Liminal Space: Saat Kita Merasa Sedih dan Gelisah, Padahal Tidak Terjadi Apa-Apa

Ferry Ardi Susanto • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 19:00 WIB
Ilustrasi seseorang yang berada di liminal space. (AI generated)
Ilustrasi seseorang yang berada di liminal space. (AI generated)

SOLOBALAPAN.COM - Pernahkah kamu tiba-tiba merasa sedih ketika melihat sebuah tempat yang sebenarnya biasa saja?

Tidak ada kabar buruk, tidak sedang mengalami masalah, bahkan tidak ada sesuatu yang membuat takut, tetapi entah kenapa suasananya membuat dada terasa sedikit sesak.

Kadang perasaan itu muncul ketika melihat tempat yang sepi, suasana yang terlalu sunyi, atau sesuatu yang terasa familiar tetapi tidak sepenuhnya bisa kita kenali.

Rasanya seperti pernah berada di sana, pernah mengalami sesuatu yang serupa, atau seperti sedang menunggu sesuatu yang tidak tahu kapan datangnya.

Perasaan semacam itu sering dikaitkan dengan istilah liminal space.

Baca Juga: On This Day: 10 Kejadian Penting Di Tanggal 23 Agustus! Ada KMB Dan Pidato Presiden Soekarno

Secara sederhana, liminal berasal dari bahasa Latin limen yang berarti ambang. Istilah ini menggambarkan kondisi ketika seseorang berada di antara dua keadaan: sudah meninggalkan sesuatu, tetapi belum benar-benar sampai pada sesuatu yang baru.

Karena itu, liminal space sebenarnya tidak harus berupa tempat tertentu.

Sebuah ruangan kosong memang bisa memunculkan sensasi tersebut, tetapi perasaan liminal juga dapat muncul dari situasi yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari.

Misalnya ketika baru lulus sekolah dan belum tahu akan melakukan apa. Ketika sudah meninggalkan pekerjaan lama tetapi belum mendapatkan pekerjaan baru.

Ketika sebuah hubungan berakhir tetapi kita belum terbiasa hidup tanpanya. Bahkan ketika kehidupan terasa berjalan seperti biasa, tetapi kita sendiri merasa seperti sedang berada di titik yang berbeda.

Ada perasaan “aku sudah bukan yang dulu, tetapi belum tahu akan menjadi apa.”

Itulah yang membuat pengalaman liminal sering terasa aneh. Tidak selalu menyakitkan, tetapi juga tidak sepenuhnya nyaman.

Ada rasa menggantung, seolah-olah kita sedang berada di sebuah ruang tunggu dalam hidup.

Menariknya, perasaan itu bisa muncul bahkan ketika tidak ada masalah yang sedang terjadi.

Seseorang bisa sedang duduk sendirian di rumah, melihat suasana sore yang terlalu sunyi, lalu tiba-tiba merasa sedih.

Baca Juga: Kenapa Suara Hujan Bikin Sebagian Orang Lebih Mudah Tidur?

Tidak ada kejadian buruk hari itu. Namun, suasana tersebut seperti membuka pintu menuju perasaan yang selama ini tidak terlalu disadari.

Hal yang sama bisa terjadi ketika mendengar lagu lama, melihat foto tempat yang pernah dikunjungi, atau melewati lokasi yang sebenarnya tidak memiliki kenangan khusus. Tiba-tiba muncul rasa asing sekaligus akrab.

Dalam konteks inilah liminal space sering terasa dekat dengan nostalgia.

Kita mungkin tidak sedang merindukan sesuatu secara spesifik, tetapi merindukan sebuah perasaan, masa, atau versi diri kita yang sudah tidak bisa kembali.

Itulah sebabnya foto-foto liminal space di internet sering membuat orang memberikan respons yang berbeda.

Ada yang mengatakan gambarnya menyeramkan, ada yang merasa tenang, tetapi tidak sedikit pula yang mengatakan, “Entah kenapa ini bikin sedih.”

Padahal tidak ada manusia yang terluka, tidak ada kejadian mengerikan, bahkan tidak ada sesuatu yang secara jelas mengancam.

Mungkin justru karena tidak ada penjelasan itulah perasaan tersebut muncul.

Ketika sebuah situasi terasa tidak lengkap atau berada di antara dua keadaan, pikiran kita mencoba mengisinya dengan pengalaman dan emosi masing-masing.

Jadi, liminal space bukan selalu tentang tempat yang kosong.

Baca Juga: Ghea Indrawari Kenakan Hijab Saat Manggung di Tasikmalaya, Warganet Ramai Puji Kecantikannya

Lebih dari itu, ia bisa menjadi gambaran tentang perasaan ketika kita sedang berada di antara sesuatu yang sudah berakhir dan sesuatu yang belum dimulai.

Dan mungkin itu sebabnya perasaan liminal terkadang terasa begitu sulit dijelaskan.

Kita tidak sedang benar-benar kehilangan sesuatu, tetapi rasanya seperti ada yang hilang. Kita tidak sedang takut, tetapi ada kegelisahan kecil. Kita baik-baik saja, tetapi suasana tertentu tiba-tiba membuat hati terasa berat.

Tidak ada apa-apa yang terjadi. Tetapi entah mengapa, rasanya ada sesuatu yang berubah. (Rastri Rafiarum)

Editor : Ferry Ardi Susanto
liminal space perasaan sedih dan gelisah ruang iminal psikologi