Mengenal Kompilasi Album Pesta Rap, Wadah Rapper Indonesia Era 1990-an

Ferry Ardi Susanto • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 14:41 WIB
Foto Kolase Kompilasi Album Pesta Rap, Pesta Rap 2, Pesta Rap 3, Dari Tahun 1995 Sampai 1997 (gambar dari kiri ke kanan)
Foto Kolase Kompilasi Album Pesta Rap, Pesta Rap 2, Pesta Rap 3, Dari Tahun 1995 Sampai 1997 (gambar dari kiri ke kanan)

SOLOBALAPAN.COM - Jauh sebelum musik hip hop di Indonesia berkembang seperti sekarang, era 1990-an menjadi era keemasan bagi lahirnya rapper dan grup hip hop lokal.

Salah satu rilisan yang ikut mencatat akan perkembangan tersebut berupa kompilasi album yang berjudul “Pesta Rap” yang dirilis melalui label, Musica Studios.

Pesta Rap bukanlah album tunggal, rilisan tersebut menjadi trilogi bagi perkembangan dan saksi bisu sejarah hip hop lokal pada masa itu. Terdiri dari Pesta Rap (1995), Pesta Rap 2 (1996) dan Pesta Rap 3 (1997).

Ketiganya mempertemukan sejumlah rapper dan grup hip hop dalam satu kompilasi, yang menjadikan wadah sekaligus dokumen mengenai ragam musik rap Indonesia pada masa tersebut.

Baca Juga: Peringati 30 Tahun Dalam Bermusik, Straight Answer Gelar Hajatan Bertajuk “30 Years Of Persistence”

Berikut daftar artis dan grup hip hop yang tergabung pada kompilasi album Pesta Rap:

1. Pesta Rap (1995)

Album pertama Pesta Rap dirilis pada 1995 dan berisi 10 lagu. Sejumlah nama yang terlibat di dalamnya antara lain Black Skin, BLAKE, Ucog, G-Tribe, Coro Kru, Black Kumuh, MC-Q’Lo, Sindikat 31, Rovi & D-Fha, serta Boyz Got No Brain.

Beberapa lagu yang terdapat dalam album ini adalah “Cewek Matre” dari Black Skin, “Bosan” dari BLAKE, “E...E...” dari Ucog, “Watch Out Dab” dari G-Tribe, “Janji Palsu” dari Coro Kru, “Kaum Kumuh” dari Black Kumuh, “Aku” dari MC-Q’Lo, “TV Rusak” dari Sindikat 31, “West Side Jam” dari Rovi & D-Fha, serta “Nyamuk” dari Boyz Got No Brain.

Salah satu lagu yang kemudian cukup dikenal dari kompilasi tersebut adalah “Cewek Matre” milik Black Skin. 

Kehadiran banyak nama dalam satu album menunjukkan bahwa skena rap Indonesia, tidak hanya di isi oleh satu atau dua figur, tetapi mulai berkembang dengan bermunculannya rapper yang tergabung dalam beberapa grup hip hop dan membuat perkembangan musik hip hop di Indonesia semakin berwarna.

2. Pesta Rap 2 (1996)

Setahun kemudian, Musica Studios melanjutkan seri tersebut melalui Pesta Rap 2.

Album yang dirilis pada 1996 ini kembali berisi 10 lagu dengan komposisi artis yang berbeda.

Para pengisi album tersebut terdiri dari Sound Da Clan, Da’ Ricuh, Paper Clip, Vanda, Sweet Martabak, Two In One, Pumpkins Hardcore Crew, Sub Base D, Alcatraz, dan X-Crew.

Track yang dibawakan antara lain “Anak Gedongan” oleh Sound Da Clan, “Percuma” oleh Da’ Ricuh, “Mati Lampu” oleh Paper Clip, “Bayangmu” oleh Vanda, “Metropolitan” oleh Sweet Martabak, “Jerawat” oleh Two In One, “Nongkrong” oleh Pumpkins Hardcore Crew, “Copet” oleh Sub Base D, “Dunia Tak Jelas” oleh Alcatraz, dan “Anak Jalanan” oleh X-Crew.

Lanjut ke kompilasi kedua pada tahun 1996, dalam kompilasi ini semakin banyak nama nama baru yang mulai memasuki lingkup musik rap Indonesia.

Tema lagu pun beragam, mulai dari kehidupan urban, pergaulan, hingga persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan anak muda pada era tersebut.

3. Pesta Rap 3 (1997)

Perjalanan seri tersebut berlanjut melalui Pesta Rap 3 pada 1997. Berbeda dengan dua album sebelumnya, kompilasi ini memuat 11 lagu.

Nama-nama yang tampil di dalamnya antara lain Sweet Martabak, Sound Da Clan, Two In One, Da’ Ricuh, Boyz Got No Brain, Black Skin, Sub Base D, Black Kumuh, Alcatraz, dan Paper Clip.

Black Skin bahkan tampil dengan dua lagu, yaitu “Sakaw” dan “Nyontek Lagi”.

Lagu yang terdapat dalam album ini meliputi “Tididit” dari Sweet Martabak, “Cinta” dari Sound Da Clan, “Topeng Monyet” dari Two In One, “Nyantai” dari Da’ Ricuh, “Aku Ingin Pergi” dari Boyz Got No Brain, “Sakaw” dan “Nyontek Lagi” dari Black Skin, “Taruhan” dari Sub Base D, “S.O.S” dari Black Kumuh, “Stress” dari Alcatraz, serta “Rumah Hantu” dari Paper Clip.

Salah satu lagu yang mencuri perhatian dari album ketiga adalah “Tididit” milik Sweet Martabak. 

Lagu tersebut kemudian menjadi salah satu karya yang sering dikaitkan dengan era kompilasi Pesta Rap.

Setelah tiga seri Pesta Rap, ditahun 1998 muncul rilisan berjudul Rap Party.

Album ini berisikan 14 track dan kembali menampilkan sejumlah nama yang sudah muncul dalam kompilasi sebelumnya.

Perlu diketahui, kompilasi utama Pesta Rap meliputi tiga album dengan tahun rilis yang berurutan, yaitu Pesta Rap (1995), Pesta Rap 2 (1996), dan Pesta Rap 3 (1997). 

Sementara itu, Rap Party (1998) merupakan rilisan kompilasi yang kembali mengumpulkan sejumlah lagu dan artis dari era Pesta Rap.

Adanya kompilasi tersebut menjadi sejarah bagi musik hip hop Indonesia karena memberikan ruang bagi banyak rapper untuk memperkenalkan karya mereka secara lebih luas. 

Bahkan bagi generasi setelahnya, Pesta Rap menjadi salah satu pintu masuk untuk mengenal musik rap lokal dan perkembangan awal budaya hip hop Indonesia. (ramadhan pujo kusumo)

Editor : Ferry Ardi Susanto
hip hop pesta rap album kompilasi hiburan