SOLOBALAPANCOM – Segelas kopi, secangkir obrolan, lalu berlanjut dengan unggahan di media sosial. Bagi Generasi Z, aktivitas tersebut bukan sekadar gaya hidup. Di balik kebiasaan ngopi, nongkrong, dan berselancar di media sosial, muncul perputaran ekonomi baru yang ikut menggerakkan sektor makanan dan minuman (F&B), ritel, hingga ekonomi digital.
Data survei Gen Z Characteristic and Behaviour 2024 yang dilakukan Jakpat terhadap 1.155 responden menunjukkan, sebanyak 20 persen Gen Z rutin mengeluarkan Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu hanya untuk membeli segelas kopi.
Sebanyak 37 persen Gen Z menikmati kopi 1–2 kali sehari dengan pilihan favorit berupa kopi instan (57 persen), sementara 35 persen sisanya lebih memilih menikmati kopi langsung di kafe. Dari preferensi rasa, laki-laki lebih menyukai kopi hitam pahit, sedangkan perempuan cenderung memilih cappuccino.
Baca Juga: Emotional Support Item Gen Z, Istilah untuk Benda-Benda yang Bikin Hati Lebih Tenang
Tidak hanya kopi, survei tersebut mencatat bahwa 65 persen Gen Z mengalokasikan pengeluaran terbesar mereka untuk makanan, kebutuhan harian, serta layanan internet dan telepon. Bahkan, rata-rata anggaran untuk internet setara dengan anggaran makan harian mereka. Platform Instagram, TikTok, dan YouTube menjadi media sosial paling populer di kalangan perempuan, sedangkan Facebook lebih diminati oleh pria.
Namun kebiasaan ini juga memunculkan fenomena baru yakni menongkrong sambil membuat konten reels/ tiktok yang berdampak pada lahirnya ekosistem ekonomi baru (UGC/User Generated Content), di mana Gen Z bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari endorsement atau affiliate F&B.
Ketergantungan Gen Z pada aplikasi pembayaran digital, PayLater, dan promo e-wallet yang mempercepat inklusi keuangan di Indonesia.
Baca Juga: Industri Coffee Shop Melejit, Pemkot Solo Gandeng Daerah Penghasil Kopi
Direktur CELIOS Bhima Yudhistira bersama Ekonom INDEF Yusuf Rendy Manilet menilai perilaku konsumtif ini memberikan dampak positif yang signifikan. Dengan porsi mencapai 27 persen dari total populasi Indonesia, gaya hidup Gen Z mulai dari belanja di kafe premium hingga pusat perbelanjaan modern menjadi kekuatan vital yang menyokong sektor F&B, ritel, dan pariwisata.
Sebagai informasi tambahan, dominasi aktivitas Gen Z di ruang digital juga terus mempercepat integrasi ekosistem keuangan digital dan transaksi nontunai (cashless) di berbagai kedai serta pusat perbelanjaan secara nasional. (angelyna fransiska meia)
Editor : Kabun Triyatno