Kaus Usang Kini Jadi Tren Fashion, Ketika Pakaian Bekas Naik Kelas Dan Stylish

Ferry Ardi Susanto • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:45 WIB
Style Kaus tetap stylist. (AI Generated)
Style Kaus tetap stylist. (AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM – Dunia fashion kembali menghadirkan tren yang cukup unik.

Jika dahulu kaus yang sudah pudar, longgar, atau terlihat usang dianggap sebagai pakaian rumahan, kini tampilan tersebut justru mulai menjadi bagian dari gaya berpakaian yang dianggap keren dan fashionable

Fenomena kaus usang atau worn-out T-shirt semakin mudah ditemukan dalam gaya berpakaian anak muda.

Kaus dengan warna yang telah memudar, bahan yang terlihat tipis, hingga desain yang tampak seperti sudah dipakai bertahun-tahun justru memberikan kesan kasual, santai, dan autentik.

Tren ini menunjukkan adanya perubahan cara pandang terhadap pakaian.

Jika sebelumnya kondisi pakaian menjadi salah satu ukuran apakah sebuah busana masih layak digunakan, kini "ketidaksempurnaan" justru dapat menjadi daya tarik tersendiri.

Kaus yang sudah lama disimpan di lemari, kini tidak selalu berakhir menjadi pakaian untuk tidur atau digunakan ketika berada di rumah.

Dengan padu padan yang tepat, kaus tersebut dapat menjadi bagian dari gaya sehari-hari.

Baca Juga: Biodata Rachel Florencia, Selebgram Cantik yang Resmi Dipersunting Dikta Wicaksono, Ini Rekam Jejak Kariernya

Kaus oversized dengan warna yang sudah sedikit pudar, misalnya, dapat dipadukan dengan celana jeans, celana cargo, rok panjang, hingga celana pendek.

Sepatu sneakers dan aksesori sederhana kemudian melengkapi tampilan agar terlihat lebih effortless.

Kesan yang muncul bukan lagi "tidak punya pakaian baru", melainkan gaya effortless yang seolah tidak terlalu berusaha untuk tampil fashionable.

Salah satu daya tarik utama pakaian usang adalah kesan autentik.

Warna yang memudar dan tekstur kain yang berubah akibat pemakaian membuat setiap pakaian memiliki karakter yang berbeda.

Berbeda dengan pakaian baru yang tampilannya seragam, kaus lama dapat memberikan kesan personal.

Apalagi jika kaus tersebut memiliki desain grafis, logo band, ilustrasi vintage, atau tulisan yang mengingatkan pada era tertentu.

Baca Juga: Jogja vs Lombok, Mana yang Paling Pas untuk Weekend Getaway dari Jakarta?

Karena itu, kaus lama juga kerap dikaitkan dengan gaya vintage, grunge, streetwear, hingga normcore.

Pakaian yang tampak sederhana justru dapat menjadi pusat perhatian ketika dipadukan dengan item fashion lainnya.

Fenomena ini juga memperlihatkan perubahan selera dalam dunia fashion.

Tampilan yang terlalu rapi dan sempurna tidak lagi menjadi satu-satunya standar berpakaian menarik.

Kaus kusam, celana yang terlihat pudar, hingga sneakers yang sengaja dipertahankan dalam kondisi tidak terlalu bersih dapat menjadi bagian dari estetika tertentu.

Konsep tersebut membuat pakaian terlihat lebih natural dan tidak terlalu dibuat-buat.

Di media sosial, gaya berpakaian seperti ini juga semakin mudah menyebar.

Anak muda dapat menemukan inspirasi dari influencer, musisi, maupun figur publik yang mengenakan pakaian dengan tampilan vintage dan sedikit usang.

Di balik tren kaus usang, terdapat sisi lain yang menarik, yakni meningkatnya kesadaran untuk menggunakan kembali pakaian lama.

Alih-alih membeli pakaian baru hanya untuk mengikuti tren, seseorang dapat memanfaatkan pakaian yang sudah dimiliki.

Kaus lama yang sebelumnya dianggap tidak menarik dapat kembali digunakan dengan gaya yang berbeda.

Fenomena ini sejalan dengan gagasan slow fashion, meskipun tidak semua penggunaan pakaian usang otomatis dapat dikategorikan sebagai praktik slow fashion.

Setidaknya, memperpanjang masa penggunaan sebuah pakaian dapat membantu mengurangi kebiasaan membuang pakaian yang sebenarnya masih bisa dipakai.

Pada akhirnya, tren kaus usang memperlihatkan bagaimana fashion dapat mengubah sesuatu yang sebelumnya dianggap biasa menjadi sesuatu yang bernilai estetis.

Kaus yang dulu hanya dipakai ketika bersantai di rumah kini bisa dikenakan untuk nongkrong, menghadiri acara kasual, bahkan menjadi bagian dari gaya streetwear.

Perbedaannya terletak pada bagaimana pakaian tersebut dipadukan dan konteks pemakaiannya.

Baca Juga: Tak Cuma Pegunungan, Ini 5 Keistimewaan Wisata Bandungan yang Wajib Dijelajahi

Sebab dalam dunia fashion, terlihat "usang" belum tentu berarti ketinggalan zaman.

Bisa jadi, justru itulah gaya yang sedang dicari. (siti putri lestari)

Editor : Ferry Ardi Susanto
kaus usang baju unik pakaian bekas fashion