Biro PBJ Sumbar yang Mundur dari Jabatan Buntut Video Mesra Pejabat ASN

Sesekali merasa berat meninggalkan akhir pekan adalah hal yang wajar. Namun jika rasa cemas terus muncul dan mulai mengganggu tidur atau aktivitas sehari-hari, perasaan itu sebaiknya tidak dianggap sepele.

Senin tetap akan datang. Mau dipikirkan sejak Minggu sore atau tidak, jarum jam tetap bergerak ke sana.

Jadi, sebelum alarm berbunyi dan rutinitas dimulai lagi, masih ada sedikit waktu untuk menikmati Minggu.

Tidak perlu menjalani seluruh minggu hanya di dalam kepala. (Rahma Azra Calista)

Editor : Adi Pras
Rahma Azra Calista Sunday Scaries Kecemasan Akhir Pekan Rutinitas