SOLOBALAPAN.COM – Setelah lulus SMA, ada yang langsung kuliah. Ada yang memilih bekerja. Ada pula yang belum melanjutkan ke mana-mana karena masih ingin mencari tahu apa yang sebenarnya ingin dilakukan.
Situasi seperti ini sering disebut gap year.
Istilah tersebut cukup sering muncul ketika membicarakan pilihan setelah lulus sekolah. Gap year biasanya merujuk pada masa jeda sebelum seseorang melanjutkan pendidikan atau masuk ke tahap berikutnya.
Meski disebut gap year, jedanya tidak selalu harus tepat satu tahun. Lamanya bisa berbeda, tergantung keputusan dan kondisi masing-masing orang.
Baca Juga: Sering Lihat Ketikan Doksli Di Kolom Komentar Medsos, Ternyata Dokumen Asli
Selama masa tersebut, seseorang juga tidak harus berhenti dari berbagai kegiatan. Ada yang bekerja sambil menabung untuk biaya kuliah. Ada yang mengikuti kursus. Ada pula yang menggunakan waktunya untuk belajar kembali demi mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi pada tahun berikutnya.
Misalnya, seorang lulusan SMA ingin masuk jurusan tertentu, tetapi belum berhasil mendapatkan kampus yang diinginkan. Ia kemudian memilih tidak terburu-buru mengambil jurusan lain.
Waktu yang ada digunakan untuk belajar lagi dan mempersiapkan diri menghadapi seleksi berikutnya.
Baca Juga: Berburu Kuliner Walang Goreng di Car Free Night Gemolong, Ada Tiga Varian Rasa
Situasi seperti itu bisa menjadi salah satu gambaran gap year.
Mengisi Waktu Setelah Lulus
Gap year kadang dianggap sama dengan menganggur. Padahal, keduanya tidak selalu berarti sama.
Ada orang yang memang belum memiliki kegiatan setelah lulus sekolah. Ada juga yang sengaja mengambil waktu jeda karena ingin melakukan sesuatu sebelum kembali ke pendidikan.
Seorang lulusan SMA bisa saja bekerja di toko, mengambil pekerjaan lepas, mengikuti pelatihan, atau membantu usaha keluarga. Dari kegiatan tersebut, ia bisa mendapatkan pengalaman yang sebelumnya belum diperoleh di sekolah.
Baca Juga: Social Withdrawal di Era Digital: Ketika Terhubung Justru Melelahkan
Begitu juga dengan mereka yang memilih menggunakan masa jeda untuk belajar.
Ada yang mengikuti bimbingan belajar karena ingin mencoba seleksi masuk perguruan tinggi lagi. Ada yang belajar sendiri di rumah. Ada pula yang mulai mencari informasi tentang jurusan dan kampus yang sebelumnya belum sempat dipertimbangkan.
Kegiatan selama gap year memang bisa berbeda-beda. Tidak ada satu cara yang harus dilakukan semua orang.
Kenapa Ada yang Memilih Jeda?
Alasannya bisa berbeda pada setiap orang.
Ada yang belum yakin dengan jurusan kuliah. Ada yang ingin mengumpulkan biaya terlebih dahulu. Ada pula yang belum berhasil dalam seleksi perguruan tinggi dan memilih mencoba kembali pada tahun berikutnya.
Baca Juga: Tantri Kotak Rayakan Usia 37 Tahun, Arda Naff Tulis Pesan Menyentuh
Bagi sebagian orang, keputusan ini juga berkaitan dengan keinginan untuk mencari pengalaman sebelum menentukan pilihan.
Ketika masih sekolah, pilihan setelah lulus kadang terasa seperti sesuatu yang harus segera diputuskan. Kuliah, jurusan, dan kampus seolah harus ditentukan dalam waktu yang berdekatan.
Padahal, tidak semua orang sudah tahu jawabannya pada usia yang sama.
Masa jeda bisa memberi ruang untuk melihat pilihan tersebut dengan lebih tenang. Seseorang bisa mencoba pekerjaan tertentu, belajar keterampilan baru, atau mencari lebih banyak informasi tentang bidang yang selama ini menarik perhatiannya.
Dari pengalaman tersebut, pilihan untuk melanjutkan pendidikan atau bekerja bisa menjadi lebih jelas.
Setelah Gap Year, Lalu Apa?
Meski menjadi waktu untuk berhenti sejenak, gap year tetap membutuhkan rencana.
Waktu yang panjang bisa saja berlalu tanpa terasa. Karena itu, orang yang memilih gap year perlu mengetahui apa yang ingin dilakukan selama masa tersebut.
Tidak harus dengan target yang rumit.
Baca Juga: Buntut Isu Panas yang Viral! Eks MC Prokopim dan Duta Wisata Surabaya Ini Langsung Didepak Pemkot
Bisa dimulai dari hal sederhana, seperti membuat jadwal belajar, mencari pekerjaan sementara, mengikuti kursus, atau menyiapkan kembali berkas untuk pendaftaran kuliah.
Yang juga penting adalah menentukan langkah setelah masa jeda selesai.
Bagi seseorang, langkah itu mungkin kembali ke bangku kuliah. Bagi yang lain, bisa berupa pekerjaan atau pendidikan lain yang sudah dipersiapkan.
Jadi, ketika mendengar seseorang sedang menjalani gap year, bukan berarti ia sedang berhenti berjalan.
Bisa saja ia sedang mengambil waktu lebih panjang untuk menentukan jalan yang ingin dipilih. (Rahma Azra Calista)
Editor : Adi Pras