Lebih dari Sekadar Konten, Hiking Kini Berubah Menjadi Terapi Mental dan Gaya Hidup Baru Anak Muda

tim solobalapan • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 17:45 WIB
Tren hiking anak muda kini bergeser dari sekadar konten jadi gaya hidup sehat. Kombinasi olah fisik, healing dari penatnya rutinitas, dan ekspresi digital bikin aktivitas naik gunung makin populer di linimasa
Tren hiking anak muda kini bergeser dari sekadar konten jadi gaya hidup sehat. Kombinasi olah fisik, healing dari penatnya rutinitas, dan ekspresi digital bikin aktivitas naik gunung makin populer di linimasa. (AI Generated)

SOLOBALAPANCOM — Aktivitas mendaki gunung atau hiking kini telah mengalami pergeseran makna di kalangan anak muda Indonesia. Aktivitas yang dahulu diidentikkan sebagai olahraga berat yang di khususkan untuk para pecinta alam atau para professional, kini berubah menjadi tren gaya hidup yang sangat populer yang memaduakan kesehatan fisik, pemulihan mental, sertamenjadi suatu ekspresi di media sosial.

Pemandangan lautan tenda di puncak gunung dan antrean pendaki di jalur popular seperti Gunung Merbabu Via Suwanting (3145 mdpl) kini menjadi pemandangan rutin setiap akhir pekan bahkan pada hari-hari biasa sekalipun. 

Baca Juga: Suhu Gunung Merbabu Capai Minus 1 Derajat Celsius, Pendaki Diminta Waspadai Fenomena Mbediding

Maraknya konten penjelajahan alam di platform media sosial seperti TikTok dan Instagram mendongkrak minat masyarakat khususnya para anak muda untuk menjadikan gunung sebagai tujuan weekend trip mereka.

Berdasarkan analisis fenomena budaya urban, meningkatnya tren hiking dipicu oleh titik temu tiga kebutuhan dasar manusia modern. Dari sisi kesehatan fisik, hiking diakui sebagai olahraga intens yang efektif melatih stamina, membakar kalori tinggi, serta menguatkan otot kaki dan pernapasan. Berbeda dengan latihan formal di dalam gedung gym, berolahraga di alam terbuka terasa lebih alami dan tidak membosankan.

Di sisi lain, kebutuhan akan kesehatan mental atau healing menjadi pendorong yang tak kalah kuat. Karena Di tengah dinamika dunia modern saat ini yang serba cepat dan menuntut, alam menyajikan ruang sunyidan tenang tanpa tekanan.

Baca Juga: Aksi Heroik di 3.145 MDPL! 12 Anggota Satlantas Boyolali Gelar Upacara HUT ke-81 RI di Puncak Merbabu

Berada di ketinggian memberi kesempatan bagi masyarakat urban terutama para anak muda untuk melarikan diri sejenak dari kejenuhan rutinitas tanpa perlu mengeluarkan biaya fantastis.

Daya dorong ini makin masif ketika bersinggungan langsung dengan ekosistem media sosial. Hiking kini bukan lagi sekadar perjalanan fisik menaklukkan puncak gunung, melainkan ruang pembentukan identitas visual. Lewat dokumentasi perjalanan yang diunggah di media sosial, generasi muda secara tidak langsung membangun citra diri yang aktif, sehat, dan adaptif terhadap tren luar ruang.

Kombinasi antara olah fisik yang menyehatkan, ruang pemulihan stres, serta dorongan ekspresi di platform digital inilah yang membuat fenomena hiking diprediksi akan bertahan lama sebagai bagian dari transformasi gaya hidup baru masyarakat modern terkhusus para anak muda. (angelyna fransiska meia)

Editor : Kabun Triyatno
angelyna fransiska meia hiking gunung anak muda mendaki