SOLOBALAPAN.COM - Menjelang 17 Agustus, lapangan dan halaman kampung mulai ramai. Anak-anak bersiap mengikuti lomba, sementara warga berdiri di pinggir lapangan menyaksikan jalannya permainan.
Suasana biasanya semakin riuh ketika lomba dimulai. Ada peserta yang berusaha menjadi yang tercepat. Ada pula yang justru membuat penonton tertawa karena tingkahnya.
Setelah permainan selesai, perhatian beralih pada hadiah.
Baca Juga: Throwback ke Era 2016, Fashion Swag Kembali Hadir dengan Gaya Playful dan Penuh Warna
Hadiah yang disiapkan tidak selalu mahal. Ada makanan ringan, alat tulis, botol minum, perlengkapan mandi, sampai barang yang bisa digunakan di rumah.
Barang-barang itu sebenarnya biasa ditemui sehari-hari. Namun, ketika menjadi hadiah lomba, ada rasa senang saat membawanya pulang.
Hadiah yang Bisa Dipakai
Alat tulis bisa digunakan untuk sekolah. Botol minum dapat dibawa saat beraktivitas. Perlengkapan rumah tangga pun bisa langsung digunakan setelah sampai di rumah.
Sederhana, tetapi ada gunanya.
Baca Juga: Cuci Muka dengan Air Hangat, Bikin Kulit Kering atau Justru Lebih Bersih? Ini Faktanya
Pilihan hadiah seperti ini juga membuat barang tidak berhenti sebagai pajangan. Setelah perlombaan selesai, pemenang masih bisa memanfaatkannya.
Bagi anak-anak, alat gambar, buku, atau makanan ringan bisa menjadi hadiah yang menyenangkan. Peserta dewasa mungkin lebih tertarik dengan barang yang bisa digunakan di rumah.
Jadi, hadiah yang disukai tidak selalu harus memiliki harga tinggi. Barang yang memang dibutuhkan bisa terasa lebih menarik.
Ada Cerita di Baliknya
Sebelum hadiah diterima, ada permainan yang harus dilewati.
Peserta mungkin harus berlari, menjaga keseimbangan, atau berusaha menjadi yang paling cepat. Setelah dinyatakan menang, barulah hadiah berpindah tangan.
Pengalaman itu ikut membuat hadiah terasa berbeda.
Baca Juga: Willy Dozan dan Betharia Sonata Sambut Cucu Pertama, Resmi Jadi Kakek-Nenek
Barangnya boleh sederhana. Namun, ada rasa puas karena mendapatkannya setelah ikut berlomba.
Hadiah tersebut mungkin habis dimakan atau digunakan beberapa waktu kemudian. Momen ketika menerimanya bisa bertahan lebih lama.
Hadiah yang Disukai Bisa Berbeda
Anak-anak dan orang dewasa tentu tidak selalu menginginkan hadiah yang sama.
Anak-anak mungkin memilih alat tulis, buku gambar, atau makanan ringan. Sementara itu, perlengkapan rumah tangga bisa lebih menarik bagi peserta dewasa.
Ada juga yang tidak terlalu memikirkan jenis hadiahnya. Menang dan membawa pulang sesuatu sudah cukup membuat senang.
Baca Juga: Kombinasi Ciput Kontras dengan Warna Hijab Kembali Hits, Tren Lama yang Kini Hadir dengan Gaya Baru
Karena itu, sulit menentukan hadiah yang paling menarik hanya dari harganya.
Lomba Bukan Sekadar Mengejar Hadiah
Kalau hadiah menjadi satu-satunya tujuan, mungkin lomba 17 Agustus tidak akan seramai itu.
Orang datang untuk bermain, menonton, bertemu tetangga, atau sekadar ikut merasakan suasana perayaan di lingkungan tempat tinggal.
Anak-anak punya permainan sendiri. Orang dewasa juga punya lomba yang tak kalah ramai.
Ada yang menang, ada yang kalah. Ada yang pulang membawa hadiah, ada pula yang pulang hanya membawa cerita dari perlombaan.
Baca Juga: Batik Sekar Jagat Madura Jadi Pameran Imersif Ivan Gunawan, NUSANOVA 2.0 Raih Rekor MURI
Di situlah serunya.
Hadiah memang menyenangkan. Tetapi suasana ketika lomba berlangsung yang membuat perayaan 17 Agustus terasa berbeda dari hari biasa.
Sederhana Bukan Berarti Tidak Berkesan
Hadiah lomba tidak perlu mahal untuk membuat pemenang senang.
Makanan, alat tulis, botol minum, atau perlengkapan rumah sudah cukup selama barang tersebut bisa digunakan.
Yang membuatnya menarik adalah momen ketika hadiah itu diterima setelah perlombaan.
Sebuah barang yang biasa saja bisa menjadi pengingat tentang satu permainan, satu kemenangan, atau satu sore yang ramai bersama warga sekitar. (Rahma Azra Calista)
Editor : Adi Pras