Feminine Intuition, Benarkah Perempuan Punya Insting Lebih Kuat?

Adi Pras • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:23 WIB
Ilustrasi feminine intuition.(AI Generated)
Ilustrasi feminine intuition.(AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM - Pernah merasa sudah punya firasat tentang sesuatu sebelum benar-benar terjadi? Ungkapan seperti “aku sudah feeling dari awal” belakangan kerap muncul di media sosial dan dikaitkan dengan istilah feminine intuition.

Istilah tersebut semakin banyak diperbincangkan setelah muncul dalam tren di media sosial, salah satunya melalui lagu drop dead milik Olivia Rodrigo yang sedang ramai digunakan.

Feminine intuition kemudian sering dipahami sebagai kemampuan perempuan untuk merasakan sesuatu melalui firasat atau feeling.

Baca Juga: Emil Audero Berpeluang CLBK ke Juventus, Como 1907 Patok Banderol 3 Juta Euro

Dalam kehidupan sehari-hari, fenomena ini bisa muncul dalam berbagai situasi. Misalnya, seseorang merasa ada sesuatu yang tidak beres dalam sebuah keadaan meski belum memiliki alasan yang jelas untuk menjelaskannya.

Namun, apakah hal tersebut benar-benar berarti perempuan memiliki insting yang lebih kuat dibandingkan laki-laki? Dari sudut pandang psikologi, intuisi sebenarnya tidak secara otomatis berkaitan dengan kemampuan supranatural ataupun jenis gender seseorang.

Intuisi dapat dipahami sebagai kemampuan otak dalam mengenali pola berdasarkan pengalaman dan informasi yang sebelumnya pernah diterima.

Baca Juga: Usia 27 Tahun Kembali Jadi Mahasiswa, Fanny Soegi Segera Jalani PKKMB

Proses tersebut berlangsung dengan cepat sehingga terkadang seseorang hanya merasakan hasil akhirnya sebagai sebuah “feeling”.

Karena bekerja secara cepat, intuisi juga bisa terasa seperti muncul begitu saja. Padahal, otak dapat saja sedang menghubungkan berbagai pengalaman, kebiasaan, ekspresi, atau situasi yang pernah ditemui sebelumnya.

Hal inilah yang kemudian membuat seseorang terkadang merasa, “Aku sudah feeling dari awal.” Perasaan tersebut bisa saja muncul karena otak menangkap sejumlah tanda yang belum secara sadar kita pikirkan.

Baca Juga: 24 Hari di NICU, Anak Fiki Naki Akhirnya “Lulus”, Ungkap Perjuangan Tinandrose

Meski begitu, intuisi tidak selalu benar. Feeling yang kuat tetap bisa dipengaruhi oleh pengalaman pribadi, emosi, prasangka, maupun informasi yang tidak lengkap.

Karena itu, keputusan penting sebaiknya tidak hanya didasarkan pada intuisi. Perasaan tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan, tetapi tetap perlu disandingkan dengan logika, fakta, dan informasi yang tersedia.

Fenomena feminine intuition akhirnya menjadi menarik bukan karena membuktikan bahwa perempuan memiliki kemampuan khusus, melainkan karena menunjukkan bagaimana manusia dapat menggunakan pengalaman dan berbagai informasi untuk membentuk sebuah firasat secara cepat.

Baca Juga: Bilqis Masuk SMP, Putri Ayu Ting Ting Kini Mulai Beranjak Remaja

Jadi, ketika seseorang merasa “sudah tahu dari awal”, belum tentu itu berarti memiliki kemampuan membaca masa depan. Bisa jadi, otak sedang bekerja mengenali pola dari berbagai hal yang pernah dialami sebelumnya. (Anmer Jilvandis)

 

Editor : Adi Pras
Anmer Jilvandis feminine intuition feeling media sosial firasat