Survival Mode Orang Indonesia: Ketika Sisa Makanan Justru Bisa Jadi Enak

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi orang yang kreatif dalam mengolah sisa makanan. (AI generated)
Ilustrasi orang yang kreatif dalam mengolah sisa makanan. (AI generated)

SOLOBALAPAN.COM - Ada satu kebiasaan di dapur orang Indonesia yang mungkin terlihat sederhana, tetapi sebenarnya menunjukkan kreativitas yang luar biasa: susah membuang sesuatu kalau masih bisa dimanfaatkan.

Nasi yang tidak habis masih bisa dimasak lagi. Kerak nasi yang menempel di dasar periuk tidak harus berakhir di tempat sampah. Ampas tahu bisa berubah menjadi lauk, bahkan biji buah yang biasanya dibuang ternyata bisa dimakan.

Menariknya, makanan-makanan seperti ini sekarang tidak selalu dibuat karena sedang kehabisan bahan. Beberapa justru sengaja dicari dan dibuat karena memang sudah dianggap sebagai makanan yang enak.

Baca Juga: Sering Mengkretek Jari, Benarkah Bisa Menyebabkan Rematik Autoimun? Ini Faktanya

Seolah-olah survival mode orang Indonesia bekerja dengan prinsip sederhana: kalau masih bisa dimanfaatkan, jangan dibuang.

Berikut beberapa makanan yang menunjukkan kebiasaan tersebut.

1. Nasi Goreng

Nasi goreng mungkin menjadi contoh yang paling mudah ditemukan.

Nasi yang tersisa dan sudah dingin bisa dimasak kembali dengan bumbu, telur, sayuran, ayam, atau bahan lain yang tersedia.

Baca Juga: Tak Harus Terus Menahan Makan, Mengenal Mindful Eating agar Lebih Berdamai dengan Makanan

Sekarang, tentu saja, orang tidak harus menunggu memiliki nasi sisa untuk membuatnya. Bahkan ada yang sengaja menyimpan nasi semalaman agar teksturnya lebih cocok ketika digoreng.

Yang awalnya menjadi cara menyelamatkan nasi, sekarang justru menjadi makanan yang sengaja dibuat.

2. Intip

Di beberapa daerah, kerak nasi yang menempel dan mengering di dasar periuk justru tidak dibuang.

Kerak tersebut dapat diolah menjadi intip, kemudian dikeringkan dan digoreng hingga renyah.

Bagian nasi yang mungkin dianggap sebagai sisa justru berubah menjadi makanan yang memiliki penggemarnya sendiri.

Dari nasi yang menempel di dasar periuk, bisa lahir camilan yang sengaja dicari.

Baca Juga: Waspada WhatsApp Web Disusupi Ekstensi Berbahaya, Ini Penyebab dan Cara Menghentikannya

3. Nasi Aking

Ada pula nasi aking, yaitu nasi yang tersisa kemudian dikeringkan agar masih bisa dimanfaatkan.

Dalam sejarahnya, nasi aking berkaitan dengan kondisi ketika masyarakat perlu menghemat persediaan pangan. Nasi yang tidak habis tidak langsung dianggap sebagai sampah, tetapi masih dicari cara agar dapat dikonsumsi.

Makanan ini menunjukkan bentuk survival mode yang lebih nyata: ketika bahan pangan terbatas, sesuatu yang masih bisa dimakan akan diusahakan agar tidak terbuang.

4. Tempe Gembus

Kalau nasi goreng memanfaatkan makanan yang tersisa, tempe gembus memanfaatkan hasil samping proses pembuatan makanan.

Tempe gembus dibuat dari ampas tahu yang kemudian difermentasi.

Ampas yang mungkin dianggap sebagai bagian yang tidak terpakai ternyata masih memiliki nilai dan dapat diolah menjadi makanan.

Sekarang tempe gembus bahkan bisa dibeli dan dimasak dengan sengaja. Tidak harus menunggu punya ampas tahu di dapur.

5. Oncom

Oncom juga memperlihatkan bagaimana bahan hasil samping dapat dimanfaatkan kembali.

Beberapa jenis oncom dibuat menggunakan bahan seperti bungkil kacang atau ampas tahu yang kemudian difermentasi.

Setelah melalui proses tersebut, bahan yang sebelumnya merupakan hasil samping berubah menjadi makanan dengan rasa dan karakter tersendiri.

Kini oncom justru menjadi bagian dari kuliner, khususnya di Jawa Barat.

6. Sale Pisang

Pisang yang sudah terlalu matang juga tidak selalu langsung dibuang.

Salah satu cara tradisional untuk memperpanjang masa pemanfaatannya adalah mengolahnya menjadi sale pisang melalui proses pengeringan.

Dengan begitu, buah yang masa simpannya mulai pendek dapat bertahan lebih lama dan memiliki bentuk serta rasa yang berbeda.

Sekarang tentu saja orang tidak harus menunggu pisangnya hampir rusak untuk menikmati sale.

7. Kerupuk Nasi

Nasi yang tidak habis juga dapat diolah menjadi kerupuk nasi.

Nasi dicampur dengan bumbu dan bahan lainnya, kemudian diolah, dikeringkan, dan digoreng.

Hasil akhirnya bahkan sudah tidak terlihat seperti nasi.

Ini salah satu bentuk kreativitas dapur yang menarik: daripada membuang makanan yang tersisa, bentuknya diubah menjadi makanan baru.

8. Biji Nangka atau Beton

Bagian buah yang sering kali langsung masuk tempat sampah adalah bijinya.

Padahal, biji nangka atau beton dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Biji tersebut bisa direbus dan dimakan, digoreng, atau diolah menjadi berbagai makanan lainnya.

Padahal ketika menikmati buah nangka, kebanyakan orang justru fokus pada daging buahnya dan membuang bijinya.

Di sinilah survival mode bekerja lagi: bagian yang dianggap tidak penting ternyata masih bisa dimakan.

9. Sisa Lauk Jadi Masakan Baru

Yang terakhir mungkin paling sering dilakukan di rumah, tetapi jarang dianggap sebagai sebuah bentuk kreativitas.

Lauk yang tidak habis bisa diolah kembali menjadi makanan baru.

Ayam goreng bisa disuwir untuk nasi goreng. Sayuran yang tersisa bisa dicampur dengan telur. Lauk yang tinggal sedikit bisa dimasukkan ke dalam tumisan atau menjadi isian makanan lainnya.

Hal paling menarik dari kebiasaan tersebut adalah beberapa makanan yang awalnya sangat mungkin dibuat karena tidak ingin membuang sesuatu, kini justru sengaja dibuat.

Orang tidak perlu menunggu punya nasi sisa untuk makan nasi goreng. Tidak harus menemukan kerak nasi secara kebetulan untuk menikmati intip. Bahkan biji nangka yang dulu mungkin dianggap bagian yang tidak berguna kini bisa sengaja diolah.

Artinya, kebiasaan memanfaatkan apa yang tersisa akhirnya berkembang menjadi kreativitas kuliner.

Bukan selalu karena tidak punya pilihan, tetapi karena masyarakat sudah terbiasa melihat sesuatu dari sisi lain.

Yang bagi orang lain mungkin cuma sisa, bagi dapur Indonesia bisa jadi bahan makanan berikutnya.

Dan mungkin inilah salah satu bentuk survival mode yang menarik: bukan hanya bagaimana bertahan ketika keadaan sulit, tetapi bagaimana membuat sesuatu yang masih berguna tetap memiliki nilai.

 

Editor : Kabun Triyatno
Kreativitas Rastri Rafiarum survival mode kebiasaan orang indonesia sisa makanan