SOLOBALAPAN.COM-Dulu, lagu berbahasa Jawa lebih sering terdengar dari radio, televisi, acara keluarga, atau hajatan. Sekarang, lagu dengan bahasa yang sama bisa muncul di media sosial dan didengarkan oleh anak muda.
Cara menemukan lagu pun ikut berubah. Anak muda tidak harus sengaja mencari lagu tertentu. Sebuah lagu bisa terdengar saat mereka menonton video di TikTok, YouTube, atau Instagram.
Awalnya mungkin hanya mendengar potongan lagu. Namun, karena muncul berkali-kali dalam berbagai video, bagian tersebut menjadi tidak asing. Rasa penasaran kemudian dapat membuat seseorang mencari judul dan mendengarkan lagu secara utuh.
Baca Juga: Heboh Video CCTV Aksi Asusila di Kuta Utara: Dua Perempuan dan Bule Mesum di Depan Rumah Warga
Media sosial juga membuat lagu Jawa lebih mudah dikenal di luar daerah asalnya. Musik yang sebelumnya lebih dekat dengan masyarakat Jawa kini bisa muncul di layar pengguna dari berbagai daerah.
Musiknya pun ikut berkembang. Lagu berbahasa Jawa tidak hanya hadir dalam campursari atau dangdut. Ada yang dipadukan dengan pop, koplo, hingga aransemen yang lebih modern.
Baca Juga: Semua Bisa Diisi Ulang, Ini Beda Galon AMDK Bermerek vs Depot Air Isi Ulang yang Wajib Kamu Tahu!
Dikutip dari jurnal ENGGANG 2025 berjudul “Peran Media Sosial dalam Meningkatkan Popularitas Musik Jawa di Kalangan Generasi Muda”, perpaduan lirik berbahasa Jawa dengan penyajian musik modern menjadi salah satu daya tarik yang membuat musik Jawa mampu menjangkau pendengar lebih luas. Media sosial seperti TikTok, YouTube, dan Instagram juga disebut ikut membantu penyebarannya.
Selain musiknya, cerita dalam lagu juga bisa membuat anak muda tertarik. Cerita soal cinta, hubungan, keluarga, hingga patah hati cukup mudah ditemukan dalam lagu berbahasa Jawa.
Tema seperti itu dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bahasa Jawa yang digunakan dalam lirik juga bisa membuat ceritanya terasa lebih akrab, terutama bagi pendengar yang masih menggunakan atau sering mendengarnya.
Di media sosial, anak muda juga ikut membuat lagu Jawa semakin sering terdengar. Ada yang menggunakannya sebagai musik latar video, membuat cover, lipsync, atau membagikan potongan lagu.
Baca Juga: Penampilan Jepras dan Kekasihnya Malah Jadi Sorotan Netizen saat Gala Premier Film "Harusnya Horror"
Dari sana, lagu yang awalnya hanya terdengar sekilas bisa membuat orang penasaran. Apalagi jika lagu tersebut kembali muncul dalam berbagai konten.
Lagu Jawa pun tidak lagi hanya terdengar di acara keluarga atau hajatan. Musik berbahasa Jawa sekarang bisa ditemukan di tempat yang sehari-hari digunakan anak muda untuk mencari hiburan.
Gen Z mungkin sedang kembali mendengarkan musik orang tua. Mereka hanya menemukan lagu Jawa lewat cara yang berbeda.
Kalau dulu lagu dikenal dari radio, televisi, atau acara keluarga, sekarang cukup dari layar ponsel. Awalnya hanya lewat, siapa tahu malah jadi lagu yang terus didengarkan. (hanifatuz zahra)
Editor : Kabun TriyatnoSumber : Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya