SOLOBALAPAN.COM-Organ tunggal masih menjadi salah satu hiburan yang hadir dalam berbagai hajatan warga di Sragen. Pertunjukan musik ini dapat ditemui dalam acara pernikahan, khitanan, syukuran, maupun kegiatan masyarakat lainnya.
Bagi penyelenggara acara, musik menjadi salah satu hiburan yang melengkapi suasana hajatan. Tamu yang datang tidak hanya mengikuti rangkaian acara, tetapi juga dapat menikmati pertunjukan musik bersama keluarga dan kerabat.
Organ tunggal cukup mudah menyesuaikan dengan kondisi sebuah acara. Pertunjukannya dapat digelar di lingkungan tempat hajatan tanpa membutuhkan konsep panggung yang besar.
Baca Juga: Demo Mahasiswa di Jakarta, BEM UI Lontarkan Kritik Menohok: Kita Dijajah Pemerintah Sendiri!
Pilihan lagu yang dibawakan juga beragam. Lagu Jawa, campursari, dangdut hingga lagu populer dapat masuk dalam satu pertunjukan. Sajian musik kemudian dapat mengikuti suasana acara dan selera penonton yang hadir.
Ketika lagu yang dikenal mulai dimainkan, suasana di sekitar panggung bisa berubah. Sebagian tamu ikut bernyanyi atau berjoget, sementara lainnya memilih menikmati pertunjukan sambil berbincang dengan tamu lain.
Organ tunggal sendiri bukan hiburan yang baru dikenal masyarakat Sragen. Pertunjukan ini telah lama hadir dalam berbagai hajatan warga. Sejumlah kelompok musik juga berkembang dengan sajian dan karakter masing-masing.
Kehadiran berbagai kelompok membuat pilihan hiburan organ tunggal di Sragen cukup beragam. Ada yang banyak membawakan lagu Jawa dan campursari, sementara lainnya memasukkan dangdut maupun lagu populer dalam penampilannya.
Sragen juga memiliki kehidupan musik yang lebih luas. Musik Sragenan menjadi salah satu kesenian yang berkembang di daerah ini. Campursari pun cukup dekat dengan berbagai kegiatan masyarakat.
Organ tunggal hadir di tengah perkembangan musik tersebut sebagai salah satu pilihan hiburan. Bentuk pertunjukannya yang dapat menyesuaikan acara membuat musik ini tetap digunakan dalam berbagai kegiatan warga.
Hajatan juga menjadi ruang bagi para pemain musik untuk terus tampil. Bagi masyarakat, pertunjukan seperti ini menjadi hiburan yang dapat dinikmati bersama ketika keluarga, kerabat dan warga berkumpul.
Baca Juga: Dugaan Intimidasi Demo Mahasiswa: Sewa 24 Kopaja Dibatalkan Mendadak, BEM UI Nekat Naik Angkot!
Pilihan lagu yang dibawakan pun dapat berubah mengikuti selera penonton. Lagu lama masih bisa terdengar dalam sebuah acara, sementara lagu yang lebih baru juga dapat masuk dalam daftar penampilan.
Perubahan pilihan musik membuat pertunjukan organ tunggal tidak terpaku pada satu jenis lagu. Pemain dapat menyesuaikan sajian dengan suasana acara dan permintaan penonton.
Karena itu, organ tunggal masih memiliki tempat dalam kehidupan hiburan masyarakat Sragen. Kehadirannya berjalan bersama Sragenan, campursari dan berbagai bentuk musik lain yang juga berkembang di daerah tersebut.
Dalam sejumlah hajatan warga, organ tunggal tetap menjadi salah satu hiburan yang mudah ditemui. Musik dimainkan, tamu berkumpul, dan suasana acara menjadi lebih ramai.
Organ tunggal pun terus hadir dari satu hajatan ke hajatan lainnya, menjadi salah satu hiburan yang dekat dengan keseharian masyarakat Sragen. (hanifatuz zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Berbagai Sumber