Kenapa Kita Gampang Merasa Overwhelmed? Bisa Jadi Kebiasaan Ini Pemicunya

Kabun Triyatno • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:57 WIB
Ilustrasi seseorang yang sedang merasa overwhelmed. (AI Generated)
Ilustrasi seseorang yang sedang merasa overwhelmed. (AI Generated)

SOLOBALAPAN.COM- Pernah merasa pikiran penuh padahal hari itu sebenarnya tidak banyak melakukan aktivitas? Baru menyelesaikan satu hal, sudah kepikiran hal lain. Belum lagi urusan yang belum selesai, rencana yang tidak berjalan sesuai harapan, sampai hal-hal kecil yang sebenarnya sepele tetapi terus teringat.

Kondisi seperti ini bisa membuat seseorang merasa overwhelmed atau kewalahan. Rasanya seperti terlalu banyak hal yang harus dipikirkan dalam waktu bersamaan sehingga tubuh dan pikiran sulit mendapatkan jeda.

Menariknya, rasa kewalahan tidak selalu datang dari satu masalah besar. Kebiasaan yang dilakukan sehari-hari juga bisa ikut membuat pikiran semakin penuh. 

Baca Juga: Ketika Jajanan Menjadi Pilihan: Begini Cara Memastikan Camilan Anak Tetap Aman

Belakangan, kondisi tersebut juga dikaitkan dengan tren low-cortisol lifestyle yang ramai dibicarakan. Istilah ini merujuk pada gaya hidup yang lebih memperhatikan aktivitas sederhana untuk membantu seseorang menjalani hari dengan lebih tenang, bukan sekadar mengejar produktivitas setiap waktu.

Caranya pun tidak harus rumit. Memberikan waktu untuk stretching, mencari udara segar, mengobrol dengan orang terdekat, menikmati hobi, hingga menyadari hal-hal kecil yang berjalan baik dalam sehari bisa menjadi bentuk jeda dari rutinitas.

Baca Juga: Bukan Cuma Bikin Mabuk, Ini Efek Alkohol pada Tubuh

Lantas, kebiasaan apa saja yang tanpa disadari bisa membuat kita lebih mudah merasa overwhelmed?

 1. Lebih Terpaku pada Hal Buruk

Satu kejadian yang tidak menyenangkan terkadang bisa mengambil begitu banyak perhatian sampai hal-hal baik yang terjadi sepanjang hari ikut terlupakan.

Baca Juga: KESEHATAN : Usia Bertambah, Tubuh Tetap Bugar: Pentingnya Rutin Senam

Padahal, tidak semua hal yang berjalan baik harus berupa pencapaian besar. Makan makanan yang enak, perjalanan yang lancar, cuaca yang nyaman, atau percakapan lucu dengan teman juga bisa menjadi bagian menyenangkan.

Salah satu cara sederhana untuk lebih menyadarinya adalah mencatat beberapa hal baik yang terjadi sebelum tidur. Tidak perlu banyak, cukup tiga hal yang membuat hari terasa sedikit lebih menyenangkan beserta alasan mengapa hal tersebut terjadi.

 2. Jarang Berinteraksi dengan Orang yang Membuat Nyaman

Kesibukan terkadang membuat seseorang baru menghubungi teman atau orang terdekat ketika sedang menghadapi masalah. Padahal, hubungan sosial tidak hanya penting ketika sedang membutuhkan bantuan.

Berbincang, bertukar cerita, atau sekadar tertawa bersama orang yang membuat nyaman dapat memberikan kesempatan untuk beristirahat sejenak dari pikiran yang menumpuk.

Memiliki hubungan sosial yang baik juga dapat membantu seseorang menghadapi stres dan berbagai tekanan dalam keseharian. Karena itu, tidak ada salahnya menyempatkan waktu untuk sekadar menyapa atau mengobrol dengan orang yang membuatmu merasa aman dan diterima.

3. Tubuh Terbiasa Tegang dan Serba Buru-Buru

Ketika sedang berada di bawah tekanan, tubuh terkadang ikut memberikan respons. Bahu dan leher bisa terasa kaku, rahang tanpa sadar mengencang, atau posisi tubuh menjadi lebih tegang.

Kebiasaan terburu-buru juga bisa muncul dalam aktivitas sederhana. Mengetik dilakukan dengan tergesa-gesa, makan terlalu cepat, atau duduk sambil terus menegang tanpa disadari.

Cobalah memberikan jeda melalui peregangan ringan. Setelah itu, lanjutkan aktivitas dengan gerakan yang lebih perlahan. Jeda kecil seperti ini bisa menjadi pengingat untuk tidak terus-menerus menjalani setiap aktivitas dalam keadaan terburu-buru.

 4. Saat Sedih, Terus Memilih Hal yang Membuat Makin Larut

 

Mendengarkan lagu sedih ketika suasana hati sedang buruk sebenarnya bukan sesuatu yang aneh. Musik tertentu bahkan bisa membuat seseorang merasa dipahami dan membantu mengekspresikan perasaan.

Namun, jangan sampai terus larut dalam suasana tersebut. Setelah memberikan waktu untuk merasakan kesedihan, kamu bisa mencoba mengganti musik dengan lagu yang lebih ringan atau yang memang kamu sukai.

Perubahan suasana sederhana seperti ini bisa menjadi cara untuk mengalihkan perhatian dan memberi ruang bagi munculnya emosi yang lebih positif.

5. Terlalu Banyak Menghabiskan Waktu di Dalam Ruangan

Rutinitas yang membuat seseorang terus berada di dalam ruangan juga bisa membuat hari terasa monoton. Ketika pikiran sudah penuh, keluar sebentar bisa menjadi kesempatan untuk mengganti suasana.

Tidak harus melakukan aktivitas berat. Jalan santai, duduk di taman, menikmati udara luar, atau sekadar melihat suasana sekitar bisa menjadi pilihan.

Menghabiskan waktu di lingkungan terbuka, terutama ruang yang memiliki unsur alam, juga dikaitkan dengan suasana hati dan kemampuan mengelola emosi yang lebih baik.

 6. Merasa Semua Hobi Harus Menghasilkan Sesuatu

Baking, menggambar, merajut, mewarnai, atau journaling sering kali dianggap lebih berharga jika menghasilkan sesuatu yang bagus atau produktif.

Padahal, hobi juga boleh dilakukan hanya karena menyenangkan. Tidak semua kegiatan harus menghasilkan pencapaian. Meluangkan waktu untuk melakukan sesuatu yang disukai tanpa memikirkan hasil akhir justru bisa menjadi bentuk istirahat dari tuntutan sehari-hari.

Menjalani keseharian dengan lebih tenang tidak harus dimulai dari perubahan besar. Memberi waktu untuk bergerak, keluar mencari udara segar, berbicara dengan orang terdekat, menikmati hobi, atau menyadari hal-hal kecil yang berjalan baik bisa menjadi cara sederhana untuk memberi jeda ketika pikiran mulai terasa penuh. (anmer jilvandis)

Editor : Kabun Triyatno
Anmer Jilvandis overwhelmed kebiasaan pikiran gaya hidup