Kehebohan Bakal Disajikan The Kick, The Jeblogs, Dan The Skit Saat Tampil Satu Panggung

Ferry Ardi Susanto • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 17:49 WIB
Potret foto band The Skit asal Surakarta dan poster acara Cherry Pop 2026 (sumber foto akun Instagram resmi @theskit__ dan @cherrypopfest)
Potret foto band The Skit asal Surakarta dan poster acara Cherry Pop 2026 (sumber foto akun Instagram resmi @theskit__ dan @cherrypopfest)

SOLOBALAPAN.COM - Hari pertama gelaran musik Cherry Pop 2026 pada Sabtu, 22 Agustus 2026, bakal menghadirkan sejumlah sajian spesial bagi para penikmat musik.

Salah satunya adalah setlist bertajuk “Never Mind ‘The’: Generasi Baru Terbakar di Cherrypop” yang mempertemukan tiga band dari kota Jogja, Klaten, dan Solo.

Tiga nama yang akan mengisi setlist tersebut antara lain, The Kick dari Jogja, The Jeblogs dari Klaten, serta The Skit dari Solo.

Ketiga band tersebut merupakan bagian dari geliat industri skena musik di kawasan Jogja-Klaten-Solo.

Pertemuan ketiga band tersebut tidak serta merta hadir begitu saja. 

Baca Juga: Absence Seizures Itu Apa? Jamal Musiala Divonis Gangguan Neurologis, Dua Kali Tumbang di Lapangan

Mereka lahir dari lingkungan musik yang relatif serupa, yakni berangkat dari panggung-panggung gig dan berkembang bersama melalui kolektif yang tumbuh di masing-masing kota.

Jarak antar kota yang tak begitu jauh, Yogyakarta, Klaten dan Surakarta turut membuat pergerakan para musisi di tiga wilayah tersebut berlangsung cukup dinamis. 

Batas antar kota seolah tidak menjadi penghalang bagi para pelaku skena untuk saling berkunjung, bertukar pengalaman, maupun tampil dalam satu panggung.

Dalam perkembangannya, The Kick, The Jeblogs dan The Skit kerap dipertemukan melalui berbagai agenda musik yang digelar oleh kolektif di masing-masing kota.

Satu band dapat tampil di Yogyakarta, kemudian bertemu kembali dengan band dari kota lain dalam gelaran berikutnya di Klaten maupun Surakarta.

Hal seperti itu lah yang membuat jejaring hubungan antar musisi tidak hanya berhenti pada urusan panggung belaka.

Interaksi yang terjalin dari satu gig ke gig lainnya, perlahan membentuk hubungan yang lebih dekat di antara para personel.

Bukan Sekadar Relasi di Atas Panggung

Kedekatan antara personel ketiga band juga berkembang di luar aktivitas bermusik. 

Pertemuan yang berulang dalam berbagai kegiatan membuat masing-masing personel saling mengenal antara satu sama lain.

Baca Juga: Mata Pegal Gara-Gara Seharian Menatap Layar HP dan Laptop? Atasi Segera dengan 4 Cara Mudah Ini!

Dalam lingkungan skena independen, hubungan semacam ini menjadi bagian penting dari proses tumbuhnya sebuah komunitas.

Para musisi tidak hanya bertemu ketika band mereka tampil di atas panggung saja.

Melalui berbagai interaksi, bertukar gagasan, saling memberikan pengaruh, hingga terlibat dalam berbagai aktivitas di luar panggung.

Hubungan tersebut yang memengaruhi perjalanan masing-masing tiap band.

Ada proses saling melihat, mendengar dan belajar yang berlangsung secara alami ketika mereka berada dalam lingkungan yang sama.

Hal tersebut menjadi menarik saat ketiga band yang sudah saling akrab itu, dipertemukan dalam satu setlist di acara Cherry Pop 2026. 

Mereka bukan tiga nama yang tiba-tiba dikumpulkan untuk sebuah festival, melainkan bagian dari jejaring musik yang telah tumbuh bersama melalui waktu dan ruang yang beriringan.

Membawa Energi Skena Musik Jogja-Klaten-Solo

Setlist “Never Mind ‘The’: Generasi Baru Terbakar di Cherry Pop menjadi bukti bahwa, skena musik yang terjadi antar kota mampu berkembang melalui hubungan yang dibangun dari bawah.

Gig dan kolektif merupakan ruang awal bagi para musisi untuk bertemu, yang kemudian berkembang menjadi jejaring yang lebih luas.

Yogyakarta, Klaten dan Surakarta memiliki jarak yang relatif dekat sehingga pertemuan musisi dan penonton di antara ketiganya cukup memungkinkan.

Baca Juga: Kata Istana Soal Bendera Bergambar Prabowo Diterbangkan di HUT ke-81 RI, Mensesneg: Wujud Kebanggaan

Kondisi tersebut menciptakan ekosistem yang saling terhubung, dengan kolektif dan komunitas di masing-masing kota menjadi penghubungnya.

Bagi The Kick, The Jeblogs dan The Skit, keterhubungan tersebut menjadi bagian dari perjalanan mereka sebagai band. 

Mereka tumbuh dalam lingkungan yang memungkinkan terjadinya pertukaran ide dan energi secara terus-menerus.

Kini, energi yang sebelumnya banyak berlangsung di panggung-panggung gig dan ruang-ruang kolektif tersebut akan mereka bawakan di panggung Cherry Pop.

Pertemuan tiga band dari tiga kota ini sekaligus menjadi representasi dari generasi baru yang tumbuh melalui jejaring musik antar kota.

Dengan demikian, setlist “Never Mind ‘The’” bukan sekadar menghadirkan tiga band dalam satu panggung. 

Lebih dari itu, penampilan The Kick, The Jeblogs dan The Skit menjadi gambaran mengenai bagaimana sebuah ekosistem musik dapat tumbuh melalui pertemanan, kolektif, pertukaran panggung, serta hubungan antar musisi yang terbangun dari waktu ke waktu.

Mereka bertiga kebanyakan justru berawal dari gig kecil, kolektif lokal dan pertemuan antar musisi yang kemudian berkembang menjadi jejaring lintas kota.

Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, jejaring tersebut akan bertemu kembali di Cherry Pop melalui setlist “Never Mind ‘The’: Generasi Baru Terbakar di Cherry Pop” memadukan berbagai energi dari lintas kota masing-masing. (ramadhan pujo kusumo)

Editor : Ferry Ardi Susanto
cherry pop the kick the jeblogs the skit festival musik