Quiet Luxury Makin Populer, Kenapa Gaya Timeless Jadi Pilihan Banyak Orang?

Adi Pras • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:06 WIB
Ilustrasi fashion quiet luxury. (AI Generated)
Ilustrasi fashion quiet luxury. (AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM - Penampilan yang terlihat elegan kini tidak selalu identik dengan pakaian bermerek atau logo besar. Quiet luxury justru hadir dengan pendekatan yang lebih sederhana, mengutamakan kualitas bahan, potongan yang rapi, serta desain yang tetap relevan meski tren fashion terus berubah.

Gaya ini semakin banyak dilirik karena menawarkan kesan mewah secara lebih halus. Alih-alih menunjukkan harga atau merek yang dikenakan, quiet luxury lebih menonjolkan bagaimana sebuah pakaian terlihat, terasa nyaman, dan dapat digunakan dalam berbagai kesempatan.

 Mengutamakan Gaya yang Tak Lekang Waktu

Salah satu ciri utama quiet luxury adalah penggunaan desain timeless. Artinya, pakaian tidak dibuat hanya untuk mengikuti tren tertentu sehingga tetap dapat dikenakan ketika tren tersebut sudah berganti.

Baca Juga: Gemas! Nada Genap 17 Tahun, Deddy Corbuzier dan Azka Makin Protektif Jaga Sang Putri

Warna-warna netral seperti putih, hitam, krem, cokelat, dan abu-abu kerap menjadi pilihan. Potongannya pun cenderung sederhana tanpa terlalu banyak detail yang membuat penampilan terlihat berlebihan.

Karena itu, quiet luxury tidak selalu berarti membeli pakaian mahal. Prinsip utamanya justru terletak pada pemilihan barang yang berkualitas dan dapat digunakan dalam jangka panjang.

 Tak Lagi Terlalu Mengejar Budaya Flexing

Popularitas quiet luxury juga tidak terlepas dari perubahan cara orang memandang kemewahan. Di tengah budaya pamer yang mudah terlihat di media sosial, sebagian orang justru mulai tertarik pada penampilan yang lebih understated atau tidak mencolok.

Baca Juga: Dulu Pamer Barang, Kini Pamer Pace Lari dan Waktu untuk Diri Sendiri

Logo besar dan merek yang mudah dikenali bukan lagi satu-satunya cara untuk menunjukkan status. Penampilan yang bersih, rapi, dan sesuai dengan karakter pribadi dianggap sudah cukup untuk menciptakan kesan elegan.

Lebih Mempertimbangkan Penggunaan Jangka Panjang

Pertimbangan ekonomi juga dapat menjadi salah satu faktor yang membuat gaya timeless menarik. Ketika kondisi keuangan tidak selalu stabil, membeli pakaian yang bisa digunakan berkali-kali dan dipadukan dengan berbagai item terasa lebih praktis.

Daripada terus mengikuti setiap tren baru, seseorang dapat memiliki beberapa pakaian dengan desain sederhana yang mudah dikombinasikan. Dengan begitu, pilihan busana tidak cepat terasa ketinggalan zaman.

Baca Juga: Bukan Belum Makan, Mungkin Belum Ketemu Nasi

Pengaruh Budaya Populer

Popularitas quiet luxury turut diperkuat oleh budaya populer. Gaya berpakaian yang sederhana, rapi, dan minim logo semakin sering muncul dalam berbagai tayangan maupun penampilan figur publik.

Hal tersebut membuat estetika quiet luxury semakin dikenal dan diadaptasi oleh masyarakat dengan cara masing-masing. Namun, penerapannya tidak harus mengikuti penampilan tertentu secara keseluruhan.

Pada akhirnya, quiet luxury lebih dari sekadar tren berpakaian. Gaya ini menunjukkan adanya pergeseran dari keinginan untuk terlihat mahal menuju pilihan fashion yang lebih sederhana, berkualitas, dan tahan lama.

Baca Juga: Makin Banyak Dipilih, Self-Care Jadi Bagian dari Gaya Hidup untuk Bantu Kurangi Penat

Elegan pun tidak selalu harus terlihat mencolok. Bagi sebagian orang, pakaian yang nyaman, rapi, sesuai karakter, dan tetap relevan dalam jangka panjang justru menjadi bentuk kemewahan yang lebih personal. (Anmer Jilvandis)

Editor : Adi Pras
Anmer Jilvandis Quiet luxury fashion penampilan elegan